Menulis

Penulisan Kata "Dan" di Awal Kalimat

Posted by Romel Tea ● Follow @romeltea ● Like Romeltea Media on Facebook

Penulisan Kata "Dan" di Awal Kalimat
BANYAK penulis yang menulis kata "dan" di awal kalimat. Misalnya, ".... bulan ini. Dan ketika...". Mengacu kepada kaidah atau tata bahasa Indonesua, penulisan kata penghubung “dan” di awal kalimat itu jelas keliru alias salah.


Kata "dan" di awal kalimat juga sering muncul dalam lirik lagu, misalnya di awal lirik lagu Dan (Sheila on 7), Separuh Aku (Noah), dan Mengejar Mimpi (Yovie & Nuno).

Logikanya, kata penghubung itu digunakan untuk menghubungkan dua hal atau kalimat, bukan untuk mengawali kalimat.

Jika ada penulis atau wartawan yang masih menulis kata "dan" di awal kalimat, kemungkinan mereka masih amatir, belum profesional, atau minimal tidak menguasai tata bahasa Indonesia yang baik.

Bisa jadi, penulisan kata "dan" di awal kalimat itu juga akibat pengaruh bahasa Arab, tepatnya bahasa Al-Quran. Banyak sekali ayat dalam kitab suci kaum Muslim itu ayat yang diawali dengan huruf "WA" yang artinya "dan". Mangga, buka saja Al-Qurannya....

Kata Sehingga

Selain penulisan kata "dan", ada juga kesalahan penulisan “sehingga” di awal kalimat. Ini juga salah. Contoh: “…melakukan aksi perlawanan. Sehingga, polisi menggunakan….”. Mestinya, “…melakukan perlawanan sehingga polisi menggunakan…”, atau “…melakukan perlawanan. Akibatnya, polisi menggunakan….”.

Penulisan kata "dan" dan "sehingga" di awal kalimat, umumnya disebabkan kalimat yang disusun terlalu panjang, ditambah ketidaktahuan bahwa "dan" dan "sehingga" adalah kata penghubung yang mestinya ada di tengah kalimat.

Bagaimana jika kita tetap menulis kata "dan" dan "sehingga" di awal kalimat? Silakan saja... tidak ada larangan dan sanksinya kok! Bukan pula pelanggaran atau tindak pidana!

Lembaga bahasa kita juga biasanya "cuek" saja jika banyak kesalahan dalam penulisan bahasa atau istilah. Yang penting mah, tulisan kita mudah dimengerti pembaca. 'Ner gak...? Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Author:

I am a Blogger, Media Practisioner, and Practical Communication Trainer. I share my own knowledges, experiences, and skills about practical communication - writing, speaking, blogging - and my hobbies and concerns. Visit my official website Romeltea.

Previous
« Prev Post
9 Komentar untuk "Penulisan Kata "Dan" di Awal Kalimat"

Secuil tambahan untuk kata "dan". EYD atau buku2 pelajaran bhs Indonesia memang melarang keras penggunaan kata "dan" di awal kalimat, seperti dijelaskan oleh mas Romel. Namun, pernah seorang guru besar bahasa (saya lupa namanya) mengatakan, "boleh saja 'dan' ditulis di awal kalimat, asal setelah kata itu diikuti koma". Bahasa Indonesia baku pun sebenarnya bukanlah bahasa yang konsisten (termasuk KBBI). Contoh: mengapa orang selalu menulis "mempunyai" bukan "memunyai", "mempengaruhi" bukan "memengaruhi", "menyolok" bukan "mencolok", "pimpinan" bukan "pemimpin", dst. Ini tandanya bhs. Indonesia masih terus berkembang. Memang, tidak satu pun bahasa di dunia ini yang benar2 konsisten, namun bahasa2 yang besar memiliki azas yang diikuti dengan disiplin para penggunanya. Jadi, marilah sedikit demi sedikit dan sebisa mungkin mengikuti azas bahasa Indonesia yang benar. Mohon maaf ikut nimbrung. Bahasa yang saya gunakan "belepotan", maklum nulis di blog. Salam hangat.

thx, sgt berguna bagi saya


menurut saya, kata dan boleh juga ditulis di awal, tapi untuk judul. Mau gimana lagi , yg bikin judulnya mau ada kata "dan" di awalnya.

SALAH??? BERARTI ENTE NYALAHIN ALQURAN DONG???

ENTE GA PERNAH BACA ALQURAN YA?

KASIAN BANGET, PINTER TP MISKIN PENGETAHUAN AGAMA.

Loh kok menyalahkan Al-Qur'an? Saya kok tidak menemukan ungkapan yang menjurus ke arah itu.
Coba lihat di pertanyaan "...kalau bagi mereka yang sering membaca buku bahasa arab, memang penggunaan kata “Dan” sering di awal kalimat tapi hal tersebut bukan sebagai kata penghubung, namun merupakan kata pembuka, memang agak berbeda dengan bahasa lain."
Dalam bahasa arab ada kata "wa" yang sering diterjemahkan menjadi "dan". Namun fungsi kata "wa" dalam bahasa arab lebih luas dari kata "dan". Contohnya "wa" yang bermakna isti'nafiyah (pembuka kalimat) ini tidak bisa disejajarkan dengan kata "dan".
Nah repotnya penterjemah (dan saya juga ... , he he he) sering dalam proses penterjemahan sulit mencari kata lain dalam bahasa Indonesia yang dapat mewakili kata "wa" yang berfungsi isti'nafiyah (pembuka kalimat).
Di tulisan di atas yang disalahkan adalah yang sembarangan menggunakan kata "dan" dengan fungsi yang sama dengan kata "wa" isti'nafiyah dalam bahasa arab. Intinya yang disalahkan adalah berbahasa Indonesia tapi menggunakan tata bahasa bercampur tata bahasa arab. Tulisan di atas bukan menyalahkan Al-Qur'an atau bahasanya Al-Qur'an. Masing-masing bahasa mempunyai karakter unik.

Saya tertarik dengan ulasan Anda. Namun ada beberapa hal yang menurut saya perlu didiskusikan ulang, tentunya mengenai penggunaan 'dan' pada awal kalimat.
Menurut saya perkembangan bahasa Indonesia sudah melampaui apa yang biasa kita sebut dengan EYD, meski tata aturan seharusnya selalu sinergis dengan kaidah EYD. Bahkan sejak mula BI diserap dari bahasa Melayu, penggunaan bahasa Melayu, baik lisan dan tulisan, telah berkembang dengan sangat luas. Karena itu, ada banyak hal memang yang disadari tidak tertampung dalam EYD.
Para penyair dan sastrawan sering menggunakan 'dan' pada awal kalimat, baik dalam puisi maupun karya sastra lain. Mengatakan ini salah!!! Ehm tunggu dulu. Apa yang EYD sematkan pada susunan fonem /d/a/n/ sebagai kata penghubung, perlu juga kita cermati. Karena penggunaan kata 'dan' ternyata tidak berfungsi hanya sebagai kata penghubung.
Mari kita cermati:
"Kesialan bertubi-tubi menimpa Danielle. Pernikahannya yang sudah di depan mata terpaksa gagal karena kekasih memutuskan tali pertunangan. Ia juga dipecat dari pekerjaannya sebagai guru BP. Dan terakhir, orangtuanya menjual rumah mereka, sehingga Danielle harus mencari tempat tinggal baru (Agnes Jessica, 2006)."
Anda bisa cermati bahwa kata 'dan' disini tidak melulu berfungsi sebagai penghubung, dia juga berfungsi sebagai penegas, penguat suasana, dan penyimpul. Umumnya, kata 'dan' yang bersifat seperti ini berada pada awal kalimat terakhir. Pada puisi, lebih banyak lagi.

So, be wise with your word!

mudah saja, artinya cerpenis, novelis, penyair "tidak mau" ikut EYD, dan itu "tidak masalah". Toh pelanggaran EYD bukan tindak pidana dan tidak mengusik keutuhan NKRI ^_^. Lagi pula EYD tidak berlaku bagi bahasa Arab dan Inggris, mungkin juga bahasa lain. Yang jelas, dalam EYD, Kata "dan" itu termasuk "kata penghubung Intrakalimat" --yaitu kata yang menghubungkan kata dengan kata "dalam" sebuah kalimat, seperti halnya "atau", "agar", "serta", dan lainnya.

Pembahasan yang sangat menarik!

Saya sering berniat ingin menggunakan kata "dan" saat menulis artikel, tetapi saya bimbang apakah itu dibenarkan atau tidak. Dan disini, saya mendapatkan jawabannya :)

Terima kasih

ih ini ga ngerti atau ga nyerna maksudnya yak. ga nyambung deh masnya.. itu contoh, bukan nyalahin z.

Ya tuh... samudra dei, yang kesian tu kamu... katanya ngerti agama, suka baca quran, tapi komentarnya busuk gitu

You comment, I'll visit back your blog. If you have one. Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.