Menulis

Jurnalisme Judul - Headline Journalism

Posted by Romel Tea ● Follow @romeltea ● Like Romeltea Media on Facebook

Jurnalisme Judul - Headline Journalism
JURNALISME Judul (Headline Journalism) adalah sebutan lain jurnalistik online karena media online --sebagai sarana publikasi jurnalistik online-- menjadikan judul sebagai "jualan utama" untuk mendatangkan pembaca (reader), pengunjung (visitor), atau pengguna (user).

Saya sudah berkali-kali membuat posting tentang judul berita media online yang menjebak dalam tags "clickbait" di blog ini.

Jurnalisme Judul juga merujuk pada kebiasaan pembaca (reader's habit) media online yang membaca berita media online mulai dari judulnya doang dan sering hanya judul.

Hasil sebuah penelitian --yang belum saya temukan sumbernya-- menunjukan, pembaca online hanya butuh waktu 3-5 detik untuk menyimpulkan apakah berita yang "lewat" di layar monitor komputer atau gadgetnya layak dibaca atau tidak.

Jurnalisme judul saat ini merujuk pada kalangan wartawan atau media online yang berlomba-lomba membuat judul berita yang sekiranya membuat penasaran pembaca. Judul berita clickbait menjadi tren dan favorit media-media online saat ini, seperti penggunaan Kata Penunjuk dan Kata Seru.

Jurnalisme judul versi media online saat ini juga cenderung menjadi "jurnalisme kuning" (yellow journalism). Situs berita pun banyak yang menjelma menjadi "koran kuning digital" yang mengedepankan judul sensasional dan bombastis yang seringkali menipu pembaca.

Dulu pembaca yang berkomentar "wow", "duh", "menyedihkan", "sadis", atau "merinding" saat membaca berita. Kini, dengan jurnalisme judul, wartawan sendiri yang mengatakannya dalam judul berita yang dibuatnya.

Contoh:
Judul-judul di atas dikenal sebagai "clickbait", umpan klik, yang merupakan modus media online untuk menarik minat pembaca.

Wartawan penganut jurnalisme judul dan jurnalisme clickbait tidak mikir lama untuk membuat judul berita. Cukup menulis "Ini komentar Ahok soal....", "Ini jawaban Emil soal Stadion GBLA", dan sejenisnya.

Banyak --kalau tidak kebanyakan-- judul situs berita saat ini bukan contoh jurnalistik yang baik. Kehadiran media sosial dan "kejang rating situs" (traffic) menjadi pendorong terkikisnya jurnalisme yang baik.

Jurnalisme judul juga dipengaruhi oleh trik SEO yang membuat wartawan (editor) mengejar kata kunci yang sekiranya dicari di mesin telusus. Jadilah jurnalisme judul yang "gak karuan" seperti judul berita sepakbola berikut ini:

  • Berita Transfer Pemain Eropa 2015/2016 Terbaru : Manchester United Siap Tebus Neymar 140 Juta Pounds
  • Hasil Everton VS Manchester City Skor 0-2 FT : Kolarov Dan Nasri Bawa City Raih Poin Sempurna
  • Berita Bola : Ini Tanggapan Enrique Terkait Kabar Transfer Neymar. 
Jurnalistik atau media online memang membawa perubahan signifikan terhadap cara dan gaya penulisan judul berita. Judul berita media online tidak hanya ditujukan buat pembaca, tapi juga media sosial dan mesin pencari. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Author:

I am a Blogger, Media Practisioner, and Practical Communication Trainer. I share my own knowledges, experiences, and skills about practical communication - writing, speaking, blogging - and my hobbies and concerns. Visit my official website Romeltea.

Previous
« Prev Post
1 Komentar untuk "Jurnalisme Judul - Headline Journalism"

Iya sih mas.. Bener. Tapi dengan awalan kata seperti "Duh", "Inilah", "Itulah", "Waw", "Merinding" dan lainnya biasanya akan membuat si calon pembaca artikel menjadi lebih penasaran dengan isi artikel tersebut.
Saya pun juga sering penasaran hehehe.. Ya bagaimana pun juga, hal tersebut selayaknya tidak boleh dilakukan oleh jurnalis mana pun.

You comment, I'll visit back your blog. If you have one. Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.