Pengertian Forum Ilmiah dan Jenis-Jenisnya

Follow @romel_tea
Jenis-jenis forum ilmiah atau pertemuan ilmiah dan pengertiannya: diskusi, seminar, presentasi, simposium, lokakarya, panel, semiloka, sarasehan, dan sebagainya. Berikut ini ulasan tentang  Pengertian Forum Ilmiah dan Jenis-Jenisnya.

Jenis-Jenis Forum Ilmiah dan Pengertiannya

Pengertian Forum Ilmiah

Forum ilmiah (scientific forum) adalah kegiatan diskusi dan presentasi yang dilakukan dalam bidang akademik untuk membicarakan mengenai informasi ilmiah.

Biasanya forum ilmiah dilakukandengan presentasi dan diskusi. Presentasi yang dilakukan dalam forum ilmiah ini berfungsi untuk menyebarkan informasi ilmiah. Diskusi yang terjadi di dalamnya merupakan hal penting sebagai salah satu cara mencari solusi dan pengembangan materi ilmiah yang dikaji.

Istilah forum ilmiah tidak ditemukan di KBB Online. Namun, pengertian forum dan ilmiah adalah sebagai berikut:
  1. Forum artinya lembaga atau badan; wadah; sidang; tempat pertemuan untuk bertukar pikiran secara bebas, misalnya diskusi ilmiah.
  2. Ilmiah artinya bersifat ilmu; secara ilmu pengetahuan; memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan, misalnya majalah ilmiah -- majalah yang berisi karya ilmiah.
Dari pengertian di atas, forum ilmiah dalam didefinisikan sebagai pertemuan untuk membahas suatu hal secara keilmuan. Forum ilmiah bisa juga disebut "pertemuan ilmiah".

Jenis-Jenis Forum Ilmiah

Berikut ini Jenis-Jenis Forum Ilmiah dan Pengertiannya, mengacu pada pengertian secara bahasa --mengacu pada KBBI Online-- dan istilah.

1. Diskusi

Diskusi merupakan forum ilmiah terpopuler dan "populis". Orang awam pun sering melakukan diskusi, dalam arti bertukar pikiran. Untuk forum ilmiah, istilahnya "Diskusi Ilmiah".

Secara bahasa, diskusi adalah pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah.

Forum ilmiah diskusi melibatkan banyak orang. Diskusi dipimpin atau dipandu oleh seorang moderator dibantu pencatat diskusi yang disebut notulen. Dalam diskusi, semua peserta setara dan punya hak yang sama.

2. Diskusi Kelompok

Diskusi yang melibatkan beberapa orang disebut diskusi kelompok. Dalam diskusi kelompok dibutuhkan seorang pemimpin yang disebut ketua diskusi.

3. Focus Group Discussion (FGD) 

Focus Group Discussion (FGD) secara bahasa artinya "kelompok diskusi terarah". FGD biasa digunakan sebagai metode pengumpulan data dalam penelitian sosial.

FGD adalah diskusi terfokus untuk membahas suatu masalah tertentu, dalam suasana informal dan santai. Jumlah pesertanya bervariasi, antara 8-12 orang, dengan panduan seorang moderator.

4. Diskusi Panel

Diskusi Panel adalah diskusi yang menampilkan kelompok pembicara ahli --biasa disebut panelis. Para panelis ini menjadi pemateri atau pemicara dan menjawab pertanyaan dari peserta diskusi (hadirin, penonton, pendengar).

Diskusi Panel membahas suatu topik oleh sebuah panel yang terdiri dari 3 – 6 orang yang dianggap ahli dan dipimpin oleh seorang moderator.

Pelaksanaan panel dimulai dari perkenalan para panelis oleh moderator, kemudian disampaikan persoalan umum kepada para panelis tersebut, untuk didiskusikan.

Moderator sesekali menyimpulkan paparan para panelis. Selama diskusi panel, peserta tidak diberi kesempatan untuk mengemukakan pandangan. Pengunjung hanya sebagai pendengar sehingga diskusi panel ini mirip "TalkShow".

5. Presentasi

Presentasi secara umum artinya penyajian atau pertunjukkan, termasuk presentasi ide, gagasan, pemikiran, produk, konsep, dll.

Dalam konteks ilmiah, presentasi adalah penyajian karya tulis ilmiah di depan audiens khusus undangan.

6. Seminar

Secara bahasa, seminar adalah pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah di bawah pimpinan ahli (guru besar, pakar, dan sebagainya).

Seminar menghasilkan kesimpulan atau hasil pendapat bersama yang kadang-kadang diikuti resolusi atau rekomendasi.

Dalam seminar yang menjadi pembicaranya adalah para ahli, pakar.

Seminar seringkali dilaksanakan dalam bentuk dialog dengan moderator, atau melalui sebuah presentasi hasil penelitian, dalam bentuk yang formal. 

Dalam dunia akademis, seminar adalah pertemuan berkala yang biasanya diselenggarakan oleh sekelompok mahasiswa untuk melaporkan hasil penelitiannya dengan bimbingan dosen atau ahli.

7. Simposium/Sarasehan

Simposium --disebut juga Sarasehan-- adalah pertemuan yang diselenggarakan untuk mendengarkan dan membandingkan pendapat para ahli, mengenai suatu masalah dalam bidang tertentu.

Simposium menghadirkan beberapa pembicara yang mengemukakan pidato singkat, tentang topik tertentu, atau tentang beberapa aspek dari topik yang sama.

Simposium juga diartikan sebagai serangkaian pidato pendek. Pembicara dalam simposium terdiri dari pembicara atau pembahas utama dan penyanggah atau pemrasaran banding. Jalannya simposium dipimpin seorang moderator.

Peserta atau audiens diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau pendapat, setelah pembahas utama dan penyanggah selesai berbicara. 

Moderator hanya mengkoordinasikan jalannya pembicaraan dan meneruskan pertanyaan-pertanyaan, sanggahan atau pandangan umum dari peserta. 

Hasil simposium dapat disebar luaskan, terutama dari pembahas utama dan penyanggah, sedangkan pandangan-pandangan umum yang dianggap perlu saja.

8. Workshop/Lokakarya/Sanggar Kerja

Workshop --disebut juga Lokakarya dan Sanggar Kerja-- adalah pertemuan ilmiah yang menghadirkan para ahli (pakar) untuk membahas masalah praktis atau yang bersangkutan dengan pelaksanaan dalam bidang keahliannya. Lokakarya disebu juga "pertemuan ilmiah kecil".

9. Semiloka

Semiloka adalah akronim dari Seminar dan Lokakarya, sehingga semiloka merupakan gabungan acara seminar dan lokakarya.

Dalam Semiloka, beberapa orang berkumpul di suatu tempat untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya.

Pertemuan atau persidangan biasanya menampilkan satu atau beberapa pembicaraan dengan makalah atau kertas kerja masing-masing.

Biasanya diadakan untuk membahas suatu masalah secara ilmiah. Yang berpartisipasi pun orang yang ahli dalam bidangnya

Jenis-Jenis Pertemuan Lainnya

Selain jenis-jenis forum ilmiah di atas, berikut ini jenis-jenis pertemuan yang mirip dengan forum ilmiah, dengan tema atau topik yang umumnya non-ilmiah.

1. Konferensi

Secara bahasa, konferensi adalah rapat atau pertemuan untuk berunding atau bertukar pendapat mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama

Konferensi disebut juga permusyawaratan dan muktamar.

Secara praktis, konferensi merujuk pada pertemuan organisasi atau lembaga untuk membahas masalah tertentu. 

2. Konferensi Pers

Konferensi Pers adalah perteman seseorang atau lembaga dengan kalangan wartawan (pers) untuk menyampaikan informasi, klarifikasi, keputusan organisasi atau badan pemerintah, mengenai suatu masalah. Koneferensi pers disebut juga Jumpa Pers.

Konferensi pers adalah acara khusus yang dibuat sebagai sarana untuk mengumumkan, menjelaskan, mempertahankan atau mempromosikan kebijaksanaan dengan maksud untuk mengukuhkan pengertian dan penerimaan publik pada pihak pemrakarsa acara. (Wikipedia).

Dalam konteks kehumasan, konferensi pers merupakan bagian dari hubungan media (media relations) dan/atau media handling.

3. Santiaji

Santiaji adalah pertemuan yang diselenggarakan untuk memberikan pengarahan singkat menjalang pelaksanaan kegiatan.

Seara bahasa, santiaji yaitu pemberian petunjuk atau pengarahan mengenai strategi kerja (terkadang disertai peragaan atau pelatihan). Santiaji disebut juga taklimat.

4. Muktamar

Pengertian muktamar sama dengan koferensi, yaitu pertemuan para wakil organisasi untuk mengambil keputusan mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.

5. Bedah buku

Bedah buku adalah acara diskusi tentang sebuah buku. Biasanya melibatkan penulis dan pembahas yang meresensi buku tersebut di depan audiens.

Dasar Hukum Forum Ilmiah

Forum ilmiah merupakan wujud kebebasan berekspresi yang diatur dalam UUD 1945 Amandemen ke II yaitu dalam Pasal 28 E ayat (2). Pasal ini menyatakan: “Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya”.

Forum ilmiah juga dijamin dalam Pasal 28F UUD 1945 yang mengizinkan Warga Negara Indonesia untuk menyampaikan gagasannya sekaligus memperoleh informasi.

Dalam konstitusi dijelaskan, "Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.”

Selain itu, Pasal 5 UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum memberikan hak yang sama kepada warga Indonesia untuk mengeluarkan pikiran secara bebas sekaligus memperoleh perlindungan hukum.

Satu tahun setelahnya muncul aturan tersebut, pemerintah meneken UU Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang melindungi hak tiap orang untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi menggunakan media apapun.

Dalam hukum internasional, Pasal 19 Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia juga jelas melindungi kebebasan berpendapat.

Pasal tersebut berbunyi, “Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat; dalam hal ini termasuk kebebasan menganut pendapat tanpa mendapat gangguan, dan untuk mencari, menerima dan menyampaikan keterangan-keterangan dan pendapat dengan cara apa pun dan dengan tidak memandang batas-batas.”

Demikian  Pengertian Forum Ilmiah dan Jenis-Jenisnya serta jenis-jenis pertemuan lainnya  yang dilengkapi dasar hukumnya.

Ada yang terlewat? Silakan tambahkan di kolom komentar. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Thanks for reading Pengertian Forum Ilmiah dan Jenis-Jenisnya | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Related Posts

Your Comments

2 komentar on Pengertian Forum Ilmiah dan Jenis-Jenisnya

  1. AnonymousJune 18, 2020

    Gan apakah ada dasar hukum tentang jenis-jenis forum ilmiah? Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah ditambahkan. Silakan simak subjudul terakhir. Jenis-jenis forum ilmiah adalah teknis pelaksanaannya.

      Delete

Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.