Menulis

Radio Masih Jadi Sumber Informasi Primer Warga Dunia

Posted by Romel Tea ● Follow @romeltea ● Like Romeltea Media on Facebook

penyiar radio
Media Radio Masih Jaya di Udara. Data UNESCO Menyebutkan Tahun 2016 Radio Masih Menjadi Sumber Informasi Primer Warga Dunia.
 
APAKAH radio siaran sudah "habis" dilibas televisi dan media online (internet)? Tidak, kata data terbaru. Bahkan, Tahun 2016 Radio masih menjadi sumber informasi primer dunia.

"In 2016 Radio is still the world’s primary source of information," tulis MWC News mengutip data terbaru The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Data Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) itu menyebutkan, di tengah dominasi teknologi digital sebagai sarana modern penyebaran ingormasi, radio masih menjadi sumber utama informasi bagi kebanyakan orang di seluruh dunia.

"Radio masih menjadi media yang mencapai audiens terluas di seluruh dunia, dalam waktu secepat mungkin," demikisn pernyataan UNESCO.

Menurut data PBB, sekitar 44.000 stasiun radio masih setia didengarkan oleh setidaknya lima milyar pendengar atau 70% penduduk dunia.

"Radio adalah platform yang memungkinan orang berinteraksi, dikonsumsi oleh beragam orang dengan latar belakang pendidikan yang berbeda. Bahkan, orang buta huruf sekalipun masih bisa memahami informasi, berinteraksi, memberikan testimoni, dan berpartisipasi di radio," kata jurubicara UNESCO, Mirta Lourenco, kepada Al Jazeera.

Singkatnya, di tengah gempuran media-media baru, termasuk media internet, radio masih eksis, masih punya banyak pendengar setia, alias masih jaya di udara. Profesi penyiar radio pun masih eksis dan punya banyak fans.

Selama hampir 100 tahun, radio hadir di rumah dan tempat kerja di seluruh dunia. Penemuan pesawat radio portable tahun 1974 membuat radio makin populer.

Di negara-negara berkembang, sekitar 75% ibu rumah tangga masih setia mendengarkan radio. "Fakta ini membuat radio menjadi bagian penting untuk respons bencana dan keadaan darurat," kata UNESCO.

Kehadiran telepon seluler (mobile phone) yang umumnya dilengkapi fasilitas radio chips, membuat radio tetap populer.

Di sejumlah negara, seperti Zambia, sepertiga penduduk mendengarkan radio via handset HP setiap pekan.

Data UNECSO di atas menegaskan radio masih eksis, masih populer, dan masih menjadi sumber informasi dan hiburan utama di seluruh dunia.

"In the internet age, radio still rules the world," tulis Al Jazeera merujuk pada data UNESCO di atas.

Di Amerika Serikat, menurut survei Edison Research, Radio FM/AM bahkan masih unggul atas radio streaming (internet) dan sumber audio lainnya:


Survei yang sama juga menyebutkan, di mobil (kendaraan), Radio FM/AM alias Radio Tradisional masih unggul ketimbang radio online:

radio fm-am vs radio online


Demikian ulasan ringkas tentang eksistensi radio sekaligus melanjutkan posting Nasib Radio Saat Ini. Saya --Romel Tea-- undur diri, sampai jumpa, kita tutup kebersamaan kita dengan Balada Seorang Penyiar, Bimbo. Wassalamu'alaikum!



Notes: Posting ini dibuat sebagai "pengantar" Introduction to Radio World dalam pelatihan broadcasting Lab Media Fakultas Dakwah & Komunikasi UIN SGD Bandung (25/5/2016). Buat ngasih motivasi kru Lab Radio! Materi lengkapnya ada di SlideShare. Wasalam.(www.romelteamedia.com).*

Author:

I am a Blogger, Media Practisioner, and Practical Communication Trainer. I share my own knowledges, experiences, and skills about practical communication - writing, speaking, blogging - and my hobbies and concerns. Visit my official website Romeltea.

Previous
« Prev Post
0 Komentar untuk "Radio Masih Jadi Sumber Informasi Primer Warga Dunia"

You comment, I'll visit back your blog. If you have one. Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.