Featured Post

Pengertian Media dan Wartawan yang Sebenarnya

Media dan wartawan tidak bisa dipisahkan. Media --dalam hal ini media massa atau media pers-- pasti punya atau dikeloka oleh wartawan (jurn...

Pengertian Jurnalisme Watchdog, Jurnalistik Anjing Penjaga dan Contohnya

Pengertian Jurnalisme Watchdog, Jurnalistik Anjing Penjaga dan Contohnya

0 Follow @romel_tea
Pengertian Jurnalisme Watchdog, Jurnalistik Anjing Penjaga dan Contohnya

Salah satu fungsi pers, fungsi wartawan, atau media massa adalah menjadi "anjing penjaga" (watchdog). Istilah jurnalisme watchdog pun muncul merujuk pada peran media yang mengawasi atau mengkritisi kinerja pemerintah, pejabat, dan masyakat. 

Postingan ini berisi ulasan ringkas tentang pengertian jurnalisme watchdog atau jurnalistik anjing penjaga. Kalangan pejabar yang kerjanya gak bener --apalagi korup-- pun amat takut sama wartawan.

Jurnalisme watchdog terkait dengan salah satu fungsi pers, media, atau wartawan adalah kontrol sosial. Menurut pasal 33 UU No.40 Tahun 1999 tentang pers, pers merupakan media informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol sosial.

Fungsi kontrol mendorong media massa atau wartawan untuk mengontrol, mengoreksi, mengkritik sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan atau yang semestinya. Praktiknya adalah dengan menulis berita atau memberitakan terjadinya penyimpangan kekuasaan.

Dalam melaksanakan fungsi ini, wartawan tetap menaati kode etik jurnalistik. Kaidah jurnalistik seperti disiplin verifikasi atau cek dan ricek tetap berlaku.

Pengertian Jurnalisme Watchdog

Secara harfiyah, watchdog artinya anjing penjaga atau anjing pemantau. Seekor anjing menjaga properti pribadi (a dog kept to guard private property). 

Secara istilah, watchdog artinya "salah satu yang menjaga dari kehilangan, pemborosan, pencurian, atau praktik yang tidak diinginkan" (one that guards against loss, waste, theft, or undesirable practices).

Cambridge mengarikan watchdog sebagai orang atau organisasi yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa perusahaan mematuhi standar tertentu dan tidak bertindak ilegal; organisasi resmi yang bertanggung jawab untuk memeriksa apakah perusahaan mematuhi aturan dan undang-undang tertentu sehingga standar produk atau layanan yang mereka berikan dapat diterima.

Dengan demikian, secara bahasa, jurnalisme watchdog adalah jurnalistik atau pemberitaan yang mengawasi --dalam hal ini kinerja pemerintah, pejabat publik, public figure, bahkan perilaku masyarakat umum.

Dalam literatur jurnalistik, jurnalisme watchdog adalah sebuah aktivitas jurnalistik atau pemberitaan sebagai pelaksanaan fungsi social control dalam fungsi pers.

Istilah "anjing penjaga" secara alami mengingatkan Anda pada seekor anjing penjaga yang mengawasi Anda dan minat Anda, menjaga Anda tetap aman. Itulah implikasinya ketika istilah itu diterapkan pada orang atau institusi. Ini terutama benar tentang jurnalisme pengawas, yang tidak hanya membawa informasi menarik dan penting ke perhatian publik, tetapi juga berfungsi untuk menjaga demokrasi yang diawasinya.

Jurnalisme pengawas adalah jurnalisme yang berupaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas politisi kita dan tokoh serta lembaga publik lainnya. 

Ini adalah bentuk jurnalisme investigasi yang sering menggunakan pemeriksaan fakta, wawancara, dan penelitian untuk membawa transparansi yang lebih besar terhadap masalah atau peristiwa.

Istilah watchdog sering dikaitkan dengan lembaga, organisasi, atau individu yang melakukan peran pengawasan yang memastikan semua orang bermain sesuai aturan. 

Tujuan jurnalisme watchdog

Jurnalisme pengawas memainkan peran penting dalam demokrasi. Agar dapat membuat pilihan berdasarkan informasi di tempat pemungutan suara, warga negara harus memiliki pemahaman yang akurat tentang apa yang terjadi di negara mereka. 

Apakah politisi bermain sesuai aturan, apakah pekerjaan umum bebas dari penggelapan, melobi kepentingan yang memiliki pengaruh tidak adil pada proses legislatif—semua ini adalah pertanyaan yang ingin dijawab oleh jurnalis watchdog.

Dengan cara ini, jurnalisme watchdog melindungi demokrasi dari hari ke hari, menyerukan perilaku buruk ketika itu terjadi. 

Dengan menginformasikan warga, itu juga membantu melindungi integritas pemilu dan kesehatan demokrasi dalam jangka panjang. 

Kehadiran jurnalisme watchdog juga merupakan tanda demokrasi yang sehat. Ketika jurnalis bebas untuk meneliti politisi dan bisnis, dan bebas untuk mempublikasikan temuan mereka tanpa pengaruh atau takut akan pembalasan, itu berarti negara tersebut memiliki media yang kuat dan independen. 

Bukan kebetulan bahwa para pemimpin yang berpikiran otoriter menjadikan jurnalisme investigasi sebagai target utama setelah berkuasa.

Contoh Jurnalisme Watchdog

Ada banyak contoh jurnalisme pengawas yang terkenal yang mengungkap kisah-kisah yang telah menjatuhkan para pemimpin, bisnis, dan menyebabkan perubahan besar. 

Setiap contoh membantu menggarisbawahi pentingnya jurnalisme pengawas dan, lebih luas lagi, lanskap media yang bebas dan independen.

Salah satu contoh jurnalisme watchdog adalah skandal Watergate yang menjatuhkan Presiden AS Richard Nixon tahun 1974. 

Jurnalis Bob Woodward dan Carl Bernstein, yang menulis untuk Washington Post, menggunakan wawancara dan penelitian investigasi untuk membuktikan hubungan antara pemerintahan Nixon dan pencuri yang masuk ke markas saingan Partai Demokrat di Washington, D.C. 

Nixon mengundurkan diri, dan cerita tersebut membawa perhatian baru pada pentingnya media dalam mengungkap korupsi dan kejahatan lainnya.

Tahun 2009, jurnalis investigasi untuk The Telegraph menerbitkan laporan tentang penyalahgunaan pengeluaran yang meluas oleh anggota parlemen. 

Para jurnalis membaca sekitar satu juta halaman informasi dan menemukan penyalahgunaan dana publik secara besar-besaran. Penyelidikan mengungkapkan sejauh mana penyalahgunaan jabatan ini dan menyebabkan lebih dari 20 anggota parlemen meninggalkan jabatannya.

Tahun 2020, jurnalis Zimbabwe Hopewell Chin'ono melaporkan dugaan penipuan di kementerian kesehatan nasional terkait pengadaan pasokan medis untuk memerangi COVID-19. Karyanya berujung pada pemberhentian dan penangkapan Menteri Kesehatan Obaja Moyo. Dilaporkan, lebih dari $60 juta telah disalahgunakan.

Karya Jurnalis Malta Daphne Caruana Galizia memainkan fungsi pengawas penting di negaranya. Dia melaporkan korupsi, penyalahgunaan dana dan penyalahgunaan kekuasaan oleh politisi Malta, dan hubungan teduh yang ada di antara mereka. Dia menghadapi pelecehan, tuntutan hukum dan penganiayaan terus-menerus untuk pekerjaannya. Pada 2017, dia dibunuh karena itu.

Di negara-negara dengan demokrasi yang kuat dan pasar media yang sehat dan independen, publik umumnya mendukung jurnalisme watchdog. Orang-orang percaya bahwa jurnalis investigasi harus bebas melakukan pekerjaan mereka dan mempublikasikan cerita yang mereka ungkapkan tanpa rasa takut atau pengaruh.

Jajak pendapat publik di Inggris pada tahun 2013 menunjukkan orang-orang percaya bahwa jurnalis investigasi memiliki dampak yang baik dan penting – jika tidak selalu kuat – terhadap demokrasi mereka. (Liberties)

Mendefinisikan Kembali Pengertian Media Massa

Mendefinisikan Kembali Pengertian Media Massa

0 Follow @romel_tea
Mendefinisikan Kembali Pengertian Media Massa

Kata atau istilah media umumnya merujuk pada atau singkatan dari media massa (mass media). Kata media dalam frasa atau istilah insan media, awak media, orang media, atau pekerja media, merujuk pada wartawan atau jurnalis media massa.

Tidak semua media masuk kategori media massa. Namun, perkembangan teknologi komputer dan internet --terutama kehadiran media sosial dan blog-- yang mengaburkan karakteristik lama media massa, mengharuskan kita mendefiniskan ulang pengertian media massa. 

Artikel ini mencoba mendefinisikan media massa sehingga kian jelas apa itu media massa. Disadur dari paper "Defining The Mass Media" dari laman Sociology.

Pengertian Media, Massa, dan Media Massa

Istilah media merupakan gabungan kata media dan massa yang memiliki makna tersendiri. Kata media adalah jamak dari kata medium

Medium adalah saluran komunikasi --sarana untuk mengirim dan menerima informasi. Kata-kata tercetak, misalnya, adalah medium; ketika kita membaca surat kabar atau majalah, sesuatu dikomunikasikan kepada kita dalam beberapa cara. 

Demikian pula, bentuk komunikasi elektronik --televisi, telepon, film, dan sejenisnya-- adalah media (jamak dari mediium). 

Masa (mass) berarti "banyak" dan yang kita bahas di sini adalah bagaimana dan mengapa berbagai bentuk media digunakan untuk mengirimkan ke – dan menjadi diterima oleh –sejumlah besar orang (audiens).

Media massa (mass media), oleh karena itu, mengacu pada saluran komunikasi yang melibatkan transmisi informasi dalam beberapa cara dan bentuk untuk sejumlah besar orang (meskipun pertanyaan tentang persis berapa banyak "jumlah besar" yang harus memenuhi syarat sebagai "massa" adalah sesuatu yang umumnya tidak terdefinisikan.

Sebuah media massa (seperti televisi) umumnya diklasifikasikan sebagai: komunikasi "satu-ke-banyak" (one-to-many) --"satu" orang (seperti penulis buku, pencipta program televisi, atau sutradara film), berkomunikasi dengan banyak orang (audiens) "pada saat yang sama" dalam cara yang sebagian besar impersonal; yaitu, komunikasi satu arah, dalam arti bahwa mereka yang mengomunikasikan pesan kepada audiens tidak menerima umpan balik simultan dari audiens itu (Anda bisa berteriak pada seorang politisi di televisi tetapi mereka tidak dapat mendengar Anda ...).

Karakteristik Media Massa

Dutton et al (1998) menyarankan, secara tradisional, media massa telah dibedakan dari jenis komunikasi lainnya (seperti komunikasi interpersonalyang terjadi atas dasar satu-ke-satu) dengan empat karakteristik penting berikut ini:

1. Jarak 

Komunikasi antara mereka yang mengirim dan menerima pesan (media-speak for information) adalah:
  • impersonal,
  • kurang cepat, dan
  • satu arah (dari produser/pencipta informasi kepada konsumen/audiens).
Ketika kita menonton film, misalnya, bagaimanapun caranya terlibat secara emosional kita menjadi dalam aksi, kita tidak bisa langsung memengaruhi apa yang terjadi di layar.

2. Teknologi

Media massa melibatkan teknologi. Komunikasi massa membutuhkan kendaraan, seperti penerima televisi, metode pencetakan, dan sebagainya, yang memungkinkan pesan terkirim dan menerima.

3. Skala

Media massa menjangkau audiens yang besar dan luas. Salah satu fitur media massa, apakah itu melibatkan komunikasi simultan dengan banyak orang. 

Misalnya, saat kita duduk di ruang tamu, kita menonton pertandingan Manchester United vs Chelsea di TV, perilaku yang sama sedang direproduksi dalam ribuan ruang keluarga lainnya, tidak hanya di seluruh negeri tetapi juga, di contoh ini, di seluruh dunia.

4. Komoditas

Fitur yang menarik komunikasi massa adalah bahwa ia datang pada harga. Kita bisa menonton sepak bola di TV, misalnya, jika kita mampu membeli televisi, biaya lisensi (untuk menonton BBC atau ITV) atau berlangganan sesuatu seperti Sky Sports jika ada di satelit atau kabel.

Mendefinisikan Kembali Media Massa

Dalam mendefinisikan media massa, oleh karena itu, ada masalah yang, baru-baru ini 25 tahun yang lalu, tidak akan telah menjadi masalah; yaitu, pengembangan jaringan komputer.

Kemampuan untuk menghubungkan teknologi komputer (untuk membuat sesuatu seperti Internet atau jaringan telepon seluler) memiliki menciptakan perubahan yang halus --tetapi sangat penting-- dalam cara kita mendefinisikan dan mengkonseptualisasikan media massa.

Untuk membuat masalah menjadi lebih rumit, komputer jaringan membuka potensi komunikasi "banyak-ke-banyak" (many-to-many). Dalam hal ini khalayak massa dapat, secara bersamaan, berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain lainnya. 

Sesuatu yang, dengan kata lain, mewakili massa media yang didasarkan pada komunikasi antarpribadi. 

Untuk memperjelas ide ini, pikirkan hal-hal seperti:

Ruang obrolan internet: Ini sesuai dengan tiga dari komponen 'media massa' yang telah kita identifikasi (skala, teknologi, dan komoditas). Namun, 'jarak' adalah masalah karena chatroom, misalnya, bisa secara bersamaan melibatkan satu-ke-satu, satu-ke-banyak, dan komunikasi banyak ke banyak.

Jaringan peer-to-peer menggunakan perangkat lunak untuk menghubungkan komputer pribadi, sehingga siapa pun yang terhubung ke jaringan dapat bertukar informasi secara langsung dengan orang lain. 

Dalam tempat kerja, misalnya, ini dapat berarti sejumlah orang dapat berkontribusi pada pekerjaan yang sama di waktu yang sama. Seperti halnya hal-hal seperti itu, jenis jaringan juga dapat digunakan secara ilegal untuk melanggar hukum hak cipta (copyright law) melalui berbagi musik, film, dan buku.

Kehadiran media baru berbasis komputer dan internet menjadikan pengertian media massa harus didefinikan kembali.

Kita tidak lagi hidup dalam masyarakat yang memungkinkan perbedaan yang jelas dan nyata antara media (massa) yang hanya melibatkan komunikasi satu-ke-banyak dan media (non-massa) yang hanya melibatkan komunikasi satu arah. 

Belakangan ini, misalnya, kita telah melihat perkembangan bentuk-bentuk komunikasi (seperti seperti ponsel dan email) yang tidak mudah masuk (jika ada) ke dalam definisi tradisional, terutama karena mereka memiliki kapasitas untuk menjadi keduanya:

• komunikasi antarpribadi ('satu-ke-satu') dan
• komunikasi massa ('satu-ke-banyak').

Tergantung cara penggunaannya, misalnya, email bisa melibatkan pertukaran pesan interpersonal dengan teman-teman dan keluarga ('Hai, apa kabar?') atau mengirim satu pesan kepada ribuan, jika bukan jutaan, orang; pelanggan pengecer online, seperti Amazon misalnya, dapat permintaan email pemberitahuan penawaran khusus dan sebagainya.

Email massal yang tidak diminta (atau "spam") juga muncul dalam kategori ini.

Meskipun jaringan peer-to-peer melibatkan komunikasi antara sejumlah besar orang, sebuah fitur yang tidak signifikan dari jaringan ini adalah bahwa mereka membalikkan kebijaksanaan yang diterima tentang media massa dalam arti bahwa mereka mewakili komunikasi "banyak-ke-satu"; sejumlah besar orang yang bekerja sama secara efektif untuk memberikan pesan (seperti lagu) kepada individu (yang, pada gilirannya, dapat memilih untuk bekerja sama sebagai bagian dari jaringan untuk mengirimkan pesan itu ke semua orang di jaringan siapa yang mau).

Media jejaring sosial, seperti Facebook dan Instagram, memungkinkan berbagai bentuk komunikasi (one-to-one, many-to-one, one-to-many, many-to-many...) tergantung pada bagaimana individu memutuskan atau memilih untuk menyampaikan pesan di media sosial ini.

Baca Juga: Perbedaan Media Massa, Media Sosial, dan Media Online

Mengingat  perkembangan media sosial ini (dan banyak lainnya - berbagi video, blogging, dan sejenisnya), oleh karena itu, kita perlu memikirkan kembali dan mendefinisikan kembali konsep media massa dengan menciptakan perbedaan antara:

1. Media massa lama (atau tradisional), seperti televisi, buku, dan majalah, yang melibatkan komunikasi 'satu-ke-banyak', berdasarkan proses satu arah produsen menciptakan informasi yang ditransmisikan ke sejumlah besar konsumen, dan:

2. Media massa baru, seperti jaringan peer-to-peer, melibatkan komunikasi 'banyak-ke-banyak' berdasarkan dua arah komunikasi dengan peserta baik sebagai produser dan konsumen informasi. 

Bentuk media massa 'baru' bisa melibatkan komunikasi dua arah dalam khalayak massa yang keduanya adalah produsen dan konsumen.

Dimensi lebih lanjut dari bentuk komunikasi ini yang membedakan mereka dari bentuk-bentuk tradisional media massa, oleh karena itu, beberapa media baru jelas mengaburkan perbedaan tradisional antara produsen dan konsumen --sebuah ide penting yang perlu kita kembangkan.

Namun, untuk saat ini cukup untuk dicatat bahwa sementara di bentuk-bentuk tradisional media massa masa lalu didasarkan secara tepat pada perbedaan keras dan cepat antara mereka yang menghasilkan media dan mereka yang mengkonsumsinya, bentuk-bentuk baru media massa tidak harus mengkonfirmasi perbedaan yang mudah ini.

Saat Anda mengambil bagian dalam percakapan di ruang obrolan atau forum, misalnya, Anda berdua yang diproduksi dan konsumen informasi --konsekuensi yang sangat penting bagi pemahaman kita tentang aspek lain dari media, massa seperti hubungan antara produsen media dan audiens mereka.

Untuk saat ini kita dapat mencatat bahwa Crosbie (2002) berpendapat bahwa media (massa) baru memiliki ciri-ciri bahwa, ketika digabungkan, membuat mereka sangat berbeda dengan bentuk lain dari media massa. Ini termasuk:

1. Teknologi: Mereka tidak bisa eksis tanpa yang sesuai (komputer) eknologi.
2. Personalisasi: Pesan individual dapat secara bersamaan dikirim ke jumlah orang yang banyak.
3. Kontrol kolektif: Setiap orang dalam sebuah jaringan memiliki, berpotensi, kemampuan untuk berbagi, membentuk, dan mengubah isi dari pertukaran informasi.

Crosbie menggunakan contoh berikut untuk menggambarkan ide ini:

“Bayangkan mengunjungi situs web surat kabar dan melihat tidak hanya buletin dan berita utama yang tidak Anda ketahui, tetapi juga edisi lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat unik Anda. Daripada setiap pembaca melihat edisi yang sama, setiap pembaca melihat edisi secara bersamaan individual untuk kepentingan mereka dan digeneralisasi untuk kebutuhan mereka.”

Demikian ulasan tentang mendefinisikan kembali pengertian media massa yang menunjukkan pentingnya menyusun konsep baru tentang media massa.

Referensi:

- Crosbie, Vin, 2002, ‘What Is New Media?’: Digital Deliverance: www.digitaldeliverance.com
- Dutton, Brian, O’Sullivan, Tim and Rayne, Phillip, 1998, Studying the Media: Arnold.

Tips Public Speaking: Cara Pidato yang Baik dan Menarik

Tips Public Speaking: Cara Pidato yang Baik dan Menarik

5 Follow @romel_tea
Public Speaking adalah berbicara di depan umum, seperti pidato dan presentasi. Tips public speaking berikut ini membahas cara pidato yang baik dan menarik, sekaligus efektif.

Tips Public Speaking: Cara Pidato yang Baik dan Menarik

PIDATO adalah komunikasi lisan atau berbicara di depan orang banyak. Secara bahasa, pidato artinya "pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak" (KBBI).

Mengutip Wikipedia, pada hakikatnya pidato termasuk seni monolog dalam keterampilan berbicara. Pidato bersifat dua arah, yaitu pembicara harus memperhatikan lawan bicaranya (yakni audiens atau hadirin), walaupun pembicara mendominasi pembicaraan. 

Orang yang ahli pidato disebut orator. Untuk menjadi pembicara hebat (great public speaker), kita harus banyak latihan dan banyak baca tentang teknik pidato atau cara berbicara di depan orang banyak.

Latihan pidato bisa dilakukan di depan kawan-kawan, keluarga, bahkan di depan kucing, atau siapa saja yang bisa mendengarkan; di depan cermin; menggunakan recorder.

Pidato termasuk keterampilan yang bisa dipelajari dan dilatih. Berikut ini tips public speaking tentang cara pidato yang baik dan menarik.

Tips Public Speaking: Cara Pidato yang Baik

Latihan dan persiapan adalah langkah awal untuk menyampaikan pidato yang baik dan menarik.

1. Lakukan Persiapan

Ada ungkapan, siapa yang tidak melakukan persiapan maka ia harus bersiap gagal (who doesn't prepare he prepare to fail). Maka, persiapan merupakan hal wajib dilakukan sebelum public speaking atau pidato.

Persiapan pidato meliputi persiapan mental, fisik, dan materi.

Persiapan Mental:

1. Rileks! Atasi gugup dengan menarik napas panjang/dalam; menggerakan badan; berdiri tegak layaknya tentara berbaris dengan bahu dan dada yang tegap, lalu tersenyumlah!
2. Know the room! Jadikan seakan-akan ia kamar Anda sendiri.
3. Know the audience! Kenali karakteristik dan pandang mereka sebagai teman akrab.
4. Know your material! Anggaplah Anda yang paling tahu.

Persiapan Fisik:

1. Pastikan kondisi badan dan suara fit, segar, dan normal
2. Kenakan pakaian yang serasi dengan susana acara.
3. Jangan memakan keju, mentega, atau minum susu, soda, teh, kopi, sekurang-kurangnya sejam sebelum tampil.
4. Jabatlah tangan Anda agar darah mengalir -- membuat gerakan tangan Anda lebih alami saat berbicara di podium.
5. Jaga agar mulut dan tenggorokan Anda tetap basah. Siapkan selalu air mineral.

Persiapan Materi:

1. Baca literatur dan cari sumber data sebanyak mungkin seputar topik yang akan disampaikan. Semakin banyak pengetahuan dan wawasan, Anda pun kian percaya diri.
2. Susun pointer atau outline.

Tips Agar Tidak Lupa Materi:

Anda punya empat pilihan penguasaan materi atau agar tidak lupa materi yang akan disampaikan saat public speaking pidato ataupun presentasi:
  1. Membaca naskah (Reading from complete text)
  2. Menggunakan catatan (Using notes) berupa garis besar materi (outline) --ini cara terbaik.
  3. Menggunakan hapalan (Memorize) --pilihan terburuk karena komunikasi dengan audiens berkurang, terutama soal kontak mata;
  4. Menggunakan alat bantu visual sebagai catatan (Using Visual Aids as Notes).
Jika menggunakan cara  nomor 2, jangan sungkan membawa secarik kertas berisi pointers dan melihatnya saat di mimbar/podium. Itu bukan aib! 

2. Pembukaan

Persiapan sudah dilakukan dengan baik. Saatnya Anda tampil di podium atau di depan audiens untuk pidato. Pembukaan yang baik:

1. Start Low and Slow. Awali pidato dengan nada rendah dan lambat.
2. Don't apologize. Jangan pernah menyatakan Anda tidak siap dan minta maaf.

Tips pembuka pidato dari sisi materi.

Ini tips pembukaan pidato yang baik dan menarik, tentunya setelah basmalah dan salam, serta menyapa hadirin.
  1. Langsung menyebut pokok persoalan yang akan dibicarakan. Ini pembuka pidato paling umum dan standar Misalnya: pada kesempatan ini saya akan berbicara tentang xxx.
  2. Mengajukan pertanyaan provokatif atau pertanyaan retoris yang mendorong audiens berpikir. Contoh: mengapa kita harus makan padahal nanti lapar lagi?
  3. Menyatakan kutipan -- teori, ungkapan, peristiwa, atau pepatah. Contoh: hidup hanya sekali, tapi sekali saja sudah cukup kalau kita jalani dengan benar.

3. Penyampaian

Penyampaian adalah cara berbicara. Penyampaian yang baik sangat penting bagi audiens untuk memahami pidato Anda.

Ikuti tips berikut ini:

1. Bicaralah dengan kecepatan percakapan normal. 

Hindari berbicara terlalu cepat karena orang akan tersesat dalam apa yang Anda katakan. Tetapi jangan berbicara terlalu lambat, karena mereka akan bosan.

2. Jeda secara teratur. 

Ini memberi orang waktu untuk menyerap konsep dan ide. Itu juga membuat Anda tampil lebih percaya diri.

3. Artikulasi yang jelas.

Jangan menggumamkan atau memakan kata-kata Anda —artikulasikan dengan jelas kata demi kata, kalimat demi kalimat sehingga pesan Anda terdengar dengan jelas.

4. Hindari filler words.

Hindari filler words membuat suara seperti "eu...:, "mmm:, “apa namanya”, atau “umm” saat berbicara. Jika Anda membutuhkan waktu untuk berpikir, ambil jeda sejenak! Tidak ada yang salah dengan keheningan beberapa detik.

5. Audible 

Berbicaralah agak keras agar cukup terdengar hingga audiens paling belakang. 

Teknik pemaparan

Ada dua cara pemaparan materi:

1.  Deduktif: gagasan utama ke perincian; “teori” ke empiris; mengemukakan lebih dulu "teori" lalu fakta atau kasus terkait teori tersebut. 

2. Induktif: kasus ke kesimpulan; empiris ke “teori”; kronologis – Urutan peristiwa.

4. Penutup Pidato

Saat materi selesai disampaikan, maka saatnya Anda menutup pidato. Tipsnya, langsung tutup, ucapkan salam, jika materi pembicaraan sudah disampaikan atau waktu sudah habis.

Tips penutup pidato:
  1. Menyimpulkan
  2. Menyatakan kembali gagasan utama dengan kalimat berbeda
  3. Mendorong audience untuk bertindak (Appeal for Action)
  4. Menyampaikan kutipan sajak, kitab suci, pribahasa, atau ucapan ahli, memuji khalayak, dll.

Elemen Public Speaking

Public speaking seperti pidato dan presentasi adalah proses yang melibatkan banyak elemen atau unsur. Berikut ini elemen dalam public speaking.

1. Teknik Vokal

Vokal atau suara Anda adalah alat komunikasi paling dasar dalam pidato. Belajar menggunakannya dengan benar adalah kunci untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.

Teknik vokal dalam pidato meliputi:

1. Intonasi (intonation) --nada suara, irama bicara, atau alunan nada dalam melafalkan kata-kata.
2. Aksentuasi (accentuation) atau logat, dialek. Lakukan stressing pada kata-kata tertentu yang dianggap penting.
3. Kecepatan (speed). Jangan bicara terlalu cepat.
4. Artikulasi (articulation), yaitu kejelasan pengucapan kata-kata; pelafalan kata (pronounciation).
5. Infleksi – lagu kalimat, perubahan nada suara; hindari pengucapan yang sama bagi setiap kata. Infleksi naik (go up) menunjukkan adanya lanjutan, menurun (go down) tunjukkan akhir kalimat.

2. Kontak Mata

Kontak mata (eye contact) bagian dari bahasa tubuh sekaligus nonverbal. Penting menjaga kontak mata dengan hadirin agar terjalin komunikasi nonverbal yang baik saat public speaking.

1. Pandang audiens; sapukan pandangan ke seluruh hadirin, jangan ke satu arah!
2. Pandang tepat pada matanya atau arahkan mata ke atas kepala hadirin (jika gugup).

3. Postur

Postur adalah posisi tubuh saat public speaking. Pastikan Anda berdiri tegal namun rileks. Posisikan kedua kaki sejajar dengan kedua bahu Anda.

3. Gestur

Gstur adalah gerakan tubuh dan bagian dari unsur nonverbal sekaligus visual dalam public speaking. Lakukan gerakan anggota badan dengan alami dan tepat.

1. Alami, spontan, wajar, tidak dibuat-buat.
2. Penuh, tidak sepotong-sepotong, tidak ragu.
3. Sesuai dengan kata-kata.
4. Gunakan untuk penekanan pada poin penting,
5. Jangan berlebihan. Less is more!
6. The most important gesture: to SMILE!

Jenis-Jenis Gerakan Tubuh:
  1. Ekspresi wajah
  2. Gerakan tangan
  3. Lengan
  4. Bahu
  5. mulut atau bibir
  6. Gerakan hidung
  7. Kepala, badan, kaki.
Elemen Gestur

Setiap gerakan mengandung tiga bagian:
  1. Pendekatan (The Approach) – Tubuh siap untuk bergerak;
  2. Gerakan (The Stroke) – gerakan tubuh itu sendiri;
  3. Kembali (The Return) – kembali ke posisi semula atau keadaan normal.
Tips Gestur saat Pidato:
  1. Variatif, jangan monoton. Misalnya terus-menerus mengepalkan jari tangan di atas.
  2. Jangan melalukan gerakan tubuh yang tidak bermakna atau tidak mendukung pembicaraan seperti: memegang kerah baju, mempermainkan mike, meremas-remas jari, dan menggaruk-garuk kepala.
  3. Makin besar jumlah hadirin, kian besar dan lambat gerakan tubuh yang kita lakukan. Jika kita berbicara di depan hadirin dalam jumlah kecil, atau di video conferencing, atau di televisi, lakukan gerakan tubuh alakadarnya (smaller gestures).

Humor dalam Sublic Speaking


Humor adalah bumbu dalam public speaking. Audiens umumnya menyukai pembiaca humoris, namun tidak berlebihan atau tidak "kebanyakan bercanda".

1. Use Natural Humor! Don't try to be a stand up comedian! 
3. Gunakan hentian (pause) sekadar memberikan kesempatan kepada pendengar untuk tertawa.

Teknik Humor:
  1. Exaggeration --melebihkan sesuatu secara tidak proporsional. Misalnya, ungkapan “hujan lokal” bagi pembicara yang “menyemburkan” air liur;
  2. Parodi --meniru gaya suatu karya serius (lagu, pepatah, puisi) dengan penambahan agar lucu, misalnya mengubah lirik lagu dengan kata-kata baru bernada humor;
  3. Teknik belokan mendadak --membawa khalayak untuk meyakini bawa kita akan berbicara normal, namun tiba-tiba kita mengatakan sebaliknya atau tidak disangka-sangka pada akhir pembicaraan. Contoh: Saya mencintai seorang wanita, namun kami tidak bisa menikah karena keluarganya merasa keberatan. Saya tidak bisa apa-apa, karena keluarganya yang tidak setuju itu adalah suami dan anak-anaknya!; TV (baca: tivi) yang dibuat di Bandung dan bermerk “Parisj van Java” yaitu tipikir-pikir tidak ada.
Demikian tips publis speaking tentang cara pidato yang baik dan menarik. Kuncinya adalah latihan dan persiapan. Pidato atau presentasi adalah keterampilan komunikasi yang bisa dilatih.

REFERENSI:

- Asep Syamsul M. Romli, Lincah Menulis Pandai Bicara. Nuansa Bandung, 2003.
- Asep Syamsul M. Romli, Broadcast Journalism: Panduan Menjadi Penyiar, Reporter, dan Scriptwriter. Nuansa Bandung, 2005.
- Anne Fisher, “Secrets of Great Public Speaking”. www.money.cnn.com
- “One-Liner for Speaker”. www.halife.com
- “Public Speaking Glossary”, www.public-speaking.org

Kenali Manfaat dan Rekomendasi Asuransi Jiwa Terbaik di Indonesia

Kenali Manfaat dan Rekomendasi Asuransi Jiwa Terbaik di Indonesia

1 Follow @romel_tea
Kenali Manfaat dan Rekomendasi Asuransi Jiwa Terbaik di Indonesia

Belakangan ini, banyak sekali produk-produk asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi dengan memberikan manfaat proteksi maupun manfaat investasi sesuai dengan kebutuhan setiap nasabah.

Salah satu produk asuransi yang banyak diminati yakni asuransi jiwa yang hadir dengan berbagai manfaat proteksi bagi nasabah. Di Indonesia sendiri, umumnya terdapat berbagai jenis asuransi jiwa yang bisa menjadi pilihan bagi nasabah. 

Agar Anda bisa tahu lebih jelas mengenai jenis asuransi ini, bisa menyimak ulasan lengkapnya di artikel berikut.

Apa Saja Manfaat Menggunakan Produk Asuransi Jiwa?

Asuransi jiwa umumnya merupakan produk proteksi finansial yang hadir dengan memberikan santunan uang tunai kepada ahli waris, apabila pihak tertanggung atau nasabah mengalami risiko meninggal dunia atau cacat tetap. 

Produk asuransi ini penting dimiliki, khususnya bagi orang-orang yang memang menjadi pencari nafkah utama atau tulang punggung keluarga.

Dengan asuransi ini, maka keluarga yang ditinggalkan nantinya akan tetap bisa bertahan hidup dengan memanfaatkan uang pertanggungan yang diberikan perusahaan asuransi.

Dari sekian banyaknya jenis asuransi jiwa yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi seperti asuransi jiwa berjangka, asuransi jiwa seumur hidup, asuransi jiwa unit link sampai dengan asuransi jiwa dwiguna, asuransi ini sendiri hadir dengan memberikan banyak manfaat di antaranya yakni sebagai berikut:

  • Memberikan manfaat proteksi finansial pada ahli waris
  • Memperoleh uang pertanggungan untuk penyakit kronis
  • Sebagai tabungan pensiun atau hari tua
  • Memberikan manfaat bagi nasabah lantaran bebas pajak
  • Membantu menutupi biaya kematian.

Besaran Premi pada Asuransi Premi

Pada setiap produk asuransi termasuk asuransi jiwa, biasanya akan membebankan premi dengan besaran tertentu yang mana harus dibayarkan tiap bulannya oleh pihak nasabah. 

Meski demikian, dalam hal ini Anda perlu tahu bahwa mengenai besaran premi biasanya sangat bergantung pada beberapa faktor.

Dalam hal ini, beberapa faktor yang dinilai memengaruhi besaran dari premi asuransi jiwa yakni sebagai berikut:

  • Uang pertanggungan asuransi jiwa
  • Jenis asuransi jiwa yang dipilih nasabah
  • Usia nasabah asuransi jiwa
  • Kondisi kesehatan nasabah asuransi jiwa
  • Polis tambahan pada asuransi jiwa.

Bagaimana Klaim Asuransi Jiwa bagi Nasabah?

Perlu Anda ketahui, bahwa untuk proses klaim asuransi jiwa biasanya dilakukan setelah nasabah mengalami risiko meninggal dunia.

Di sini, pihak perusahaan akan menetapkan maksimal pengajuan klaim selama 7 hari sejak terjadinya risiko meninggal dunia. Apabila dalam waktu tersebut tidak ada klaim, maka perusahaan berhak menolak pengajuan klaim ahli waris.

Sementara itu, mengenai cara klaim asuransi jiwa yakni sebagai berikut:

1. Pastikan ahli waris mengajukan klaim asuransi jiwa sesegera mungkin atau tidak lebih dari 7 hari sejak terjadinya risiko (biasanya ketentuan batas maksimal klaim ini sangat bergantung pada ketentuan dari pihak perusahaan asuransi yang dipilih).

2. Saat akan mengajukan klaim, ahli waris perlu mengirimkan dokumen klaim ke pihak perusahaan asuransi atau agen asuransi. Dokumen klaim ini sendiri yakni berisi formulir klaim asuransi, identitas diri nasabah, surat keterangan meninggal dunia dan lain sebagainya.

3. Menunggu proses verifikasi kebenaran data dari pihak perusahaan asuransi yang mengurus klaim pengajuan asuransi nasabah.

4. Apabila klaim asuransi jiwa sudah disetujui dan dokumen klaim dikatakan sudah lengkap, maka pihak perusahaan asuransi nantinya akan segera mencairkan uang pertanggungan atau dana santunan tunai ke rekening ahli waris.

Rekomendasi Produk Asuransi Jiwa Terbaik

Setelah mengetahui ulasan lengkap mengenai asuransi jiwa, Anda yang mungkin tertarik untuk membeli produk asuransi ini bisa menggunakan asuransi jiwa prudential PRULink Generasi Baru.

Produk asuransi ini termasuk dalam asuransi unit link yang mana hadir dengan menawarkan premi asuransi harga terjangkau yakni mulai dari Rp400 ribu per bulannya.

Produk ini dinilai sangat cocok bagi Anda yang mungkin sedang mencari produk asuransi jiwa yang memberikan manfaat proteksi sekaligus manfaat investasi dengan penghasilan menengah ke atas.

Sebelum memutuskan membeli produk asuransi jiwa jenis unit link ini, pastikan memperhatikan beberapa hal penting agar nantinya tidak terjadi kesalahpahaman ketika membeli produk asuransi.

Itulah ulasan menarik bagi Anda seputar manfaat sampai dengan pilihan produk asuransi jiwa terbaik di pasaran untuk dijadikan bahan pertimbangan.

Pastikan Anda yang membeli produk asuransi juga perhatikan perusahaan asuransi yang menawarkan agar tidak terjebak masalah penipuan yang berakhir kerugian di dalamnya.

Demikian manfaat dan rekomendasi asuransi jiwa terbaik di Indonesia.*


7 Cara Saya Mendapatkan Uang dari Blog

7 Cara Saya Mendapatkan Uang dari Blog

0 Follow @romel_tea
 
BLOGGER, sebagaimana YouTuber, bisa menghasilkan uang dari blognya. Dalam video di atas, saya menjelaskan 7 sumber penghasilan blogger sebagaimana saya alami.

Sebagaimana Youtuber juga, sumber utama penghasilan para blogger adalah Google AdSense. Bahkan sumber pendapatan situs berita atau media online juga AdSense.

Adsense adalah program periklanan yang diluncurkan tahun 2003 oleh Google. Saat ini ia menjadi program periklanan paling populer di Internet. Ini memberikan peluang bagus bagi webmaster dan pemilik situs web atau para blogger untuk memonetisasi website mereka

Dengan trafik kunjungan antara 200-300 visitor unik per hari, sebuah blog atau website sudah bisa diterima menjadi publisher Google AdSense.

Jika sudah diterima di program periklanan Google, Anda akan memiliki akun AdSense. Di sanalah kode-kode didapatkan dan dipasangkan di blog. Kode utamanya adalah kode untuk menyambungkan blog ke iklan Google.

Nantinya ada kode-kode iklan --termasuk kode iklan otomatis-- yang harus dipasang di blog. Kode ini akan otomatis menampilkan iklan Google di blog kita. Kita akan mendapatkan komisi tiap bulan. Biasanya, jika sudah mencapai jumlah penghasilan minimal 100 dolar, maka kita sudah bisa "gajian" dari Google --kalau saya tiap tanggal 22 per bulan.

Selain AdSense, ada banyak sumber pendapatan lainnya. Seorang blogger bisa mendapatkan penghasilan dari iklan lokal (banner ads), postingan bersponsor (sponsored post, paid post) dari perusahaan atau web lain yang melakukan content placement, program afiliasi, termasuk bisa jualan produk sendiri.

Bagaimana, tertarik menghasilkan uang dari blog? Anda bisa mulai dengan membuat blog sekarang juga!

7 Cara Saya Mendapatkan Uang dari Blog

Happy Blogging!