Featured Post

Jebakan Klik (Click Bait): Modus Media Online Menarik Pembaca

POSTING ini lanjutan posting Modus Media Online: Bikin Judul Penasaran . Dalam literatur jurnalistik dan media online, judul-judul yang &qu...

Lirik Lagu dan Pedoman Siaran Radio Televisi P3SPS KPI

0 Follow @romel_tea
Lirik Lagu dan Pedoman Siaran Radio Televisi

Musik atau lagu merupakan bagian program, isi, atau konten siaran radio dan televisi. Khusus radio, media penyiaran ini identik dengan lagu sebagai salah satu daya tarik radio.

Radio dan televisi termasuk media massa yang berbadan hukum dan memiliki konsekuensi hukum juga. Sanksi yang biasa menimpa media terkait efek media.

Siaran radio dan televisi di Indonesia terikat regulasi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berupa Pedoman Penyiaran Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), termasuk dalam hal penyiaran atau pemutaran lagu.

Pedoman Perilaku Penyiaran ditetapkan oleh KPI berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, nilai-nilai agama, norma-norma lain yang berlaku serta diterima masyarakat, kode etik, dan standar profesi penyiaran.

Dalam pedoman itu juga disebutkan program atau materi siaran harus, antara lain:

  • Menghormati dan menjunjung tinggi norma dan nilai agama dan budaya bangsa yang multikultural;
  • Menghormati dan menjunjung tinggi hak anak-anak dan remaja.
P3SPS juga membagi klasifikasi usia menjadi lima bagian, yaitu:
  1. Semua Umur (SU)
  2. Prasekolah (2-6 tahu)
  3. Anak-anak (7-12 tahun)
  4. Remaja (13-17 tahun)
  5. Dewasa (18 tahun ke atas). 

Dalam konteks siaran lagu, salah satu hal yang penting diperhatikan Music Director (MD) adalah lirik lagu. Pasalnya, lirik lagu sering melanggar nilai agama dan budaya, termasuk bermuatan "seks".

Pengertian Lirik Lagu

Hasil "Googling", sata rangkum dari berbagai sumber, berikut ini pengertian lirik lagu.

Lirik adalah rangkaian kata yang membentuk lagu biasanya terdiri dari beberapa bait dan bagian refrain atau chorus.

Lirik lagu memiliki dua pengertian, dalam Moeliono (2007 : 628) dijelaskan sebagai berikut, lirik lagu sebagai karya sastra dalam bentuk puisi yang berisikan curahan hati, sebagai susunan sebuah nyanyian. 

Untuk menggunakan sebuah lirik seorang penyair harus pandai dalam mengolah kata-kata. Kata lagu memiliki arti macam-macam suara yang berirama (2007:624). 

Lirik lagu merupakan hasil dari gabungan seni bahasa dan seni suara, sebagai karya seni suara yang melibatkan warna suara penyanyi dan melodi.

Dari pendapat yang sudah dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa lirik lagu merupakan sebuah karya seni gabungan dari seni suara dan bahasa yang puitis, menggunakan bahasa singkat dan memiliki irama serta bunyi yang dipadupadankan dengan kata-kata kias juga melibatkan suara penyanyi dan melodi.

Lirik lagu merupakan ekspresi seseorang dari dalam batinnya tentang suatu hal baik yang sudah dilihat, didengar maupun dialami.

Setiap pencipta lagu selalu menyampaikan makna dan pesan yang terkandung dalam lirik lagu disetiap baitnya. 

Lirik lagu memiliki bentuk pesan berupa tulisan kata-kata dan kalimat yang dapat digunakan untuk menciptakan suasana dan gambaran imajinasi tertentu kepada pendengarnya sehingga dapat menciptakan makna-makna yang beragam sehingga lewat lirik lagu, seorang pencipta lagu dapat berkomunikasi dengan para pendengarnya.

Pedoman Siaran Lagu

Dalam P3SPS "Pasal 20 Bagian Ketiga: Muatan Seks dalam Lagu dan Klip Video" disebutkan:

(1) Program siaran dilarang berisi lagu dan/atau video klip yang menampilkan judul dan/atau lirik bermuatan seks, cabul, dan/atau mengesankan aktivitas seks.

(2) Program siaran yang menampilkan musik dilarang bermuatan adegan dan/atau lirik yang dapat dipandang menjadikan perempuan sebagai objek seks.

(3) Program siaran dilarang menggunakan anak-anak dan remaja sebagai model video klip dengan berpakaian tidak sopan, bergaya dengan menonjolkan bagian tubuh tertentu, dan/atau melakukan gerakan yang lazim diasosiasikan sebagai daya tarik seksual. 

Music Programming: Pemrograman Siaran Musik/Lagu

Saya sudah share soal music programming ini di blog lain. Michael C. Keith dalam Radio Programming (1987) menempatkan siaran musik sebagai format siaran utama radio. 

Ia pun mengupas program siaran radio berdasarkan format musik. Music program dalam siaran radio meliputi acara:

  1. Request — pemutaran lagu berdasarkan permintaan pendengar.
  2. Chart — tangga lagu yang disusun berdasarkan kuantitas pilihan pendengar; biasanya disusun seminggu sekali (akhir pekan).
  3. Live music — siaran langsung penyanyi bernyanyi di studio atau di luar studio.
  4. Chatshow artists/Interviews — wawancara artis yang “pasti” diselingi pemutaran lagu sang penyanyi dan/atau “live sing”.
  5. DJ Mix — muter lagu terus tanpa penyiar dengan selingan iklan, promo program (program exposure), jingle, dan “filler” atau “insert” lainnya.

Ada satu “rahasia” yang tidak dimiliki semua PD/MD radio, yaitu tentang “rotasi dan penjadwalan” pemutaran lagu (music rotation and scheduling), agar program musik dapat memikat banyak pendengar.

Satu satu prinsip dasar pemrograman siaran radio adalah penentuan gaya siaran, kepribadian di udara (on air personality) penyiar, dan pemilihan penyiar radio yang “pas” buat bawain acara yang diprogramkan.

Principles of Music Radio Formatting

  1. Play the best music for the audience
  2. Select the songs and styles that will appeal to that audience
  3. Balance the music mix
  4. Live up your promise – consistency – unpredictability

Basic Principle (Cont’d)

  1. Just creating a library isn’t enough
  2. Which songs are the most important?
  3. Optimize the music library: – play the best song the most – avoid repetition – provide variety

Music Rotation Calendars

  1. Fast rotation are essensial
  2. Time spent listening is very short
  3. Repetition is usually a function of poor music rotation, not from playing a song too much
  4. Art & science

Optimizing Music Library

  1. What’s most popular with the audience
  2. Don’t avoid the most popular music
  3. Next steps: – categories – clock – music scheduling software

Tips & Saran buat MD

  1. Punya sense of "age"
  2. Wawasan luas dan pahami lirik
  3. Mengerti bahasa Inggris
  4. "Peka" tinggi terhadap pornografi/pornoaksi & SARA
  5. Cermati kandungan makna lagu
Demikian Lirik Lagu dan Pedoman Siaran Radio Televisi P3SPS KPI. Wasalam.*


Efek Media: Bagaimana Media Memengaruhi Pembacanya

0 Follow @romel_tea
Media memengaruhi pembaca. Berikut ini Pengertian dan Teori Efek Media: Bagaimana Media Memengaruhi Pembaca.

Efek Media: Bagaimana Media Memengaruhi Pembacanya
Ilustrasi Media Massa (Localstars)


Media massa --sering disingkat "media" saja-- dijuluki kekuatan keempat (the fourth estate), yaitu kekuatan sosial-politis setelah eksekutif (pemerintahan), legislatif (parlemen), dan yudikatif (lembaga hukum).

Istilah "Kekuatan Keempat" mengacu pada kapasitas media atau pers untuk membingkai isu-isu politik. Meskipun tidak diakui secara formal sebagai bagian dari sistem politik, media memiliki pengaruh sosial tidak langsung yang signifikan.

Ringkasnya, media massa memengaruhi pembaca. Bagaimana media memengaruhi pembaca atau pemberitaan media berdampak pada pembacanya dirumuskan para pakar komunikasi dalam konsep efek media (media effect) atau pengaruh media (media influece).

Pengertian Efek Media

Efek media massa adalah suatu kesan yang timbul pada pikiran khalayak akibat pesan (informasi) yang disampaikan media massa seperti surat kabar, radio, televisi, dan kini media siber (media online/situs berita) sebagai media baru

Perubahan pada pengetahuan, sikap, emosi, atau tingkah laku orang yang mengkonsumsi sajian media merupakan hasil paparan media yang dilakukan secara terus-menerus.

Media efek pasti bersifat perilaku atau sikap, yaitu mempengaruhi apa yang kita lakukan dan apa yang kita pikirkan. 

Terdapat beberapa pengertian tentang efek media yang dikemukakan oleh para ahli.

A. Lang menyatakan efek media sebagai “apa jenis isi pesan, (yang disampaikan) dalam jenis media apa, mempengaruhi khalayak yang mana, dan dalam situasi apa”.

Jennings Bryant dan Dolf Zillmann menyatakan efek media sebagai dampak sosial, budaya dan psikologis melalui media massa.

Elisabeth M. Perse menyatakan efek media sebagai “bagaimana mengontrol, atau memitigasi dampak media massa terhadap individu atau masyarakat”.

Konsep atau teori efek media pada intinya menyebutkan masyarakat dapat dipengaruhi oleh media massa. Apa yang disajikan media akan dinilai penting oleh pembaca, pendengar, atau pemirsa.

Berbagai penelitian menunjukkan, pesan-pesan media massa sangat berpotensi membawa perubahan pada diri audiens. Setidaknya, media memiliki kekuatan meneguhkan, jika bukan menciptakan perubahan atas diri khalayak. 

Teori klasik komunikasi massa mengatakan audiens pasif dalam menerima terpaan media massasehingga mereka seolah-olah tidak berdaya dalam menerima pesan-pesan media. 

Media dipandang sangat perkasa sehingga khalayaknya menerima begitu saja isi pesan media tanpa berusaha memeriksa tingkat kebenaran dan kepercayaannya. 

Kecenderungan sikap pasif khalayak seperti ini diasumsikan sebagai jalan masuk bagi kuatnya pengaruh media atas diri individu audiens.

Agar audiens tidak menelan mentah-mentah setiap sajian media, diperlukan literasi media sehingga audiens bisa menyeleksi media dan pesan-pesan yang dikonsumsinya.

Dengan literasi media, khalayak akan memahami seluk-beluk produksi, reproduksi, dan distribusi isi mediaKhalayak pun akan bisa memahami berbagai kepentingan di balik produksi isi media. 

Jenis-Jenis Efek Media

Efek media dalam mempengaruhi audiens dibagi menjadi dua bagian: 

1. Efek Primer 

Efek pimer yaitu efek yang ditimbulkan karena adanya terpaan, perhatian, dan pemahaman. Jika khalayak terus terkena terpaan media massa, maka efek yang ditimbulkan akan signifikan. 

2. Efek Sekunder 

Efek sekunder yaitu efek yang ditimbulkan karena adanya perubahan tingkat kognitif (perubahan pengetahuan dan sikap) dan perubaha perilaku (menerima atau memilih). 

Efek ini menggambarkan langsung efek media. Perilaku penerima pesan ada dibawah kontrol pemberi pesan.

Asumsi-asumsi efek media atau dampak komunikasi massa sebagai berikut: 
  1. Khalayak dapat dikontrol melalui pesan-pesan komunikasi massa. 
  2. Audiens dapat salah menerima informasi melalui pesan-pesan yang disampaikan media massa. 
  3. Secara individual, komunikasi massa bersifat terbatas. 
  4. Dapat mengurangi kebiasaan-kebiasaan rutin sehari-hari karena konsumsi media, misalnya memancing, bersepeda, atau jalan-jalan di taman. 
  5. Memungkinkan terjadinya perubahan dalam perilaku, sikap, dan kepercayaan audience.
Efek komunikasi massa diidentifikasi sebagai terjadinya perubahan pada individu atau kelompok khalayak setelah mengonsumsi pesan-pesan media massa. 

Umumnya dikaitkan dengan perubahan yang berdimensi kognitif, afektif, dan konatif. 

1. Efek kognitif. 

Efek kognitif berkenaan dengan fungsi informatif media massa. Informasi media massa dipandang sebagai tambahan pengetahuan bagi khalayak. 

Pengetahuan yang dimiliki khalayak dapat meningkatkan kesadaran pribadinya serta memperluas cakrawala berpikirnya. 

Seseorang yang mengkonsumsi media massa khususnya dalam bentuk isi pesan informasional akan dapat membantunya dalam menambah wawasan dan pengetahuannya. 

Informasi mengenai peristiwa, sosok, atau tempat-tempat tertentu yang disampaikan media massa menjadi referensi penting bagi khalayak. 

Informasi media menjadi modal pengetahuan yang bermanfaat bagi seseorang dalam mengetahui dan menginterpretasi diri sendiri dan lingkungannya. 

Namun, informasi yang disampaikan media massa adalah realitas yang telah dikonstruksi oleh para pekerja media, termasuk para gatekeeper, dan telah menjadi realitas media. 

Realitas media tidaklah sama dengan realitas sesungguhnya. Karenanya, realitas media disebut "realitas semu" (pseudo reality).

Berbagai dinamika dan kepentingan internal dan eksternal media massa mewarnai realitas bentukan media. 

Dengan demikian, realitas media merupakan realitas bentukan yang telah lebih dahulu mengalami seleksi dan interpretasi serta penyesuaian-penyesuaian tertentu. 

2. Efek Afektif. 

Efek afektif berkenaan dengan emosi, perasaan, dan attitude (sikap). Pesan-pesan media massa yang dikonsumsi khalayak membangkitkan sikap, perasaan, atau orientasi emosi tertentu. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi efek afektif adalah suasana emosional, skema kognitif, dan situasi terpaan media. 

Terkadang individu khalayak mengidentifikasi dirinya dengan sosok yang dilihatnya di media massa. Kecenderungan sikap dan perasaan khalayak juga terkait dengan pola dan cara pengidentifikasian diri khalayak terhadap sosok-sosok dalam isi media tersebut. 

3. Efek Konatif

Efek konatif merujuk pada perilaku dan niat untuk melakukan sesuatu menurut cara tertentu. 

Misalnya, seseorang membaca berita di surat kabar tentang sosok yang pantas dipilih dalam pemilihan kepala daerah (kognitif), kemudian orang tersebut yakin bahwa jika dalam pemilihan kepala daerah bersangkutan akan memilih sosok yang diketahuinya dari surat kabar yang dibacanya (afektif), dan pada saat pemilihan kepala daerah, dia memilih tokoh politik yang diketahui dan diyakini tersebut (konatif).

Teori Efek Media

Teori efek media dijelaskan dalam teori-teori komunikasi massa, yaitu komunikasi atau proses penyampaian pesan melalui media massa. 

1. Model Rangsangan-Reaksi

Disebut juga instinctive S-R theory oleh Melvin DeFleur (1975), teori Stimulus-Response Model ini memandang khalayak media atau khalayak massa sebagai khalayak yang pesimistis.

Teori S-R menyatakan, media menyajikan rangsangan atau stimuli perkasa yang diperhatikan secara seragam oleh massa. 

Rangsangan atau stimuli ini kemudian membangkitkan berbagai proses seperti desakan, emosi, atau proses lain yang hampir tidak dapat dikendalikan oleh individu. 

Tanggapan atau respon yang sama diberikan oleh setiap anggota khalayak pada rangsangan atau stimuli yang datang dari media massa. Teori atau model S-R menjadi acuan atau dasar bagi teori peluru atau teori jarum hipodermis (McQuail, 1987).

2. Teori Jarum Hipodermik 

Hypodermic Needle Theory disebut juga "Teori Peluru" (Magic Bullet Theory) dan “the concept of powerful mass media” (konsep kekuatan media).

Teori ini memandang media massa memiliki pengaruh yang kuat kepada khalayak media atau khalayak massa dan dapat secara sengaja mengubah atau mengontrol perilaku masyarakat. 

Dalam teori ini, khalayak digambarkan menjadi sasaran dari proses injeksi informasi yang ditembakkan oleh media massa dan khalayak tidak dapat menghindari atau menolak injeksi yang dilakukan oleh media massa.

3. Teori Dua Tahap (Two-step Flow)

Teori dua tahap menunjukkan efek media terjadi dalam pola dua tahap, dalam artian efek media terjadi sebagian besar karena interaksi yang dilakukan melalui komunikasi antar pribadi atau pengaruh interpersonal oleh pemuka pendapat kepada anggotanya.

4. Teori Disonansi Kognitif (Cognitive Dissonance)

Dalam psikologi, yang dimaksud dengan disonansi kognitif adalah pengalaman tidak menyenangkan atau tidak nyaman yang dirasakan oleh seseorang yang secara bersamaan memegang dua atau lebih gagasan, nilai serta kepercayaan yang saling bertentangan, atau ketika dihadapkan kepada infromasi yang bertentangan dengan gagasan, nilai serta kepercayaan yang dimiliki.

Teori yang digagas oleh Leon Festinger ini menyatakan bahwa individu berusaha menghindari perasaan tidak senang dan ketidakpastian dengan memilih informasi yang cenderung memperkokoh keyakinannya, sembari menolak informasi yang bertentangan dengan kepercayaan yang diyakininya.

5. Teori Terpaan Selektif (Selective Exposure Theory)

Teori ini menyebutka efek komunikasi massa terjadi melalui serangkaian faktor-faktor perantara, yaitu proses selektif yang meliputi persepsi selektif, terpaan selektif, dan ingatan selektif, dan proses kelompok, norma kelompok, dan kepemimpinan opini.

Teori terpaan selektif menggambarkan khalayak tidaklah pasif sebagaimana pandangan teori peluru. Khalayak sebagai sasaran berbagai macam isi komunikasi bersifat aktif dengan cara selektif memilih isi media.

6. Teori Belajar Sosial (Social Learning Theory)

Teori belajar sosial menyatakan bahwa khalayak belajar tidak hanya melalui pengalaman langsung, melainkan dari peniruan atau peneladanan. 

Ada empat tahapan yang harus dilalui dalam proses belajar sosial, yaitu perhatian, pengingatan, reproduksi, motoris, dan motivasional.

7. Teori Perbedaan Individu (Individual Differences Theory)

Teori perbedaan individu memandang bahwa media massa memberikan pengaruh yang berbeda-beda kepada masing-masing khalayak sesuai dengan karakteristik yang dimiliki oleh khalayak. 

Misalnya saja khalayak dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan dapat mudah menerima pesan-pesan yang berisi imbauan logis.

Selain tingkat pendidikan, karakteristik khalayak yang dapat mempengaruhi perbedaan efek media massa terhadap khalayak adalah usia, jenis kelamin, wilayah, tingkat intelektual, kelas sosio ekonomi, dan lain-lain yang dalam metode penelitian komunikasi disebut dengan aspek demografis .

8. Teori Uses and Gratifications

Teori uses and gratifications  didasarkan pada beberapa asumsi:
  • Khalayak memiliki motivasi dan tujuan dalam perilaku komunikasi mereka
  • Khalayak secara aktif memilih dan menggunakan media untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan mereka
  • Ketika memilih dan menggunakan media, khalayak dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial dan psikologis
  • Media harus bersaing dengan berbagai bentuk komunikasi lainnya untuk meraih perhatian, seleksi,dan penggunaan oleh khalayak
  • Khalayak dapat mengartikulasikan alasan-alasan mereka menggunakan media.
9. Teori Kultivasi (Cultivation Theory)

Teori kultivasi menitikberatkan pada efek jangka panjang dari terpaan televisi. Proposisi utama dari teori kultivasi adalah semakin banyak waktu yang digunakan oleh pemirsa untuk menonton televisi, maka pemirsa akan semakin percaya bahwa kenyataan sosial di sekitarnya adalah seperti yang digambarkan oleh televisi. 

Persepsi yang terbentuk ini dipengaruhi oleh berbagai macam gambar dan pesan-pesan ideologis yang dikirimkan melaui media televisi terkenal.

10. Teori Kesenjangan Pengetahuan (Knowledge Gap Theory)

Teori kesenjangan pengetahuan menggambarkan pengaruh jangka panjang media massa terhadap status sosial ekonomi khalayak. Teori ini memiliki hipotesis yaitu bertambahnya informasi yang disampaikan melalui media massa ke dalam sistem sosial menyebabkan segmen khalayak yang memiliki status sosio-ekonomi yang tinggi.

Hal ini menyebabkan kencenderungan untuk menyerap informasi lebih cepat dibandingkan dengan khalayak yang memiliki status sosioekonomi yang lebih rendah sehingga menyebabkan terjadinya kesenjangan dalam pengetahuan antara keduanya menjadi lebih besar bukan sebaliknya.

11. Teori Spiral Keheningan (Spiral of Silence Theory)

Teori spiral keheningan didasarkan pada gagasan bahwa masyarakat yang merupakan minoritas dalam khalayak luas tidak akan berbicara untuk melawan kaum mayoritas guna menghindari resiko diisolasi atau penolakan oleh masyarakat sekitarnya. 

Pola perilaku seperti ini menjalar kepada yang lainnya, yang mungkin dengan suara yang lebih moderat, untuk tetap diam saat mereka meyakini bahwa sebagian besar orang setuju dengan sudut pandang mayoritas.

12. Teori Agenda Setting (Agenda Setting Theory)

Teori agenda setting menggambarkan bagaimana pemilihan topik serta frekuensi pemberitaan oleh media massa berpengaruh terhadap arti penting topik-topik tersebut bagi khalayak umum. Isu yang diangkat media dianggap penting oleh pembaca.

Menurut teori agenda setting, media mengatakan apa yang penting kepada khalayak bukan apa yang dianggap penting oleh khalayak. 

Tingkat perhatian yang diberikan terhadap suatu isu dalam media mempengaruhi tingkatan pentingnya isu tersebut bagi konsumen media massa.

Teori ini menilai media dapat mengubah persepsi khalayak terhadap apa yang penting. Teori agenda setting awalnya lebih berpusat pada isu-isu politik.

Pada akhirnya, agenda setting melahirkan atau menentukan kebijakan publik (public policy).
  • Agenda Setting
  • Public Agenda
  • Policy Agenda
  • Political Agenda
  • Public Policy
Agenda Setting


13. Teori Framing (Framing Theory)

Teori framing berkaitan dengan agenda setting. Teori framing menggambarkan bagaimana media membingkai atau mengemas sebuah isu atau peristiwa untuk membangun opini publik. 

Teori ini umumnya digunakan untuk merencanakan media kampanye periklanan, manajemen humas (public relations), dan komunikasi politik.

Teori framing menggambarkan kemampuan media untuk memanipulasi intepretasi khalayak terhadap pesan-pesan media yang disampaikan dengan menggunakan fakta-fakta atau pendapat.

14. Teori Proses Informasi Sosial (Social Information Processing)

Teori proses informasi sosial menjelaskan komunikasi interpersonal daring (online) tanpa adanya petunjuk nonverbal yang berkembang dan pengelolaan hubungan dalam lingkungan komunikasi bermedia komputer (computer-mediated communication).

Komunikasi bermedia komputer merujuk pada komunikasi yang terjadi melalui bentuk bermedia komputer seperti pesan instan, surat elektronik, ruang percakapan, dan lain-lain. 

Dalam lingkungan komunikasi bermedia komputer, hubungan interpersonal membutuhkan waktu lebih banyak untuk berkembang dibandingkan dengan komunikasi tatap muka.

Teori ini berpendapat bahwa hubungan interpersonal secara daring mendemonstrasikan dimensi hubungan dan kualitas yang sama dengan komunikasi tatap muka. 

Hubungan secara daring ini dapat membantu memfasilitasi interaksi yang tidak terjadi dalam komunikasi tatap muka dikarenakan berbagai faktor seperti faktor geografi dan kecemasan dalam kelompok.

15. Social Identity Model of Deindividuation Effects

Teori social identity model of deindividuation effects (SIDE) menjelaskan efek anonimitas dan kemampuan mengidentifikasi terhadap perilaku kelompok.

16. Teori Catharsis

Teori ini berpendapat bahwa media yang menampilkan seks dan kekerasan memiliki dampak positif misalnya dengan membiarkan orang yang anti-sosial hidup bebas di dalam imajinasi mereka yang ada pada dunia nyata.

17. Teori Kritis

Teori kritis dari dampak atau efek media lebih fokus pada efek perilaku setiap individu dan selebihnya pada dampak atau efek terhadap budaya dalam skala yang besar.

Demikian pengertian Efek Media dan Bagaimana Media Memengaruhi Pembacanya. Dirangkum dari berbagai sumber.

Referensi Teori Efek Media
  • Cangara, Hafied., (2005). Pengantar Ilmu Komunikasi, Cetakan Keenam, Januari 2005. PT. Raja Grafindo Persada-Jakarta.
  • Nurudin. 2003. Komunikasi Massa. Malang : Cespur, Pustaka Pelajar, Yogyakarta
  • Denis McQuail, Teori Komunikasi Massa Suatu Pengantar Edisi kedua, Jakarta :Penerbit Erlangga 

Asuransi Penyakit Kritis dan Urgensinya Saat Ini

0 Follow @romel_tea
Asuransi Penyakit Kritis dan Urgensinya Saat Ini


Pada masa sekarang, banyak yang sudah menaruh perhatian besar pada kesehatan mereka dengan mengikuti program asuransi penyakit kritis seperti mendaftar pada produk PFI untuk asuransi penyakit kritis

Hal tersebut tidak mengherankan sebab kini, asuransi mampu membantu mereka yang kurang mampu sehingga bisa mereka bisa merasa keringanan atas biaya yang harus dikeluarkan.

Alasan Mengapa Wajib Memiliki Asuransi Penyakit Kritis

1. Penyakit Kritis Bisa Diderita oleh Siapa Saja

Hal yang menjadi alasan paling utama mengapa masyarakat harus sudah mempersiapkan asuransi penyakit kritis adalah karena penyakit kritis adalah penyakit yang tidak bisa diprediksi sebelumnya. Penyakit ini dapat menyerang siapapun dan kapanpun, meski orang tersebut sudah menerapkan pola hidup yang sehat dan sesuai dengan aturan sekalipun.

Tidak hanya menyerang masyarakat biasa, namun penyakit kritis yang terdiri atas beragam penyakit mematikan yang mengancam nyawa manusia tersebut juga bisa diderita oleh orang dengan kekayaan yang sangat tinggi atau rendah. Untuk masyarakat yang memiliki kekayaan tinggi, mungkin apabila terkena penyakit tersebut tidak terlalu bermasalah.

Akan tetapi, hal tersebut berbeda dengan masyarakat yang masih kekurangan secara ekonomi sehingga mereka mau tidak mau juga harus mempersiapkan kemungkinan terburuk apabila mereka ataupun anggota keluarga tiba-tiba jatuh sakit karena terkena penyakit kritis tersebut. Dengan mempersiapkan hal tersebut, maka mereka pun tentu akan merasa lebih tenang dan siap.

2. Menjadi Jaminan Saat Dirawat di Rumah Sakit

Biaya untuk pengobatan penyakit kritis di rumah sakit saat ini masih sangat tinggi, yakni berkisar antara 50 juta rupiah. Demi meringankan beban biaya tersebut, menggunakan jasa asuransi yang berfokus pada penyakit kritis menjadi salah satu pilihan yang tepat.

3. Biaya yang Dikeluarkan Sehari-Hari Masih Terjangkau

Kini, tidak ada lagi alasan yang bisa dijadikan sebagai dalih ketika ingin menggunakan jasa asuransi untuk penyakit kritis. Hal ini karena biaya yang perlu dikeluarkan sehingga mampu memenuhi syarat untuk menjadi pengguna jasa asuransi masih cukup terjangkau, untuk itulah tidak perlu harus merasa khawatir untuk menjual aset-aset berharga lain hanya untuk memenuhinya.

Sebagai contoh, produk PFI untuk asuransi penyakit kritis telah menetapkan harga premi yang sangat murah dan bersahabat terhadap mereka yang masih belum berkecukupan. Bagi mereka yang ingin mendaftar sebagai pengguna jasa ini, mereka hanya perlu membayar premi sebesar 5 ribu rupiah saja per harinya. Karena biayanya yang murah, banyak pihak yang mengincar penyedia jasa ini.

4. Keluarga Memperoleh Santunan Apabila Pasien Meninggal

Ketika anggota keluarga terkena penyakit kritis, mayoritas orang pasti akan merasa terpukul dan terkadang akan merasa kehilangan harapan atas masa hidupnya. Selain biaya perawatan yang sangat tinggi di rumah sakit, biaya yang harus dikeluarkan untuk proses pemakaman pun tentu tidak akan murah sebab ada beragam hal yang juga wajib dipenuhi terlebih dahulu.

Apabila menggunakan jasa asuransi untuk penyakit kritis, maka keluarga setidaknya akan merasa tidak terlalu terbebani setelah pasien atau anggota keluarga mereka yang dirawat karena penyakit tidak bisa diselamatkan atau meninggal dunia. Keluarga akan mendapat santunan kematian dengan jumlah yang tinggi untuk membantu mereka yang sudah kehilangan, dengan biaya sekitar 500 juta rupiah.

Tidak ada yang mengetahui apa saja hal yang terjadi di masa depan, sehingga perlu persiapan untuk menghadapinya. Karena itu, menggunakan asuransi penyakit kritis dapat membantu mencapai hal tersebut.*

Tren SEO 2021 untuk Meningkatkan Jumlah Pengunjung Blog atau Website

0 Follow @romel_tea

Tren SEO 2021 untuk Meningkatkan Jumlah Pengunjung Blog atau Website


BLOGGING
bukan sekadar membuat blog dan membuat postingan atau menulis konten. Ngeblog juga melibatkan SEO yang harus diterapkan untuk meningkatkan jumlah pengunjung blog atau website.

SEO adalah pengoptimalan mesin telusur agar blog mudah dirambah, diindeks, dan diperingkat oleh mesin pencari, khususnya Google. SEO singkatan dari Search Engine Optimization.

Berikut ini 10 Tren Penting SEO 2021 yang Harus Anda Ketahui sebagaimana dirilis SEJ. Konten masih menjadi raja. Content is still the king! Konten blog harus unik dan bermanfaat atau dicari pengguna internet.

Postingan panjang (long post) dan blog ramah seluler (mobile friendly) ada di peringkat tren SEO 2021 berikutnya. 

Karenanya, pastikan artikel Anda lengkap, detail, lengkapi dengan gambar, video, dan link, serta gunakan template blog ramah seluler.

Mari kita simak dan coba terapkan trend SEO 2021 di bawah ini, termasuk SEO bagi website bisnis atau toko online (e-commerce, online shop).

10 Tren SEO 2021 

Menurut Direktur SEO Path Interactive, Lily Ray, yang terpenting, strategi SEO yang hebat harus dimulai dengan menempatkan diri Anda pada posisi pengguna dan bertanya pada diri sendiri apakah kontennya benar-benar berharga, mereknya dapat dipercaya, dan situs webnya mudah digunakan (terutama di seluler).”

Tetapi masih banyak lagi yang harus digali ketika kita berbicara tentang SEO pada tahun 2021.

Jadi, strategi dan taktik SEO apa yang akan berhasil dan membantu Anda mendominasi di SERP dan mendapatkan lebih banyak pendapatan di tahun 2021?

Sebanyak 42 profesional SEO top membagikan tips SEO terbaiknya. SEJ meringkasnya menjadi 10 tren.

Berikut adalah 10 tren teratas yang perlu Anda ketahui pada tahun 2021, menurut para ahli.

Tren #1: Fokus pada Pengguna + Maksud Pencarian

Pada tahun 2021, saatnya untuk memfokuskan pengguna dan maksud pencarian.

Meskipun ini bukan tren atau konsep baru, setiap tahun penting untuk memfokuskan kembali karena niat dan perilaku pencari berubah setiap saat. Apalagi setelah tahun 2020 ketika begitu banyak perubahan yang begitu cepat.

“Pada intinya, Google (dan mesin pencari lainnya) adalah tempat yang dituju ketika orang ingin menjawab pertanyaan atau mempelajari lebih lanjut tentang sesuatu,” kata Jenn Mathews, Manajer SEO, GitHub. 

“Ketika kami memahami sifat mengapa orang mencari dan membantu mereka dengan konten yang memberikan jawaban yang mereka cari, maka bisnis kami mendapat manfaat darinya.”

Jadi apa artinya ini bagi upaya SEO Anda di tahun 2021?

Menurut Britney Muller, Konsultan SEO & Mahasiswa Ilmu Data, Britney Muller LLC, itu berarti para ahli SEO perlu beralih dari praktik terbaik tradisional yang akan mengurangi nilai karena algoritme menjadi lebih kuat (misalnya, mencoba menulis deskripsi meta untuk setiap halaman) dan lebih fokus pada pemahaman yang lebih baik tentang apa yang terjadi dalam SERPs/maksud pencari.

“Google menampung informasi dunia dan mereka tahu apa yang dicari oleh mayoritas orang yang mencari ‘x’,” kata Muller. 

“Memperhatikan hasil pencarian lebih dekat akan memberi para ahli SEO langkah maju dalam menciptakan konten kompetitif dengan cara yang diinginkan pencari untuk mengkonsumsinya.”

Banyak pakar SEO kami yang lain setuju dengan Muller. Ini termasuk Andrew Dennis, Spesialis Pemasaran Konten, Page One Power.

“Google sudah menunjukkan kepada Anda hasil mana yang dianggapnya melayani niat pengguna, gunakan data ini untuk strategi Anda sendiri,” kata Dennis. 

“Bagi saya, analisis SERP akan menjadi praktik penting tidak hanya pada tahun 2021, tetapi bergerak maju seiring perubahan maksud pencarian dan Google terus menjadi lebih canggih untuk mengikutinya.”

Jelas bagi Marie Haynes, CEO, Marie Haynes Consulting Inc., bahwa jika Anda ingin menang di SEO pada tahun 2021, Anda harus melakukan pekerjaan luar biasa dalam menyediakan informasi kepada pengguna.

“Google akan menjadi lebih baik dalam mengenali ketika seorang pencari mencari saran ahli dan akan memberi peringkat posting tersebut di atas artikel yang ditulis oleh penulis konten yang kurang E-A-T,” kata Haynes. 

“Pro SEO yang akan sukses pada tahun 2021 adalah mereka yang benar-benar dapat memahami bagaimana memenuhi kebutuhan pencari.”

Bagaimana?

Berikut saran dari Adam Riemer, Presiden di Pemasaran Adam Riemer:

“Merek harus melupakan diri mereka sendiri dan melayani pengunjung mereka.

Ini termasuk naskah atau tulisan yang membahas kebutuhan dan kekhawatiran pengunjung, dan bukan postingan yang berbicara tentang produk Anda, perusahaan Anda, atau mengapa produk Anda bagus.

Situs web cepat yang merender dan menstabilkan dengan cepat.

Tidak membuat orang bekerja untuk menemukan konten Anda atau menghabiskan uang dengan Anda. Tidak ada pop-up paksa, pendaftaran, dll.”

Dengan Google yang lebih berfokus pada kepuasan pengguna, Steven van Vessum, Wakil Presiden Komunitas, ContentKing, mengatakan bahwa lebih penting dari sebelumnya untuk fokus mempelajari apa yang dicari pengguna.

“Dalam hal jawaban yang sebenarnya – tetapi juga jenis konten pilihan mereka (misalnya, video, podcast, atau PDF),” kata van Vessum. 

“Karena mencari tahu maksud pengguna kueri dengan tangan sangat memakan waktu, alat penelitian kata kunci yang memungkinkan kami melakukan ini dengan cepat dalam skala besar akan menyusul yang tidak.”

Alexander Kesler, CEO, INFUSEmedia, menawarkan beberapa saran tambahan untuk memahami maksud pencarian pembeli ideal Anda dan mendorong pendapatan yang berarti bagi organisasi Anda.

“Analisis data pencarian dan perjalanan di tempat dari setiap prospek yang diperoleh secara organik – tidak hanya istilah pencarian yang mereka gunakan untuk menemukan konten Anda, tetapi juga pencarian di tempat dan kata kunci yang disorot untuk semua halaman yang mereka kunjungi,” kata Kesler. “Gabungkan data itu dan petakan ke perjalanan konten.”

Tren #2: Analisis Pelanggan, Retensi & Nilai Seumur Hidup

SEO dulu (kebanyakan) tentang mengarahkan trafik atau pengunjung. Tapi SO telah berkembang menjadi lebih banyak lagi.

Seperti dicatat oleh Miracle Inameti-Archibong, Head of SEO, Erudite, tahun 2021 Anda akan didorong makin banyak untuk membuat trafik Anda harus bekerja lebih keras untuk menutup kesenjangan pendapatan.

Jadi, pada tahun 2021, data analitik perilaku akan menjadi komoditas terpanas.

“Dengan Google berkembang lebih cepat dan lebih cepat untuk memberikan kepuasan instan, mengambil tanggung jawab di luar kunjungan, serta menggabungkan UX, konversi, dan pendapatan menjadi lebih penting,” kata Inameti-Archibong. 

“Volume kata kunci akan mengambil kursi belakang dan itu akan menjadi lebih banyak analisis perilaku – apa yang dilakukan pelanggan Anda, bagaimana mereka melakukannya, dan bagaimana kami dapat membuat mereka melakukan lebih banyak dengan lebih cepat – dan merekayasa balik itu ke konten yang Anda hasilkan .”

John McAlpin, Direktur SEO, Cardinal Digital Marketing, setuju. Dia menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah menunjukkan kepada kita bahwa penelitian kata kunci (keywords) tidak selalu membantu ketika dunia terus berubah.

“Untuk membedakan diri kami, kami akan melihat para ahli SEO melakukan riset kata kunci dan meningkatkan riset pengguna pihak pertama,” kata McAlpin. “Penelitian ini membuka peluang tersembunyi dengan penawaran layanan dan ide konten yang mungkin tidak diberitahukan oleh penelitian kata kunci kepada kami.”

Dengan lebih sedikit dolar untuk digunakan, bisnis perlu lebih fokus pada retensi pelanggan dan meningkatkan nilai seumur hidup pelanggan (LTV) daripada sebelumnya, kata Stephan Bajaio, Chief Evangelist dan Co-Founder, Conductor.

“Konten pasca-akuisisi Anda harus menjawab pertanyaan, kekhawatiran, dan kebutuhan yang diungkapkan pelanggan Anda dalam pencarian dan Anda harus menunjukkan istilah tersebut. Jika tidak, Anda akan mengambil risiko orang lain mempengaruhi mereka dari merek Anda, ”kata Bajaio. 

“Ini tentang memahami pelanggan Anda dengan sebaik-baiknya dan memberi mereka konten yang berharga, atau berisiko kehilangan mereka kepada seseorang yang lebih memahami mereka… diperkenalkan kepada mereka oleh teman tepercaya mereka, Google.”

Izzi Smith, Analis Teknis SEO, Ryte, memperluas ide ini. Dia mendorong perusahaan untuk menyediakan layanan pelanggan dan swadaya yang lebih kuat secara online.

“Pertama-tama, buat proses dengan staf penjualan dan dukungan untuk memastikan bahwa Anda mengetahui pertanyaan atau permintaan penting dan masuk yang dapat diselesaikan dengan artikel bantuan,” kata Smith.

“Gali data kata kunci Google Search Console Anda dengan pengubah pertanyaan umum untuk menemukan topik relevan yang sudah ada yang harus dipenuhi. Pastikan ini dijawab secara ringkas dan faktual dan dipublikasikan ke halaman topik FAQ terkait, ”tambahnya.

Intinya, menurut Smith: “Pusat bantuan dan bagian FAQ harus dibuat dengan UX di bagian paling depan, dan tidak boleh menjadi satu halaman pertanyaan yang tidak dapat digerakkan.”

Salah satu kunci untuk menarik dan mempertahankan pelanggan bermuara pada satu kata: nilai (value).

Itu sebabnya Julia McCoy, CEO, Express Writers / Educator, Content Hacker, mengatakan Anda harus menjadikan nilai sebagai fokus utama pada tahun 2021. Sebagian besar berasal dari konten Anda.

"Lebih mudah dari sebelumnya untuk kehilangan pemahaman tentang alasan sebenarnya kami mempertahankan kepercayaan dan perhatian audiens kami: dengan memberi mereka nilai," kata McCoy. 

“Kami mempertahankan minat dan membangun kepercayaan dengan pembaca kami ketika konten kami adalah bagian paling komprehensif, praktis, dan berguna yang pernah mereka gunakan untuk berinteraksi saat menelusuri Google. Konten semacam itu membutuhkan fokus, waktu, komitmen, investasi, untuk dibuat.”

Tren #3: Optimasi SERP Merek, Grafik Pengetahuan & Entitas

Pada tahun 2021, pelacakan SERP merek dan panel pengetahuan akan menjadi norma, menurut Jason Barnard, The Brand SERP Guy, Kalicube.pro.

“Pada tahun 2021, kenyataan bahwa pencarian berbasis entitas dimulai dengan pemahaman Google yang percaya diri tentang siapa Anda, apa yang Anda tawarkan, dan audiens apa yang Anda layani akan mendapatkan daya tarik yang sangat besar,” kata Barnard. 

“Pemasar yang cerdas akan benar-benar memahami dengan melihat merek mereka sebagai suatu entitas dan mulai bekerja dengan sungguh-sungguh untuk memahami pemahaman Google tentang bagian 'siapa Anda' dari trio itu dengan membuat atau meningkatkan kehadiran mereka di Grafik Pengetahuan.

Faktanya, Nik Ranger, Pakar SEO, berpikir bahwa kita mungkin mulai melihat grafik pengetahuan yang dipersonalisasi mulai tahun 2021.

“Google memiliki akses ke begitu banyak informasi tentang Anda, riwayat pencarian Anda, email, media sosial, dan jenis informasi pengguna lainnya sehingga mereka memiliki kemampuan dan sarana untuk mengukur grafik pengetahuan yang dipersonalisasi,” kata Ranger. 

“Kualifikasi hubungan antara legitimasi kredensial penulis dengan konten, selain cara Google memandang nilai dari konten, akan semakin penting.”

Apa artinya semua ini untuk SEO Pada tahun 2021?

Ini berarti mengoptimalkan seluruh keberadaan digital merek Anda (misalnya, saluran YouTube Anda, gambar) dan bagaimana Google menampilkannya, kata Patrick Reinhart, VP Digital Strategies, Conductor.

“Saat ini bukan hanya tentang situs web Anda, ini tentang semua properti yang Anda miliki dan bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain di SERP,” kata Reinhart. “Jika mereka semua bersatu melalui berbagai cuplikan, apakah itu menceritakan kisah yang bagus tentang merek Anda?”

Tren #4: Data Web Inti & Pengoptimalan Pengalaman Halaman

Dengan Google memperkenalkan Core Web Vitals sebagai faktor peringkat pada tahun 2021, metrik pengalaman halaman tidak lagi dapat diabaikan, menurut Areej AbuAli, Manajer SEO, Zoopla.

“Situs web dan bisnis perlu diprioritaskan untuk memastikan mereka tidak tertinggal dari pesaing mereka,” kata AbuAli. 

“Manfaatkan wawasan yang diberikan melalui alat seperti Lighthouse dan Crux API. Semuanya, mulai dari kecepatan halaman, keramahan seluler, rendering, pengoptimalan gambar, dan protokol keamanan perlu dioptimalkan.”

Selain itu, Rachel Costello, Konsultan SEO Teknis, Builtvisible, mengatakan kita harus melihat bagaimana sebuah halaman membuat pengguna merasa, bukan hanya apakah halaman tersebut dapat diakses dan dipahami oleh crawler mesin pencari.

“Ini akan melibatkan kami mengambil pendekatan yang berpusat pada pengguna dengan upaya pengoptimalan kami, termasuk fokus yang tajam pada:

  • Seberapa cepat dan lancar halaman dimuat.
  • Seberapa cepat halaman menjadi responsif terhadap interaksi pengguna.
  • Betapa mudahnya situs web digunakan dan dinavigasi di perangkat seluler.
  • Keamanan dan keamanan koneksi situs saat pengguna menjelajahinya.

“Memasukkan pengalaman halaman ke dalam alur kerja SEO Anda tidak hanya akan membantu membuktikan kinerja dan peringkat situs web Anda di masa depan sebelum pembaruan algoritme yang akan datang, tetapi juga dapat membantu meningkatkan UX dan konversi sekarang,” kata Costello.

Anda juga perlu memastikan bahwa Google dapat mengakses konten terbaik di situs Anda dari mana saja – dan memastikan situs Anda memiliki antarmuka pengguna yang jauh lebih baik daripada pesaing Anda, kata Jess Peck, Konsultan Analisis Senior, CVS.

“Ukur, uji, dan gunakan pembelajaran mesin untuk melihat konten Anda – ini akan memberi Anda keuntungan besar,” kata Peck. “Fokus Google pada Core Web Vitals menunjukkan bahwa mereka mulai mengukur seberapa mengganggu situs, jadi berikan pengalaman yang menyenangkan kepada pengguna Anda dan Google akan melakukan hal yang sama untuk Anda.”

Tren #5: Semua SEO Adalah SEO Seluler

Memastikan konten/situs web Anda berkinerja baik dari perspektif seluler juga harus terus menjadi titik fokus karena di sinilah sebagian besar pencarian dilakukan, kata Jeff Riddall, VP Product and Customer Success, Mintent.

“Jenis pengalaman apa yang dimiliki pengguna Anda saat mengakses konten Anda dan mencoba menemukan jawaban di perangkat seluler mereka?” dia berkata.

Itu sebabnya Brock Murray, Co-founder, seoplus+, mengatakan bahwa fokus besar SEO pada tahun 2021 haruslah pengalaman pengguna perangkat seluler (UX)

“Hal terbaik yang dapat Anda lakukan ketika datang ke UX seluler adalah memikirkan pengguna terlebih dahulu,” kata Murray. “Kesederhanaan dalam desain Anda adalah kuncinya. Juga, pastikan untuk mempersonalisasi konten dan elemen situs web berdasarkan pengguna Anda.”

Tetapi ada banyak lagi alasan mengapa semua SEO sekarang menjadi SEO seluler, seperti yang dijelaskan oleh Shelly Fagin, Direktur dan Pendiri SEO, Sangat Dicari, Inc.

“Google pada dasarnya akan mengabaikan situs desktop Anda. Situs seluler Anda akan menentukan peringkat Anda,” kata Fagin.

Jadi, jika Anda berfokus untuk memenuhi persyaratan minimum agar dianggap sebagai yang mengutamakan seluler, tahun 2021 adalah tahun untuk mengalihkan fokus Anda untuk meningkatkan pengalaman itu bagi pengguna Anda.

“Jangan hanya puas dengan mendapatkan skor kelulusan dan menganggapnya sebagai pekerjaan yang dilakukan dengan baik,” kata Fagin. 

“Saatnya untuk meninjau halaman Anda dengan cermat dan memastikannya intuitif bagi pengguna Anda, mudah dinavigasi, dan Anda tidak menyembunyikan konten dan gambar berharga di perangkat mobile."

“Tidak apa-apa untuk memiliki pengalaman yang berbeda antara desktop dan seluler, tetapi penting untuk diketahui bahwa Google tidak akan lagi memberi peringkat pengalaman desktop dan seluler Anda secara berbeda,” tambahnya. 

“Jika Anda masih memiliki situs seluler yang terpisah, sekarang mungkin saatnya untuk mempertimbangkan kembali untuk bermigrasi ke situs yang responsif seluler.”

Tren #6: Nilai, Adopsi & Jalankan Ex

Pada tahun 2021, bersiap untuk bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk menilai, mengadopsi, dan melaksanakan, menurut Motoko Hunt, Presiden & Konsultan Pemasaran Penelusuran Internasional, AJPR.

Sementara keterampilan dan pengetahuan dasar masih penting, otak Anda harus fleksibel untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat.

“Berpikir di luar kotak akan menjadi lebih penting dari sebelumnya. Peluang bisnis masih terbuka. Jika tidak seperti biasanya, Anda hanya perlu menemukan ke mana mereka pergi,” kata Hunt.

Penting juga untuk proaktif pada tahun 2021, kata Corey Morris, Chief Strategy Officer, Voltage.

“Mungkin ini lebih merupakan tema atau pola pikir daripada tren – tetapi melihatnya sebagai kebutuhan yang diakui dan sesuatu yang dicapai banyak orang menjadikannya tren bagi saya,” kata Morris. “Sekarang adalah waktunya untuk mengatur, membangun rencana, mengembangkan proses, dan maju.”

Pergeseran ke SEO yang lebih strategis akan sangat penting untuk tetap relevan dan tetap menjadi perhatian konsumen pada tahun 2021, kata Andy Betts, Penasihat & Konsultan Penelusuran dan Digital. Dia merekomendasikan untuk mengubah pendekatan Anda dari fokus tunggal pada perilaku konsumen saja ke proses ganda yang melibatkan pemahaman pasar di mana konsumen ini beroperasi terlebih dahulu.

“Ambil pendekatan yang lebih strategis dan terpadu untuk memahami apa yang terjadi di pasar, di mana permintaan telah berubah secara historis, dan di mana ia berubah secara real-time,” kata Betts. 

“Ambil pendekatan konsultatif untuk memahami bagaimana faktor ekonomi, sosiologis, dan psikologis memengaruhi permintaan pencarian dan kemudian melihat pemahaman perilaku dan niat konsumen pada tingkat yang terperinci. Manfaatkan semua alat, platform, dan sumber intelijen bisnis yang Anda inginkan.”

Tren #7: Lebih Banyak Otomatisasi

Jika kita melihat kembali meningkatnya jumlah tugas SEO yang dapat kita otomatisasi pada tahun 2020 (pembuatan data terstruktur, konten berkualitas, dll.), kemungkinan untuk tahun 2021 akan membingungkan, kata Hamlet Batista, CEO, RankSense

“Harapannya kualitas dan kuantitas konten yang dihasilkan AI meningkat secara dramatis. Ini pasti akan menciptakan tantangan yang lebih besar bagi mesin pencari untuk menjauhkan spam dari indeks,” kata Batista. 

“Otomasi human-in-the-loop untuk memastikan nilai tinggi bagi pengguna pencarian akan menjadi fokus utama untuk menghindari penalti dan tetap kompetitif.”

Jesse McDonald, Ahli Strategi SEO Global | Optimasi Lead, IBM, percaya salah satu tren terbesar dalam SEO untuk tahun 2021, terutama dalam peran internal, adalah fokus berkelanjutan untuk menciptakan solusi yang lebih skalabel untuk pengoptimalan yang memanfaatkan otomatisasi.

“Selama beberapa tahun terakhir, semakin banyak alat industri terkemuka yang digunakan banyak praktisi SEO dalam pekerjaan sehari-hari mereka telah merilis fungsionalitas otomatis untuk meluncurkan perubahan situs. Ini hampir seperti menambahkan anggota lain dari bagian eksekusi tim, ”kata McDonald.

“Implikasi dari ini sangat menarik untuk peran in-house karena dapat membantu menerapkan elemen buah yang menggantung rendah tanpa harus membenarkan pentingnya perubahan untuk pindah ke puncak jadwal sprint,” tambahnya. 

“Dengan demikian, membebaskan SEO untuk fokus pada elemen strategis tambahan untuk meningkatkan kinerja situs.”

Tren #8: Perubahan Tata Letak & Fungsionalitas SERP

Dave Davies, Duke of URL, Beanstalk Internet Marketing, mengharapkan untuk melihat perubahan besar pada seluruh cara konten dilihat dan ditata di situs web berubah – berkat Google Passage Ranking.

“Mengapa memiliki halaman pada topik umum, dan sub-halaman pada spesifik, ketika Anda dapat memiliki satu halaman panjang untuk itu semua dan mengetahui bahwa Google akan mengarahkan pengguna ke mana mereka harus pergi? Bukankah itu yang terbaik dari kedua dunia? Dan mereka melakukan hal serupa di video.

Cindy Krum, CEO & Pendiri, MobileMoxie, telah membicarakan hal ini – yang dia sebut sebagai pengoptimalan Fraggle – untuk sementara waktu sekarang. Dan dia mengatakan melakukan sesuatu untuk membantu Google mengidentifikasi dan memberi peringkat pada bagian akan menjadi tren SEO baru yang besar pada tahun 2021.

“Fraggles (atau bagian) penting karena mereka benar-benar meningkatkan kemampuan Google untuk menemukan dan mengangkat dengan tepat informasi yang dicari pengguna,” kata Krum. “Halaman yang kuat dan struktur skema membantu pengoptimalan Fraggle/bagian, tetapi kemungkinan juga penting untuk memiliki teks yang mudah dievaluasi oleh pemrosesan bahasa alami dan memiliki skor keterbacaan yang tinggi.”

Tren #9: Konten Panjang

Ron Lieback, CEO/Pendiri, ContentMender, mengatakan salah satu tren untuk membantu Anda mengungguli pesaing Anda akan secara konsisten menerbitkan konten atau tulisan panjang yang menarik bagi pedoman E-A-T Google, serta emosi.

“Sepanjang tahun 2020, saya secara konsisten menyaksikan blog lebih dari 2.000 kata secara dramatis mengungguli blog dengan 1.000 kata atau kurang,” kata Lieback.

“Berharap tren konten bentuk panjang ini berlanjut pada tahun 2021, dan karena semakin banyak situs web mengikuti tren ini, panjangnya akan semakin besar – bahkan mungkin menuju angka 2.500-3.000 untuk sebuah blog berperingkat lebih baik dari yang lain.”

Tren #10: Skalabilitas SEO

2021 harus menjadi tahun Anda untuk membangun skalabilitas ke dalam SEO Anda jika Anda ingin menjadi yang terdepan dalam persaingan, menurut Mark Traphagen, Wakil Presiden Pemasaran dan Pelatihan Produk, seoClarity.

Bagaimana? Traphagen membagikan tiga tips ini:

Buat daftar semua tugas, proses, dan alur kerja yang Anda lakukan secara rutin. Tentukan langkah mana yang dapat diotomatisasi atau ditangani lebih baik dengan menggunakan alat.

Siapkan sistem peringatan yang memantau perubahan signifikan pada hal-hal seperti peringkat kata kunci penting Anda, membalik peringkat URL untuk kata kunci yang sama (kanibalisasi URL, memakai keyword yang sama pada dua atau lebih halaman website), perubahan konten halaman, perubahan URL, dll.

Tetapkan SoP (Standard Operating Procedures) untuk tugas rutin apa pun yang tidak dapat Anda otomatisasi sehingga tim Anda tidak membuang waktu untuk menemukan kembali cara melakukannya setiap kali tugas tersebut perlu dilakukan.

Itu dia trend SEO 2021. Jangan abaikan dasar SEO seperti link internal dan eksternal dalam postingan dan SEO gambar --nama file, alt text, dan ukuran gambar.*


Materi Pelatihan Kehumasan, Training Public Relations

0 Follow @romel_tea

Materi Pelatihan Kehumasan, Jurnalistik Web, dan Manajemen Konten


SEBUAH
Event Organizer (EO) di Jakarta pelatihan mengundang saya jadi pemateri pelatihan kehumasan atau humas (hubungan masyarakat).

Dalam training Public Relations (PR) dengan format "Inhouse Training" di sebuah lembaga pemerintah itu, saya diminta membahas tema atau materi sebagai berikut:

  1. Memanfaatkan Media Sosial dalam Kehumasan 
  2. Mengenali Berita dan Karakteristiknya
  3. Teknik Mencari Berita (News Gathering) 
  4. Manajemen Konten dan Jurnalistik Web.

Memanfaatkan Media Sosial dalam Kehumasan 

Materi pertama jelas merupakan humas online. Saya sudah menulis bukunya, Humas Online: Panduan Praktis Cyber PR.

Semoga peserta yang nota bene humas lembaga pemerintah sudah membaca Pedoman Umum Tata Kelola Kehumasan di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Terkait materi "Memanfaatkan Media Sosial dalam Kehumasan", sudah ada panduan resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara yaitu Permen-PAN RB No. 83 Tahun 2021 tentang Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah.

Jadi, tentang pemanfaatan medsos ini, saya tinggal ajak peserta berdiskusi atau sharing tentang teknis pelaksanaannya. Sudah jelas banget panduannya kok!

"Humas Pemerintah harus mampu memanfaatkan media sosial untuk meraih perhatian dan dukungan khalayak luas serta tidak lagi semata-mata bertahan dengan cara-cara komunikasi yang konvensional."

"Dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, humas pemerintah menggunakan berbagai bentuk media komunikasi berbasis internet, seperti situs, portal berita, blog, dan media sosial."

Intinya, humas pemerintah harus mengoptimalkan situs web lembaga dan media sosial dalam melaksanakan kehumasan. 

Teknisnya antara lain corporate blogging --berupa blog yang menyatu dengan web utama ataupun situs tersendiri-- dan update status media sosial.

Dari blogging inilah terkait materi pelatihan kehumasan berikutnya, yaitu Mengenali Berita dan Karakteristiknya, Teknik Mencari Berita (News Gathering), dan Manajemen Konten dan Jurnalistik Web.

Mengenali Berita dan Karakteristiknya

Sering banget saya menulis tentang berita dan karakteristiknya, di antaranya Pengertian Berita. Ada juga Jenis-Jenis Berita.

Tinjauan Pustaka sebuah karya ilmiah ini juga mengutip buku saya, Jurnalistik Praktis untuk Pemula, tentang pengertian berita.

Ringkasnya, berita adalah laporan peristiwa yang memiliki nilai berita (aktual, faktual, penting dan menarik). 

Laporan disusun menggunakan bahasa jurnalistik, dengan format piramida terbalik, mengandung unsur berita 5W1H, dan disusun sesuai dengan jenis berita yang dipilih --umumnya berupa berita langsung (straight news).

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berita diartikan sebagai laporan; kabar; cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat.

Karakteristik berita antara lain berisi informasi atau data/fakta sebuah kejadian, tanpa opini atau penilaian penulis berita (wartawan).

Mengutip Kompas, ciri-ciri atau karakteristik teks berita adalah sebagai berikut:
  1. Objektif. Maksudnya sesuai keadaan yang terjadi tanpa ada pengaruh pendapat pribadi. 
  2. Berdasarkan fakta dan bukan pendapat atau opini penulis. 
  3. Judul berita mewakili keseluruhan isi berita 
  4. Bahasa yang dipakai efektif, mudah dipahami, lengkap, dan memikat pembaca. 
  5. Informasi atas suatu peristiwa disampaikan secara urut atau kronologis. 
  6. Data dalam teks fakta disajikan lengkap, sesuai konteks, dan dapat dibuktikan kebenarannya oleh semua orang. 
  7. Memuat unsur 5W+1H (what, where, when, who, why, dan how).

Teknik Mencari Berita (News Gathering) 

Materi ini bisa ditemukan di posting Pengertian dan Teknik Reportase. Cara mencari berita dalam jurnalistik disebuh "pengumpulan berita" (news gathering) atau "memburu berita" (news hunting).

Mencari berita merupakan tahap kedua dalam proses pembuatan berita (news processing):
  1. News Planning: perencanaan berita, rapat redaksi, rapat proyeksi, penugasan, rencana peliputan.
  2. News Gathering: peliputan.
  3. News Writing: penulisan berita.
  4. News Editing: penyuntingan naskah berita.
  5. News Publishing: pemuatan, penayangan, posting, atau publikasi berita.
Tekni reportase atau news gathering secara garis besar ada tiga:
  1. Observasi: pengamatan langsung di tempat kejadian.
  2. Wawancara: menggali informasi dari narasumber atau sumber berita.
  3. Riset Data: studi pustaka, mencari referensi, membuka arsip atau dokumen.

Manajemen Konten dan Jurnalistik Web

Materi keempat ini dibagi dua bagian, Manajemen Konten dan Jurnalistik Web.

1. Manajemen Konten

Manajemen Konten (content management) merupakan bagian dari Manajemen Media Online. Manajemen konten adalah pengelolaan isi situs web dan media sosial.

Content Marketing termasuk manajemen konten. 

Kamus Bisnis mengartikan manajemen konten sebagai berikut:

"Manajemen konten (content management) adalah proses dan alur kerja yang terlibat dalam pengaturan, pengelompokan, dan penataan sumber daya informasi sehingga mereka dapat disimpan, dipublikasikan, dan digunakan kembali dalam berbagai cara." 

"Sebuah sistem manajemen konten (content management system/CMS) digunakan untuk mengumpulkan, mengelola dan mempublikasikan konten, menyimpan konten baik sebagai komponen atau seluruh dokumen, dengan tetap menjaga hubungan antar komponen. CMS juga dapat memberikan kontrol atas revisi konten."

Konten sebuah website secara garis besar terdiri dari tulisan, gambar, dan video. Berikut ini jenis-jenis konten website:
    1. Teks/tulisan
    2. Gambar/image/picture/photo
    3. Suara/audio/podcast
    4. Video
    5. Grafis/infografis
    6. Tautan/links
    Desain web berupa tata letak (layout) juga bagian dari manajemen konten web. Wesbmaster atas arahan Content Director juga menyusun kategori, tags, dan menu konten website.

    2. Jurnalistik Web

    Jurnalistik web adalah istilah lain jurnalistik online. Jurnalistik web disebut juga jurnalisme internet, jurnalisme daring (online journalism), dan jurnalistik digital.

    Jurnalistik web adalah praktik jurnalistik di internet yaitu menggunakan situs web sebagai media publikasi karya jurnalistik, terutama berita (news).


    Saya sering banget menulis posting tentang jurnalistik online di blog ini, antara lain:

    Jadi, soal materi atau modul pelatihan kehumasan ini, seperti diminta panitia, insya Allah sudah tersedia. 

    Jika dibahas mendalam per materi, butuh waktu 1-2 hari, plus sehari lagi untuk praktik dan evaluasi (post-test).

    Panitia pelatihan kadang "ingin memberikan banyak materi" buat peserta. Itu bagus. Namun, sebaiknya memang disesuaikan dengan waktu dan terutama kebutuhan peserta. Prioritas materi apa yang dibutuhkan?