Buku Jurnalistik Online Edisi II Lebih Lengkap, Termasuk Soal Hoax dan Umpan Klik

BUKU   Jurnalistik Online Edisi II  sudah terbit. Buku jurnalistik online terbitan Nuansa Cendekia ini isinya lebih lengkap dari edisi per...

Aturan Polisi Tidur: Tanggul Pengaman Jalan, Speed Bump

0 Follow @romel_tea
Aturan Polisi Tidur: Tanggul Pengaman Jalan, Speed Bump
POSTING aturan polisi tidur alias tanggul pengaman jalan alias speed bumper ini saya buat setelah ada kasus yang share di instagram.

Seorang warga kompleks dengan profesi polisi, memrotes polisi tidur di jalan depan madradah yang biasa dilaluinya. Jaraknya hanya beberapa meter dari rumahnya. Ia protes dengan alasan polisi tidur itu terlalu tinggi sehingga merusak mobilnya.

Btw, si oknum ini meman dikenal suka "ngebut" kalo bawa mobil, padahal di kompeleks! Eta ge geus salah tah manehna.

"Oknum" polisi ini melakukan persekusi di Hari Pahlawan 10 November 2018. Pagi hari. Ia merusak atau membongkar polisi tidur tersebut sendirian.

Warga lain yang melihat tidak bisa menghalanginya. Pulisi gitu loh! Lagi pula, oknum polisi yang memang dikenal arogan di kalangan warga ini mengaku sudah dapar izin dari kepala madrasah dan pengurus RW (padahal izin itu tidak ada).

Tindakan oknum polisi tadi jelas salah, keliru, gak bener. Alasannya:
  1. Dia melakukan persekusi alias main hakim sendiri.
  2. Dia tidak berhak membongkar polisi tidur yang dipasang oleh pengurus madrasah dengan persetujuan warga lain dan pengurus RT/RW dengan biasa pemasangan Rp500.000.
  3. Sang oknum sudah bertindak arogan.
  4. Sang oknum tidak memberi contoh yang baik tentang taat asas dan taat aturan
  5. Sang oknum tidak melaksanakan "pemolisian demokratis' (democratic policing) yang dikampanyekan Kapolri.
  6. Polisi tidur
  7. Manehna teh polisi euy! Polisi! Kasih contoh yang baik dong kepada warga non-polisi!

Update: Setelah sang oknum dipanggil ke TKP oleh RW setempat, bersama warga, disepakati, polisi tidur akan diperbaiki satu dan dibongkar satu, biaya sepenuhnya dari sang oknum.

Fungsi Polisi Tidur


Polisi tidur (tanggul pengaman jalan/speed bumber) dibuat agar pengendara mengurangi kecepatan kendaraan.

Keberadaan polisi tidur mampu mengurangi laju kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, sehingga bisa mengurangi potensi kecelakaan juga.

Dengan adanya polisi tidur, pengemudi dipastikan menurunkan laju mobilnya agar tidak merasakan guncangan di dalam mobil, serta kaki-kaki mobil mengalalmi masalah.

Aturan Membuat Polisi Tidur

Dilansir akun Instagram @kemenhub151, untuk membuat polisi tidur terdapat ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi.

Aturan membuat polisi tidur ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan serta Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Berikut ini aturan membuat polisi tidur:
  1. Polisi tidur dibuat untuk mengurangi kecepatan kendaraan hingga meminimalisir kecelakaan lalu lintas
  2. Polisi tidur hanya boleh dipasang di jalan lingkungan permukiman , jalan kota kelas III, dan pada jalan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi.
  3. Polisi tidur harus memiliki tanda garis serong berupa cat warna putih agar bisa dilihat pengendara. 
  4. Bentuk pembatas kecepatan atau polisi tidur harus menyerupai trapesium setinggi maksimal 12 cm, sisi miringnya punya kelandaian yang sama maksimum 15 persen, dan lebar datar bagian atas minimum 15 cm. Selain itu bahan pembuat polisi tidur juga harus sama dengan bahan pembuat badan jalan.

Aturan Polisi Tidur: Tanggul Pengaman Jalan, Speed Bump




Siapa saja yang tidak mengindahkan aturan membuat polisi tidur tersebut, maka telah disiapkan ketentuan pidana sesuai Pasal 28 ayat (1) dan (2) dengan ancaman hukuman pidana.

Pasal 274 dan 275 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Umum menyebutkan:

"Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan/atau gangguan fungsi Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah)".

Siapa yang bisa membuat polisi tidur?

Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) tidak secara khusus menyebutkan siapa yang berwenang membuat polisi tidur.

Sebaiknya, konsultasi dulu dengan pihak RT, RW, atau kelurahan atau polisi (di tingkat kelurahan 'kan ada Babinkamtibmas tuh!) sebelum membuat polisi tidur.

Kembali ke kasus di atas, jika sang oknum polisi tadi tidak arogan dan akrab dengan warga, tidak mungkin ia melakukan pengrusakan sendirian, pastinya musyawarah dulu dengan warga lain, pengurus madrasah, dan RT/RW setempat. Bukan main hakim sendiri! Arogan! Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Sumber: Liputan6, Kompas 


Pengertian Bahasa Jurnalistik

0 Follow @romel_tea
Pengertian Bahasa Jurnalistik
Pengertian Bahasa Jurnalistik - Bahasa Media, Bahasa Pers, Bahasa Koran, Gaya Bahasa Wartawan.

BAHASA Jurnalistik adalah gaya bahasa yang digunakan wartawan dalam menulis berita dengan karakteristik utama ringkas dan lugas.

Bahasa jurnalistik disebut juga bahasa media, bahasa pers, dan bahasa koran.

Dalam bahasa Inggris, bahasa jurnalistik disebut "bahasa komunikasi massa" (language of mass communication) dan bahasa koran (newspaper language).

Wartawan senior Rosihan Anwar dalam bukunya Bahasa Jurnalistik dan Komposisi menyebutkan, bahasa yang digunakan oleh wartawan dinamakan bahasa pers atau bahasa jurnalistik.

Menurutnya, bahasa pers ialah salah satu ragam bahasa yang memiliki sfat-sifat khas yaitu: singkat, padat, sederhana, lacar, jelas, lugas dan menarik.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahasa jurnalistik atau bahasa pers adalah "ragam bahasa yang digunakan oleh wartawan yang memiliki sifat khas, yaitu singkat, padat, sederhana, lancar, jelas, dan menarik".

Bahasa Jurnalistik memiliki kaidah-kaidah tersendiri, yang membedakannya dengan ragam bahasa yang lain seperti ragam bahasa ilmiah dan bahasa sastra. 

Bahasa jurnalistik tetap menganut kebakuan kaidah bahasa Indonesia dalam hal pemakaian kosakata, struktur sintaksis, dan wacana. Artinya, wartawan juga tetap harus mengacu pada kata-kata baku bahasa Indonesia.

Dalam buku Kamus Jurnalistik, saya mengartikan bahasa jurnalistik sebagai berikut:

Bahasa Jurnalistik - Language of mass communication. Bahasa yang biasa digunakan wartawan untuk menulis berita di media massa. Sifatnya (a) komunikatif, yakni langsung menjamah materi atau ke pokok persoalan (straight to the point), tidak berbunga-bunga, dan tanpa basa-basi, dan (b) spesifik, yakni mempunyai gaya penulisan tersendiri, yakni jelas atau mudah dipahami orang banyak, hemat kata, menghindarkan penggunaan kata mubazir dan kata jenuh, menaati kaidah-kaidah bahasa yang berlaku (Ejaan Yang Disempurnakan), dan kalimatnya singkat-singkat.

Dalam buku Bahasa Media, saya juga mengemukakan pengertian bahasa media atau bahasa jurnalistik sebagai berikut:

Bahasa jurnalistik adalah bahasa yang digunakan untuk menulis naskah atau berita di media massa oleh wartawan. Bahasa jurnalistik adalah bahasa komunikatif dan spesifik. Artinya, ia mempunyai gaya penulisan tersendiri, yakni langsung menjamah materi atau ke pokok persoalan dan tidak berbunga-bunga. Sebuah gaya bahasa yang sederhana, kalimat-kalimatnya pendek dengan kata-kata yang jelas dan mudah dimengerti.


Pengertian Bahasa Jurnalistik: Bahasa Media

Istilah bahasa media untuk bahasa jurnalistik antara lain dikemukakan JS Badudu dalam Pelik-Pelik Bahasa Indonesia: Tata Bahasa (1988).

Menurutnya, bahasa media massa (jurnalistik)  memiliki sifat-sifat khas yaitu singkat, padat, sederhana, lugas, menarik, lancar dan jelas.

Sifat-sifat itu harus dimiliki oleh bahasa media massa mengingat surat kabar --dan media massa lainnya-- dibaca oleh semua lapisan  masyarakat yang tidak sama tingkat pengetahuannya.

Oleh karena itu, menurut JS Badudu, beberapa ciri yang harus dimiliki bahasa media massa sebagai berikut:
  1. Singkat. Menghindari penjelasan yang panjang dan bertele-tele, termasuk menghindari kata mubazir dan kata jenuh.
  2. Padat. Mampu menyampaikan informasi sebanyak mungkin dalam kata/kalimat sesingkat mungkin
  3. Sederhana. Memilih kalimat tunggal dan sederhana, bukan kalimat majemuk yang panjang, rumit, dan kompleks.
  4. Lugas. Menyampaikan pengertian atau makna informasi secara langsung dengan menghindari bahasa yang berbunga-bunga.
  5. Menarik. Menggunakan pilihan kata yang masih hidup, tumbuh, dan berkembang. Menghindari kata-kata yang sudah mati.
  6. Jelas, Mudah dapat dipahami oleh khalayak umum (pembaca). Hindari ungkapan bersayap atau bermakna ganda.

10 Pedoman Penggunaan Bahasa di Media Massa

Pedoman bahasa jurnalistik pertama kali dirilis Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 10 November 1978. 

Kesepuluh pedoman ini memberikan panduan tentang pemakaian ejaan, singktan, akronim, imbuhan, pemakaian kalimat pendek, ungkapan klise, kata mubazir, kata asing, istilah teknis, dan tiga aspek bahasa jurnalistik.
  1. Wartawan hendaknya secara konsekuen melaksanakan pedoman Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD).
  2. Wartawan hendaknya membatasi diri dalam singkatan atau akronim.
  3. Wartawan hendaknya tidak menghilangkan imbuhan, bentuk awal, atau prefiks.
  4. Wartawan hendaknya menulis dengan kalimat-kalimat pendek. Pengutaraan pikirannya harus logis, teratur, lengkap dengan kata pokok, sebutan dan kata tujuan (subjek, predikat, objek).
  5. Wartawan hendaknya menjauhkan diri dari ungkapan klise atau stereotype yang sering dipakai dalam transisi berita seperti kata-kata sementara itu, dapat ditambahakan, perlu diketahui, dalam rangka.
  6. Wartawan hendaknya menghilangkan kata mubazir, seperti : adalah (kata kerja kopula), telah (penunjuk masa lampau), untuk (sebagai terjemahan to dalam bahasa inggris), dari (sebagai terjemahan of dalam hubungan milik), bahwa (sebagai kata sambung) dan bentuk jamak yang tidak perlu diulang.
  7. Wartawan hendaknya mendisiplinkan pikirannya supaya jangan campur aduk dalam satu kalimat bentuk pasif (di) dengan bentuk aktif (me).
  8. Wartawan hendaknya menghindari kata-kata asing dan istilah-istilah yang terlalu teknis ilmiah dalam berita.
  9. Wartawan hendaknya sedapat mungkin menaati kaidah tata bahasa.
  10. Wartawan hendaknya ingat bahasa jurnalistik ialah bahasa yang komunikatif dan spesifik sifatnya, dan karangan yang baik dinilai dari tiga aspek yaitu isi, bahasa, dan teknik persembahan.

Pengertian Bahasa Jurnalistik Menurut Ahli & Akademisi

Berikut ini beberapa batasan pengertian atau definisi bahasa jurnalistik menurut beberapa ahli, praktisi, dan akademisi jurnalistik.

Bahasa Jurnalistik adalah Bahasa yang digunakan oleh wartawan dinamakan bahasa pers atau bahasa jurnalistik. Bahasa jurnalistik memiliki sifat-sifat khas yaitu : singkat, padat, sederhana, lancer, jelas, lugas, dan menarik. Bahasa jurnalistik didasarkan pada bahasa baku, tidak menganggap sepi kaidah-kaidah tata bahasa, memperhatikan ejaan yang benar, dalam kosa kata bahasa jurnalistik mengikuti perkembangan dalam masyarakat. (Rosihan Anwar)

Bahasa jurnalistik adalah bahasa komunikasi massa sebagai tampak dalam harian-harian dan majalah-majalah. Dengan fungsi yang demikian itu bahasa tersebut haruslah jelas dan mudah dibaca oleh mereka dengan ukuran intelek yang minimal. Sehingga sebagian besar masyarakat yang melek huruf dapat menikmati isinya. Walaupun demikiantuntutan bahwa bahasa jurnalistik harus baik, tak boleh ditinggalkan. Dengan kata lain bahasa jurnalistik yang baik haruslah sesuai dengan norma-norma tata bahasa yang antara lain terdiri atas susunan kalimat yang benar, pilihan kata yang cocok. (Wojowasito).

Bahasa suratkabar harus singkat, padat, sederhana, jelas, lugas, tetapi selalu menarik. Sifat-sifat itu harus dipenuhi oleh bahasa surat kabar mengingat bahasa surat kabar dibaca oleh lapisan-lapisan masyarakat yang tidak sama tingkat pengetahuannya. Mengingat bahwa orang tidak harus menghabiskan waktunya hanya dengan membaca surat kabar. Harus lugas, tetapi jelas, agar mudah dipahami. Orang tidak perlu mesti mengulang-ulang apa yang dibacanya karena ketidakjelasan bahasa yang digunakan dalam surat kabar. (Yus Badudu)

Bahasa Jurnalistik adalah gaya bahasa yang biasa digunakan wartawan untuk menulis berita di media massa. Sifatnya : (1) komunikatif, yakni langsung menjamah materi atau ke pokok persoalan (straight to the point), tidak berbunga-bunga, dan tanpa basa-basi. Serta (2) spesifik, yakni jelas atau mudah dipahami orang banyak, hemat kata, menghindarkan penggunaan kata mubazir dan kata jenuh, menaati kaidah-kaidah bahasa yang berlaku (Ejaan yang disempurnakan), dan kalimatnya singkat-singkat. (Asep Syamsul M. Romli).

Pengertian Bahasa Jurnalistik dan contohnya dalam bahasa Inggris bisa disimak a.l. di Newspaper Language.

Demikian ulasan ringkas tentang Pengertian Bahasa Jurnalistik. Wasalam. (www.romelteamedia.com).

Referensi
Kamus Besar Bahasa Indonesia
 A.M. Dewabrata, Kalimat Jurnalistik: Panduan Mencermati Penulisan Berita, Penerbit Buku Kompas, 2004.
Asep Syamsul M. Romli, Bahasa Media, Batic Press, Bandung 2008.
Rosihan Anwar, Bahasa Jurnalistik dan Komposisi, Pradnya paramita, Jakarta 1979.
Suroso, Bahasa Jurnalistik Sebagai Materi Pengajaran BIPA Tingkat Lanjut. Makalah Seminar Jurnalisme Multimedia. Jakarta, 2001.
Yus Badudu, Inilah Bahasa Indonesia yang Benar, Gramedia Pustaka Utama, 1996.
Ras Siregar, Bahasa Pers, Bahasa Indonesia Jurnalistik: Kerangka Teori Dasar, Grafikatama Jaya, 1992.


Makin Mudah Service Mobil dengan Toyota Home Service

0 Follow @romel_tea
Toyota Home Service aplikasi yang diluncurkan oleh dealer Toyota merupakan salah satu bentuk layanan servis terbaik dari Auto2000 yang sudah berjalan sejak tahun 1989.

Selama dalam kurun waktu tersebut, Toyota Home Service selalu melakukan pengembangan dalam bentuk pelayanan kepada konsumen dan terus memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pemilik mobil Toyota. 

Makin Mudah Service Mobil Dengan Toyota Home Service


Dengan adanya Toyota Home Service, pengguna mobil Toyota tidak perlu repot datang ke bengkel resmi Auto2000. 

Dengan berkembangnya teknologi digital yang memudahkan konsumen dalam servis mobil karena cukup lakukan booking service via online, dan tim Toyota Home Service siap melakukan servis berkala di lokasi dan waktu yang telah disepakati.

Nah, lalu bagaimana memperoleh fasilitas jasa ini? Anda cukup lakukan booking service dan pilih menu layanan Toyota Home Service, Setelah itu maka tim Toyota Home Service akan langsung melakukan kunjungan servis sesuai dengan jam dan tempat yang Anda inginkan. 

Keuntungan lainnya jika Anda menggunakan jasa Toyota Home Service, THS tidak mengenakan kepada Anda biaya untuk kunjungan dalam kota alias FREE.

Untuk menu layanan banyak tersedia berbagai macam, seperti ganti oil, engine tune up, servis berkala internal perawatan 1.000 Km dan 5.000 Km, dan perbaikan ringan di bawah 2 jam. 

Toyota Home Service jelas memudahkan Anda dalam jasa servis kendaraan.

Tidak hanya itu benefit yang didapatkan oleh pelanggan setia mobil Toyota. Tim Toyota Home Service menjalankan seluruh kegiatan servis dengan standar operasi dan kualitas kerja yang tinggi dan berkualitas dan sama dengan teknis operasi di bengkel resmi Auto2000.

Banyak jasa yang ditawarkan oleh Toyota Home Service. Yang diantaranya tersedia jasa ganti oli, engine tune up, Servis Berkala Internal (1.000 km), Servis Berkala kelipatan 10.000 km, dan perbaikan ringan di bawah 2 jam. Toyota Home Service memberikan FREE untuk kunjungan dalam kota, serta biaya servis, garansi, dan harga spare part sama dengan bengkel resmi Auto2000.

Di tahun 2018 ini, Auto2000 menawarkan konsep layanan baru yakni “Auto2000 Lebih” dengan tagline “Urusan Toyota Lebih Mudah”. 

Sejalan dengan konsep baru tersebut dan memasuki era digital yang serba mudah dan cepat, Auto2000 punya aplikasi Auto2000 Mobile yang membantu pemilik Toyota dalam melakukan perawatan kendaraan, termasuk dalam hal booking service Toyota Home Service.

Makin Mudah Service Mobil Dengan Toyota Home Service 

Pelanggan Toyota bisa melakukan pesanan layanan Toyota Home Service cukup lewat menu Home Service

Anda juga dapat memantau tim THS yang ditugaskan lewat tracking system. Sehingga, Anda dapat dengan mudah memberikan informasi dan tim THS akan segera datang ke tempat Anda guna menjaga kepuasan dan kenyamanan pelanggan THS.

Untuk menjaga kualitas layanan, pelanggan dapat memantau pekerjaan petugas Toyota Home Service lewat aplikasi Auto2000 Mobile. Di dalamnya juga terdapat estimasi waktu tim dalam pengerjaannya. Anda juga dapat memberikan rating pada petugas THS yang mengerjakan mobil kesayangannya.

Banyak benefit berupa kemudahan dari layanan Toyota Home Service tidak membuat Auto2000 merasa cukup dalam memberikan value lebih pada layanan THS. 

Oleh sebab itu, bagi pemilik mobil Toyota yang sudah melakukan booking service THS lewat aplikasi Auto2000 Mobile, Toyota Home Service akan memberikan feedback dengan memberikan oli TMO secara gratis sebanyak 2 liter.

Aplikasi Auto2000 Mobile dapat diunduh langsung di Play Store maupun App Store secara gratis di sini.*

SEO Optima: Template Blog Terbaru, SEO Friendly, Responsive, Ringan, Simple

2 Follow @romel_tea
SEO Optima adalah template Blogger terbaru. SEO template ini sudah dioptimalkan, sebagaimana template blog seo friendly yang sudah saya bagikan sebelumnya: jurnalistik template, jurnalistik theme, the writer, academia, dll.

Kriteria template Blogger SEO Friendly sudah terpenuhi: Responsive atau ramah seluler (mobile friendly), loading cepat atau ringan (fast loading), desainnya sederhana (simple), dan bersih (clean). Free, gratis.

Template SEO Optima: Responsive!

SEO Optima: Template Blog Terbaru, SEO Friendly, Responsive, Ringan, Simple

Template SEO Optima: Tampilan HP/Mobile

SEO Optima: Template Blog Terbaru, SEO Friendly, Responsive, Ringan, Simple

Template SEO Optima: Mobile-friendly!

SEO Optima: Template Blog Terbaru, SEO Friendly, Responsive, Ringan, Simple

Template SEO Optima: Ringan! Cuma 1,1 detik!

SEO Optima: Template Blog Terbaru, SEO Friendly, Responsive, Ringan, Simple

Structured Data Template SEO Optima: No Error!
Membuat Blog Anda mudah terindeks Google.

SEO Optima: Template Blog Terbaru, SEO Friendly, Responsive, Ringan, Simple


Template Blogger SEO Optima ini tersedia versi Gratis & Premium. Gratis (freed ownload) tidak ada support. Premium ada support hingga blog tampil seperti demonya.

Template blog terebaru ini saya namakan SEO OPTIMA karena menang SEO-nya sudah saya optimalkan, terutama versi premiumnya.

Versi premium bebas link credit dan ada bantuan (support). Yang berminat versi premium kirim aja email ke romeltea@yahoo.com. Harga cuma Rp100.000 saja. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Pengertian Jurnalisme Umpan Klik (Clickbait Journalism)

0 Follow @romel_tea
Pengertian Jurnalisme Umpan Klik (Clickbait Journalism) - Jurnalisme Baru Era Media Online.

Jurnalisme Umpan Klik
Saya sudah berkali-kali menulis tentang Jurnalisme Umpan Klik (Clickbait Journalism).

Jurnalisme umpan klik adalah jurnalistik yang mengedepankan judul berita untuk menimbulkan rasa penasaran dan keingintahuan pembaca sehingga mengeklik link judul berita tersebut.

Umumnya, saat link judul berita itu diklik, isinya tidak sesuai dengan perkiraan. Maka, saya pun sudah menulis "Jangan Klik Judul Berita Umpan Klik".

Saat saya coba Googling dengan kata kunci "umpan klik", yang muncul di halaman depan Google mayoritas tentang "umpan pancing ikan".

Umpan klik dalam konteks jurnalistik atau media, di halaman depan Google hanya ada Wikipedia, lalu di halaman kedua ada tulisan saya.

"Umpan klik (clickbait) adalah suatu istilah peyoratif yang merujuk kepada konten web yang ditujukan untuk mendapatkan penghasilan iklan daring, terutama dengan mengorbankan kualitas atau akurasi, dengan bergantung kepada tajuk sensasional atau gambar mini yang menarik mata guna mengundang klik-tayang (click-through) dan mendorong penerusan bahan tersebut melalui jejaring sosial daring," tulis Wikipedia.

Disebutkan, tajuk umpan klik umumnya bertujuan untuk mengeksploitasi "kesenjangan keingintahuan" (curiosity gap) dengan hanya memberi informasi yang cukup membuat pembaca penasaran ingin tahu, tetapi tidak cukup untuk memenuhi rasa ingin tahu tersebut tanpa mengklik pada tautan atau pranala yang diberikan.

Saya telusiri lagi, ada dokumentasi berita Kompas Digital Premium berjudul "Prinsip Umpan Klik Ancam Jurnalisme".

"Di tengah perkembangan masif digital, terutama dalam media sosial, media massa bertarung untuk mempertahankan eksistensinya. Namun, kadang cara bertahan hidup tersebut justru mengancam jurnalisme, terutama dengan prinsip kerja umpan klik (click bait) yang mengedepankan sensasi" (Anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi).

Saya garis bawahi kata-kata "mengancam jurnalisme". Saya sudah lama menyatakan hal itu dalam "Judul Berita Clickbait Akibatkan Degradasi Jurnalistik".

Jurnalisme Umpan Klik bukan jurnalisme yang baik. Ia jurnalisme baru era media online. Wartawan atau media online beusaha bertahan hidup dengan "terpaksa" melabrak kaidah dan tujuan utama jurnalistik.

Dulu, di era media cetak, wartawan menulis berita untuk dibaca. Kini, di era internet (media online), wartawan menulis berita "untuk diklik". Agar beritanya diklik, dibuka, dan dibaca, wartawan menulis judul berita dengan menembunyikan inti berita.

"Ini Fakta Baru...."
"Begini Komentar...."
"Pemain Ini Dukung ...."
"Wow! Terungkap, Ternyata.... "

Itu sekadar contoh. Fenomena penulisan judul berita umpan klik seperti itu menjadikan cara membuat judul berita begitu mudah. Karena mudah, maka "derajatnya" pun jadi rendah.

Jurnalise Umpan Klik memandang pembaca sebagai ikan yang harus dipancing, sebagaimana ilustrasi gambar di atas.

Demikian ulasan ringkas tengan pengertian jurnalisme umpan klik yang menggejala di era internet kini. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*