Waktu dan Tempat Kami Persilakan (Teknik MC) - Romeltea Media

Waktu dan Tempat Kami Persilakan (Teknik MC)

Romel Tea   Follow @romel_tea   Like RomelteaMedia on Facebook

Waktu dan Tempat Kami Persilakan (Teknik MC)
Buku Kiat Memandu Acara:
Teknik MC & Moderator. Penerbit: Nuansa.

KITA sering mendengar seorang pemandu cara atau Master of Ceremony (MC) mengatakan "waktu dan tempat kami persilakan".

Ungkapan "waktu dan tempat kami persilakan" bisa dibilang "salah kaprah", yaitu kesalahan yang berulang-ulang, sering dilakukan, diikuti oleh banyak orang, dan tidak ada yang mengoreksinya sehingga dianggap benar.

Kenapa ungkapan "waktu dan tempat kami persilakan" itu salah, keliru, atau tidak tepat? Ini alasannya:

Pertama, kalimat "waktu dan tempat kami persilakan" itu termasuk kalimat yang "tidak logis" alias "tidak dapat diterima akal yang sehat".

Yang mau ngasih sambutan/ngisi acara siapa? 'Kan bukan "waktu dan tempat"? Lalu, kenapa mempersilakan "waktu dan tempat"?

Jadi, ungkapan "waktu dan tempat kami persilakan" itu salah karena "mempersilakan waktu dan tempat" untuk memberi sambutan/mengisi acara.
Lucu kali ya, kalo ada orang yang dipersilakan memberi sambutan, lalu diam saja. Ketika ditanya kenapa diam saja, ia berkata: "Lho, yang dipersilakan 'kan waktu dan tempat, bukan saya!"

Kedua, oke, semua orang ngerti, bahwa yang dipersilakan adalah pengisi acara, misalnya ketua panitia, untuk memberikan kata sambutan.

Tapi, nanti jangan salahkan sang pengisi acara kalau dia duduk seenaknya, berdiri seenaknya, dan berbicara lamaaaaaa sekali...! Lho, 'kan waktu dan tempat dipersilakan, jadi terserah dia dong? Mau bentar kek, mau lama kek, terserah dia, lha wong waktunya sudah dipersilakan kok!


Jadi, yang benar --secara bahasa-- adalah... "kepada Kang Romel, kami persilakan...!" plus "komunikasi interpersonal" kepada sang pengisi acara, dengan suara pelan, personally langsung kepada sang pengisi acara: "...silakan, Pak/Bu..!" atau "mangga, Pak/Bu...!" jika acaranya nonformal.

Bagaimana dengan DISILAKAN atau DIPERSILAKAN?

Ungkapan disilakan sering kita dengar di acara formal. Kata lainnya adalah "dimohon", misalnya "hadirin dimohon berdiri" atau "hadirin dimohon duduk kembali".

Disilakan, dipersilakan, atau dimohon adalah kalimat pasif. Kalimat lengkapnya: disilakan/dimohon oleh xxx. Pertanyaannya, siapa yang menyilakan, mempersilakan, atau memohon? Siapa yang menyialakan pengisi acara tampil? Siapa yang memohon hadirin berdiri?

Jadi, ungkapan disilakan/dimohon  secara bahasa tidak tepat. Yang tepat adalah "kami silakan", "kami persilakan", atau "kami mohon untuk berdiri".

Siapa "kami"? "Kami" adalah pemandu acara sebagai wakil panitia, wakil penyelenggara acara, atau atas nama tuan rumah.



Bayangin aja, bagaimana jika ketika MC mengatakan "hadirin dimohon berdiri", lalu ada di antara hadirin yang bertanya: "siapa yang memohon kami untuk berdiri?" atau "siapa yang menyilakan kami duduk kembali?"


Menginjak Acara


Selain "Waktu dan Tempat Kami Persilakan", ungkapan salah kaprah lainnya yang sering dilakukan pemandu acara (MC) adalah ungkapan "menginjak kepada acara selanjutnya".

Ini namanya Kekerasan dalam MC (KDMC) ^_^! Acara kok diinjak? Jadi, hindari penggunakan ungkapan "menginjak acara". Ganti dengan, misalnya, "acara berikutnya", "acara selanjutnya", "kini saatnya kita persilakan...".

Untuk Mempersingkat Waktu


Satu lagi salah kaprah dalam teknik MC, yakni ungkapan "untuk mempersingkat waktu".

Waktu bisa disingkat gitu? Kagak bisa dong! Waktu mah mengalir alamiah, natural. Detik tidak bisa dipercepat. Pergerakan jarum jam sudah "standar" begitu, tidak bisa diubah-ubah, kecuali jamnya error!

Jadi, bagaimana dong...? Ya... hindari pengucapan "mempersingkat waktu" dan tidak usah diganti dengan ungkapan apa pun. Langsung saja ucapkan: "Baiklah hadirin, mari kita mulai acara pertama, yaitu pembukaan..." atau "Hadirin yang berbahagia, mari kita awali acara kita dengan basmalah...."

Masih adakah salah kaprah MC selain "waktu dan tempat kami persilakan", "menginjak acara", dan "mempersingkat waktu"? Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Related Posts

Author:

I am a Blogger, Media Practisioner, and Practical Communication Trainer. I share my own knowledges, experiences, and skills about practical communication - writing, speaking, blogging - and my hobbies and concerns. Visit my official website Romeltea.

1 Komentar untuk "Waktu dan Tempat Kami Persilakan (Teknik MC)"

kereeennn .. ^_^
nice bgt artikelnya n bermanfaat buat temen2 saya yg lain..
smga brmanfaat

You comment, I'll visit back your blog. If you have one. Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.