Menulis

Newsjacking: Pembajakan Berita

Posted by Romel Tea ● Follow @romeltea ● Like Romeltea Media on Facebook

ISTILAH newsjacking (pembajakan berita) bukan hal baru di dunia marketing online atau humas online (digital PR). Tapi bagi saya, yang bukan humas, bukan juga marketer, istilah ini merupakan hal baru.

Istilah newsjacking ini gabungan dua kata: news (berita) dan hijacking (pembajakan). Pengertian praktisnya adalah "mendompleng popularitas suatu isu" atau "memanfaatkan berita aktual" untuk promosi produk, jasa, atau mendongkrak brand melalui posting blog, update status (Facebook), atau "kicauan" (Twitter).

Saya menemukan istilah newsjacking ini saat Googling ttg tipe-tipe posting blog. Saya coba buka buku terkini & terlengkap tentang komunikasi, Ensiklopedia Komunikasi (Simbiosa, 2014). Tidak ada. Baru ada istilah Pembajakan Hak Cipta, Newscaster, Newsgruop, dan Newspaper. 

Saya pun meneruskan "riset online" alias Googling seputar newsjacking ini. Hasilnya saya ringkas di bawah ini.

Istilah yang merujuk pada strategi pemasaran dan humas online ini dipopulerkan ahli strategi pemasaran, David Meerman Scott. Ia membuat situs khusus dengan nama yang sama Newsjacking.

Pengertian Newsjacking

"Newsjacking is the art and science of injecting your ideas into a breaking news story and generating tons of media coverage and social media engagement".

Menurut David Meerman Scott, newsjacking atau pembajakan berita adalah "proses menyuntikkan ide atau sudut pandang (angle) dalam berita, secara real-time, untuk menghasilkan liputan media untuk diri sendiri atau bisnis".

Pada praktiknya, newsjacking adalah bagian dari strategi pemasaran digital (digital marketing strategy).

Humas atau marketer sebuah instansi/perusahaan mencari cara untuk menyelipkan cerita (iklan, brand) dalam sebuah berita untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai produk dan servis yang ditawarkan atau mengenai eksistensinya.

Contoh Newsjacking

Ulasan seputar pembajakan berita yang saya temui di Google hampir semuanya menyodorkan contoh kasus Oreo yang memanfaatkan situasi padamnya listrik pada acara Super Bowl tahun 2013. Salah satunya di halaman web Design by Soap:

This brilliant Tweet was sent out during Super Bowl XLVII, when the lights in the stadium went out for half an hour, causing the game to be stopped until they were fixed. Given the worldwide popularity of the Super Bowl and the millions of TV viewers, jumping on this event was an excellent idea and although many, many brands attempted it, the Oreo Tweet was by far the best and resulted in more than 12,000 ReTweets before the game even restarted.

The Tweet read ‘Power out? No problem’ and featured an image of an Oreo cookie in a dark space, with the tagline ‘You can still dunk in the dark’.

Ini screenshot Newsjacking (Pembajakan Berita) ala Oreo

Newsjacking Pembajakan Berita ala Oreo


Bagaimana, wahai para humas/marketer online? Anda sudah mempraktikkan NewsJacking di media sosial dan media online Anda? Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Author:

I am a Blogger, Media Practisioner, and Practical Communication Trainer. I share my own knowledges, experiences, and skills about practical communication - writing, speaking, blogging - and my hobbies and concerns. Visit my official website Romeltea.

Previous
« Prev Post
0 Komentar untuk "Newsjacking: Pembajakan Berita"

You comment, I'll visit back your blog. If you have one. Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.