Tips Menulis Konten Blog: Berpikirlah seperti Seorang Wartawan! - Romeltea Media

Tips Menulis Konten Blog: Berpikirlah seperti Seorang Wartawan!

Romel Tea   Follow @romel_tea   Like RomelteaMedia on Facebook


Tips Menulis Konten Blog: Berpikirlah seperti Seorang Wartawan!

UNGKAPAN Berpikirlah Seperti Seorang Wartawan (Think Like A Journalist) adalah tips menulis konten situs web (blog), menulis naskah pemasaran (marketing content), serta panduan melek media (literasi media).


Jadi, ungkapan  Berpikirlah seperti Seorang Wartawan ini berlaku bagi praktisi humas, praktisi online marketing, pelaku bisnis online, penulis konten website, blogger, juga berlaku bagi siapa saja agar melek media.

Saya mulai dari Berpikirlah seperti Seorang Wartawan bagi publik. Ringkasnya, kita harus berpikir seperti wartawan saat menerima informasi, yakni jangan langsung percaya! Harus skeptis.

Wartawan profesional juga begitu. Skeptis. Tidak percaya begitu saja jika ada narasumber ngomong A, sehingga "dikejar" hingga yakin akan kebenaran yang diomongkan itu.

Apalagi sekarang lagi musim informasi atau berita palsu (hoax) akibat krisis kepercayaan kepada media mainstream dan "perang informasi" di media sosial.

Maka, Facebooker atau Tweps jangan asal dan langsung share informasi yang didapat. Skeptis! Cek dan ricek dulu kebenarannya. Googling, apa media lain juga memberitakannya?

Menulis Konten Blog


Think like a journalist (berpikirlah seperti seorang wartawan) juga merupakan salah satu tips menulis di blog atau situs web, baik blog pribadi, kelompok, organisasi, maupun blog instansi/perusahaaan.

Tentu, blogger yang bukan wartawan. Maksud saran tersebut, yakni agar para blogger ketika menulis posting mengedepankan informasi terpenting di awal posting, lugas, to the point, tidak bertele-tele, dan tanpa "muter-muter" dulu dengan berbasa-basi.


Pasalnya, user online itu mayoritas "buru-buru" alias "ingin segera tahu" isi sebuah posting.

Cara berpikir wartawan itu mengacu pada prinsip penulisan jurnalistik yang menuntut dan menuntun wartawan menyajikan informasi dalam pola piramida terbalik (inverted pyramid), yaitu menuliskan unsur berita 5W+1H (who, what, when, where,  why, how) di alinea/paragraf pertama alias lead (teras).
"Tell readers what you want them to know, now, and save the background information and the additional details for later." Langsung kemukakan apa yang ingin Anda beri tahu kepada pembaca, sekarang. Informasi latar dan detail tambahan mah nanti aja --di alinea berikutnya. Gitu kata Daily Blogger Tips.

Menurut News Trust, cara berpikir wartawan itu terangkum dalam "Empat D" (Four Ds). Keempat "D" itu pula yang menjadi salah satu materi "media literasi".
The best way to learn news literacy is to think like a journalist.

Keempat D itu adalah
  1. Doubt — a healthy skepticism that questions everything.
  2. Detect — a “nose for news” and relentless pursuit of the truth.
  3. Discern — a priority for fairness, balance and objectivity in reporting.
  4. Demand — a focus on free access to information and freedom of speech.


Tips Content Marketing


Berpikirlah seperti Seorang Wartawan sebagai tips Content Marketing atau pemasaran konten, saya sadurkan dari Business2Community berikut ini.
  1. Pick up the phone. Lakukan wawancara, layaknya wartawan, dengan direktur, manajer, karyawan, klien, dan sebagainya.
  2. Write By the Numbers (and Fact Check, Fact Check, Fact Check). Pastikan kebenaran fakta atau data. Sebutkan sumber terpercaya. Sertakan grafis, statistik, atau gambar.
  3. Show, don't tell. Tunjukkan, bukan "ngadongeng" atau bercerita ngalor-ngidul. Sertakan data, statistik, dan infografis.
  4. Become a habitual reader.

Saya tambahkan tips menulis konten berbasis "think like a journalist" dari Sticky Content berikut ini.
  1.  Kenali audiens Anda. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan kenali keinginan dan kepentingan pembaca.
  2. Gunakan gaya penulisan piramida terbalik, yakni mengedepankan fakta terpenting di bagin awal tulisan.
  3. Gunakan bahasa yang baik dan benar, dalam konteks Indonesia, gunakan bahasa baku atau kata-kata baku tanpa mengabaikan gaya informal alias tidak kaku.
Demikian ulasan ringkas tentang maksud dan tujuan ungkapan think like a journalist atau berpikir seperti seorang wartawan, yakni wartawan profesional, bukan wartawan abal-abal atau jurnalis bodong bin palsu. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Related Posts

Author:

I am a Blogger, Media Practisioner, and Practical Communication Trainer. I share my own knowledges, experiences, and skills about practical communication - writing, speaking, blogging - and my hobbies and concerns. Visit my official website Romeltea.

1 Komentar untuk "Tips Menulis Konten Blog: Berpikirlah seperti Seorang Wartawan!"

You comment, I'll visit back your blog. If you have one. Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.