Menulis

Pedoman Jurnalistik Radio (1)

Posted by Romel Tea ● Follow @romeltea ● Like Romeltea Media on Facebook

Pedoman Jurnalistik Radio
Ringkasan buku Pedoman Jurnalistik Radio karya Imelda Reynolds. Penerbit: Internews Indonesia, Jakarta, 2000. Bagian Pertama - Ringkasan Bab I & II.

1. Nilai Penting Berita/Jurnalistik Radio

Orang butuh berita supaya mereka mendapatkan informasi tentang perubahan dan kejadian yang mempengaruhi kehidupan mereka.

Pengetahuan ini (informasi) membantu orang untuk menjadi lebih kuat dan memastikan agar mereka lebih siap untuk menghadapi berbagai perubahan.

Berita membantu mendapatkan pendengar. Orang akan mendengarkan radio untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi. Penayangan buletin berita secara teratur akan membuat pendengar mendengarkan.

Pengiklan mendapatkan hasil terbaik dari iklan yang ditempatkan di awal atau akhir sebuah buletin. Jadi, berita membantu meningkatkan pendapatan sebuah stasiun radio.

2. Kode Etik Jurnalistik

Pekerjaan sebagai seorang jurnalis (wartawan) memberikan kekuatan yang sangat besar kepada siapa pun yang menjalankannya. Berita yang disampaikan bisa mempengaruhi bagaimana masyarakat bereaksi terhadap isu atau masalah tertentu.

Sebuah kode etik membantu para jurnalis untuk memfokuskan diri pada tanggung jawab atas berita yang dibuatnya. Kode etik memuat aturan yang sudah diuji coba dan telah dikembangkan untuk memastikan ketepatan (accuracy), keseimbangan (balance), dan keadilan (fairness) tertinggi para jurnalis.

Kode etik membantu para jurnalis menghindari bahaya dan memastikan kredibilitas medianya terjaga. Kode etik akan membantu wartawan melakukan tugasnya dengan baik.

Kode etik jurnalistik seperti versi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) meyatakan, antara lain, jurnalis harus:
  1. Mempertahankan prinsip keberimbangan.
  2. Hanya melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernya.
  3. Menggunakan cara-cara etis untuk memperoleh berita
  4. Menghormati off the record.
  5. Meralat berita yang tidak akurat.
  6. Menjaga kerahasiaan sumber, identitas korban kejahatan seksual, dan pelaku pidana di bawah umur.
  7. Menghindari diskriminasi dan SARA.
  8. Tidak dibenarkan menerima sogokan (suap), yaitu pemberian apa saja yang bisa mempengaruhi kerja jurnalistik.
  9. Tidak dibenarkan menjiplak.

3. Hakikat Berita

Berita yang baik akan membuat orang:
  • Waspada
  • Mendapatkan peringatan
  • Mendapatkan informasi
Wartawan harus mencoba membangkitkan suatu REAKSI yang membuat pendengar merasa:
  • Takut
  • Sedih
  • Tertarik
  • Kasihan
  • Senang
(Tapi bukan BENCI... karena itu merupakan bagian dari propaganda!)

Informasi yang diminati setiap orang:
  • Menyangkut kebutuhan dasar, seperti untuk keselamatan hidup
  • Informasi yang mempengaruhi kehidupan mereka
  • Kebijakan pemerintah yang mengubah kehidupan mereka
Rumus Dasar berita bagi seorang wartawan adalah kita harus menunjukkan perubahan dan keamanan suatu berita sehingga kita dapat menunjukkan dan menjelaskan relevansi atau pengaruhnya pada pendengar.

4. Dasar-Dasar Pemberitaan

Berita adalah sesuatu yang penting, baru saja terjadi, dan mempengaruhi kehidupan kita (Freda Morris, NBC).

Berita radio hendaknya:
  • Relevan dan terkait dengan pendengar --berdampak bagi kehidupan pendengar.
  • Segera. Berita adalah sesuatu yang sedang terjadi dan mengandung hal baru.
  • Menarik. 
  • Mengandung unsur drama.
  • Menghibur. Sajikan informasi yang membuat pendengar tersenyum.

5. Jenis-Jenis Berita

  • Hard News. Berita mengenai sebuah kejadian yang baru saja terjadi atau akan terjadi dalam waktu dekat --APA yang terjadi, MENGAPA terjadi, dan BAGAIMANA pengaruhnya terhadap pendengar
  • Soft News. Berita yang bertujuan menghibur atau memberikan informasi, menekankan sisi human interest.
  • Darurat. Kebakaran, penyelamatan di laut atau di gunung. Selalu ada cerita dalam kehidupan manusia dalam bahaya.
  • Pemerintahan lokal dan nasional. Keputusan atau kebijakan pemerintah dan mempengaruhi banyak orang adalah berita.
  • Perencanaan. Proyek pembangunan akan mempengaruhi suatu wilayah.
  • Konflik dan pertentangan. Tampilkan argumen kedua pihak. Pendengar dapat memutuskan pandangan mereka sendiri atas masalah penting.
  • Kelompok penekan (Pressure Group) bisa menjadi sumber berita.
  • Industri. Hilangnya kesempatan kerja atau terciptanya kesempatan kerja.
  • Kesehatan. Cara pengobatan baru, epidemi, pelayanan kesehatan, kelahiran, kematian, dsb.
  • Masalah kemanusiaan. Tragedi ataupun pencapaian prestasi.
  • Pribadi-pribadi yang menarik. Public figure, seperti pejabat dan selebritas.
  • Olahraga. Hasil dan prestasi.
  • Berita-berita musiman. Cuaca, mudik, kunjungan wisata, hari besar.
  • Cuaca dan perjalanan.
  • Binatang dan berita-berita lucu.

6. Sumber Berita Radio

  • Wartawan, termasuk wartawan freelance
  • Pelayanan kawat dan kantor berita
  • Buku harian pemberitaan (News Diary)
  • Menelepon untuk mengecek (check calls). Menelepon secara rutin pelayanan darurat seperti polisi, damkar, ambulance, penjaga pantai, dll.
  • Siaran pers
  • Konferensi Pers
  • Media pemberitaan yang lain. Jadikan sebagai sumber dan kembangkan. Cek akurasinya. Kita tidak menjalankan usaha berita daur ulang.
  • Pendengar. Dorong pendengar untuk memberikan masukan.
  • Arsip.
  • Atribusi. SIAPA mengatakan APA.
  • Pejabat
  • Saki Mata.

7. Sudut Berita

Poin utama dalam berita harus selalu dimasukkan dalam baris pertama. Jadikan sebagai TOP LINE, Sajian Utama. Jika poin utama diletakkan di bagian akhir... kemungkinan pendengar sudah tidak mendengarkan lagi. 

Misalnya, tarif telepon akan dinaikkan dua kali kali lipat. BUKAN: Ada pertemuan dengan para politisi penting. Konferensi pers diselenggarakan di hotel utama daerah itu. Mereka mendiskusikan soal tarif...

8. Susunan Berita (News Order)

  1. Lokal
  2. Nasional
  3. Dunia
Namun, jika berita dunia lebih penting dan berpengaruh, maka berita internasional bisa menjadi berita utama buletin, misalnya Presiden Israel tewas mengenaskan.*

-- Materi Kuliah: Jurnalistik Radio. Link download file Pdf ada di Online Class

Author:

I am a Blogger, Media Practisioner, and Practical Communication Trainer. I share my own knowledges, experiences, and skills about practical communication - writing, speaking, blogging - and my hobbies and concerns. Visit my official website Romeltea.

Previous
« Prev Post
0 Komentar untuk "Pedoman Jurnalistik Radio (1)"

You comment, I'll visit back your blog. If you have one. Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.