Menulis

Memberitakan Berita Media Asing: Sindrom Inferiority Complex?

Posted by Romel Tea ● Follow @romeltea ● Like Romeltea Media on Facebook

Memberitakan Berita Media Asing: Sindrom Inferiority Complex?
Sindrom Inferiority Complex. Image: overcomingsocialanxiety.com

MEDIA atau situs berita di kita, Indonesia, suka memberikatan berita yang muncul di media asing (Barat). Contoh:

  • Ini Kata Media Asing Tentang Raihan Medali Emas Tontowi/Liliyana
  • Kelahiran Bayi Kembar Siam Ramai Diberitakan oleh Media Asing 
  • Tontowi/Liliyana Rebut Emas, Media Asing Bilang Begini
  • Media Asing Ramai Memberitakan Kabar Kematian Santoso 
Siapa media asing? Biasanya sih media Amerika Serikat, seperti CNN atau New York Times, atau media Inggris, seperti Daily Mail atau Telegraph.

Lucu, memberitakan berita alias berita berisi berita, kaya jeruk makan jeruk gitu lho! :)

Muncul tanya, apa ini tandanya media kita, wartawan kita, masih merasa media asing lebih baik dan superior dari media kiat? Apa ini pertanda bangsa kita, dalam hal ini media/wartawan kita, masih merasa "inferior", masih mengganggap belum setara dengan media asing?

Saya jadi ingat istilah 'Inferiority Complex', penyakit atau sindrom "merasa inferior (minder) terhadap orang lain".

An inferiority complex is a lack of self-worth, a doubt and uncertainty, and feelings of not measuring up to standards. It is often subconscious, and is thought to drive afflicted individuals to overcompensate, resulting either in spectacular achievement or extreme asocial behavior. In modern literature, the preferred terminology is "lack of covert self-esteem". For many, it is developed through a combination of genetic personality characteristics and personal experiences. (Wikipedia)

Seingat saya, istilah 'Inferiority Complex' pernah dipopulerkan tokoh reformasi M. Amien Rais. Menurutnya, bangsa Indonesia, akibat lama dijajah bangsa asing, masih terkena penyakit 'rasa rendah diri yang berlebihan' (Inferiority Complex). (Lihat: Agenda mendesak bangsa: selamatkan Indonesia!).

Kebalikan sikap rendah diri (kompleks inferioritas) adalah  sikap jumawa dan percaya diri berlebihan (kompleks superioritas). Dua-duanya tidak boleh, terlarang!

Demikian pertanyaan saya dalam posting ini, apakah media kita mengidap penyakit 'Sindrom Inferiority Complex' terhadap media asing, sehingga harus memberitakan berita media asing? Bukankah kita sudah setara dengan mereka? Bukankah sama-sama media? Wallahu a'lam. (www.romelteamedia.com).*

Author:

I am a Blogger, Media Practisioner, and Practical Communication Trainer. I share my own knowledges, experiences, and skills about practical communication - writing, speaking, blogging - and my hobbies and concerns. Visit my official website Romeltea.

Previous
« Prev Post
0 Komentar untuk "Memberitakan Berita Media Asing: Sindrom Inferiority Complex?"

You comment, I'll visit back your blog. If you have one. Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.