Buku Jurnalistik Online Edisi II Lebih Lengkap, Termasuk Soal Hoax dan Umpan Klik

BUKU   Jurnalistik Online Edisi II  sudah terbit. Buku jurnalistik online terbitan Nuansa Cendekia ini isinya lebih lengkap dari edisi per...

SEO Optima: Template Blog Terbaru, SEO Friendly, Responsive, Ringan, Simple

1 Follow @romel_tea
SEO Optima adalah template Blogger terbaru. SEO template ini sudah dioptimalkan, sebagaimana template blog seo friendly yang sudah saya bagikan sebelumnya: jurnalistik template, jurnalistik theme, the writer, academia, dll.

Kriteria template Blogger SEO Friendly sudah terpenuhi: Responsive atau ramah seluler (mobile friendly), loading cepat atau ringan (fast loading), desainnya sederhana (simple), dan bersih (clean). Free, gratis.

Template SEO Optima: Responsive!

SEO Optima: Template Blog Terbaru, SEO Friendly, Responsive, Ringan, Simple

Template SEO Optima: Tampilan HP/Mobile

SEO Optima: Template Blog Terbaru, SEO Friendly, Responsive, Ringan, Simple

Template SEO Optima: Mobile-friendly!

SEO Optima: Template Blog Terbaru, SEO Friendly, Responsive, Ringan, Simple

Template SEO Optima: Ringan! Cuma 1,1 detik!

SEO Optima: Template Blog Terbaru, SEO Friendly, Responsive, Ringan, Simple

Structured Data Template SEO Optima: No Error!
Membuat Blog Anda mudah terindeks Google.

SEO Optima: Template Blog Terbaru, SEO Friendly, Responsive, Ringan, Simple


Template Blogger SEO Optima ini tersedia versi Gratis & Premium. Gratis (freed ownload) tidak ada support. Premium ada support hingga blog tampil seperti demonya.

Template blog terebaru ini saya namakan SEO OPTIMA karena menang SEO-nya sudah saya optimalkan, terutama versi premiumnya.

Versi premium bebas link credit dan ada bantuan (support). Yang berminat versi premium kirim aja email ke romeltea@yahoo.com. Harga cuma Rp100.000 saja. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Pengertian Jurnalisme Umpan Klik (Clickbait Journalism)

0 Follow @romel_tea
Pengertian Jurnalisme Umpan Klik (Clickbait Journalism) - Jurnalisme Baru Era Media Online.

Jurnalisme Umpan Klik
Saya sudah berkali-kali menulis tentang Jurnalisme Umpan Klik (Clickbait Journalism).

Jurnalisme umpan klik adalah jurnalistik yang mengedepankan judul berita untuk menimbulkan rasa penasaran dan keingintahuan pembaca sehingga mengeklik link judul berita tersebut.

Umumnya, saat link judul berita itu diklik, isinya tidak sesuai dengan perkiraan. Maka, saya pun sudah menulis "Jangan Klik Judul Berita Umpan Klik".

Saat saya coba Googling dengan kata kunci "umpan klik", yang muncul di halaman depan Google mayoritas tentang "umpan pancing ikan".

Umpan klik dalam konteks jurnalistik atau media, di halaman depan Google hanya ada Wikipedia, lalu di halaman kedua ada tulisan saya.

"Umpan klik (clickbait) adalah suatu istilah peyoratif yang merujuk kepada konten web yang ditujukan untuk mendapatkan penghasilan iklan daring, terutama dengan mengorbankan kualitas atau akurasi, dengan bergantung kepada tajuk sensasional atau gambar mini yang menarik mata guna mengundang klik-tayang (click-through) dan mendorong penerusan bahan tersebut melalui jejaring sosial daring," tulis Wikipedia.

Disebutkan, tajuk umpan klik umumnya bertujuan untuk mengeksploitasi "kesenjangan keingintahuan" (curiosity gap) dengan hanya memberi informasi yang cukup membuat pembaca penasaran ingin tahu, tetapi tidak cukup untuk memenuhi rasa ingin tahu tersebut tanpa mengklik pada tautan atau pranala yang diberikan.

Saya telusiri lagi, ada dokumentasi berita Kompas Digital Premium berjudul "Prinsip Umpan Klik Ancam Jurnalisme".

"Di tengah perkembangan masif digital, terutama dalam media sosial, media massa bertarung untuk mempertahankan eksistensinya. Namun, kadang cara bertahan hidup tersebut justru mengancam jurnalisme, terutama dengan prinsip kerja umpan klik (click bait) yang mengedepankan sensasi" (Anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi).

Saya garis bawahi kata-kata "mengancam jurnalisme". Saya sudah lama menyatakan hal itu dalam "Judul Berita Clickbait Akibatkan Degradasi Jurnalistik".

Jurnalisme Umpan Klik bukan jurnalisme yang baik. Ia jurnalisme baru era media online. Wartawan atau media online beusaha bertahan hidup dengan "terpaksa" melabrak kaidah dan tujuan utama jurnalistik.

Dulu, di era media cetak, wartawan menulis berita untuk dibaca. Kini, di era internet (media online), wartawan menulis berita "untuk diklik". Agar beritanya diklik, dibuka, dan dibaca, wartawan menulis judul berita dengan menembunyikan inti berita.

"Ini Fakta Baru...."
"Begini Komentar...."
"Pemain Ini Dukung ...."
"Wow! Terungkap, Ternyata.... "

Itu sekadar contoh. Fenomena penulisan judul berita umpan klik seperti itu menjadikan cara membuat judul berita begitu mudah. Karena mudah, maka "derajatnya" pun jadi rendah.

Jurnalise Umpan Klik memandang pembaca sebagai ikan yang harus dipancing, sebagaimana ilustrasi gambar di atas.

Demikian ulasan ringkas tengan pengertian jurnalisme umpan klik yang menggejala di era internet kini. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Cara Menulis Artikel di Blog - Membuat Posting, Mengisi Blog

0 Follow @romel_tea
Berikut ini panduan cara menulis artikel (posting blog, tulisan, artikel) di blog bagi pemula. Blogger pemula (newbie) biasanya membuat posting atau mengisi blog "asal tulis", bahkan "asal copas tulisan orang lain".

Cara Menulis Artikel di Blog - Membuat Posting, Mengisi Blog

Secara teknis, gambar berikut ini menunjukkan langkah-langkah menulis artikel di blog. Dimulai dengan login ke Blogger. Di dashboard Blogger:

  1. Klik Posts
  2. Klik New Posts
  3. Isi Judul
  4. Isi Kolom Artikel dengan Tulisan.

post - new post

Menulis Posting

isi judul dan tulisan

Jangan lupa isi kolom Labels yang ada sidebar kanan, seperti gambar di bawah ini. Minimal satu label, maksimal tiga-empat label. Sesuaikan nama label dengan tema/topik atau isi artikel.

Mengisi Label

nama label

Itu cara menulis artikel di blog secara teknis blogging.

Harap perhatikan hal-hal berikut ini:

1. Tulis Langsung di Blog

Sebaiknya, Anda menulis langsung artikel di blog. Hindari copas dari file MS Word.

2. Gunakan Notepad

Jika copas dari file MS Word, sebaiknya copas dulu ke Notepad, lalu dari Notepad baru copas ke blog.

Notepad adalah aplikasi program bawaan Windows. Klik aja Accessores atau cari di kotak pencarian setelah klik Start.

notepad windows

3. Standar Penulisan Online

Gunakan alinea kiri (align left), paragraf dan kalimat pendek, dan kasih jarak (spasi) antar-alinea (lihat tanda panah merah pada gambar kedua di atas).

Selengkapnya: Cara Menulis di Media Online Termasuk Blog

4. Menyisipkan Gambar/Foto.

Jika akan menyisipkan gambar (foto), setelah menulis artikel selesai, arahkan cursor mouse ke bagian depan huruf pertama di artikel, lalu klik icon Insert image.

memasukkan gambar

- Pastikan gambar sudah tersedia
- Pasikan gambar memiliki nama file yang sesuai dengan tema artikel
- Pastikan ukuran gambar maksimal lebar 640 pixel (sesuai dengan ukuran lebar area postingan blog)

Baca Juga: Cara Membuat Posting Blog Pertama

Demikian Cara Menulis Artikel di Blog (Membuat Posting, Mengisi Blog). Panduan selengkapnya bisa dilihat di Cara Mengisi Blog: Panduan Menulis Posting. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Cara Menyikapi Wartawan Profesional dan Gadungan

1 Follow @romel_tea
Cara Menyikapi Wartawan Profesional dan Gadungan
"Polres Madiun Tangkap Oknum Wartawan Peras Guru". Demikian diberitakan Antaranews.

Dikabarkan, Polres Madiun menangkap Suhartono (40), pria yang mengaku sebagai wartawan media cetak Metro Jatim, Selasa (28/8/2018), lantaran memeras seorang guru SDN Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Menurut Wakapolres Madiun, Kompol Rentrix Riyaldi Yusuf, tersangka melakukan pemerasan dengan modus mengancam akan membuat pemberitaan yang buruk mengenai guru tersebut.

Berita di atas mengingatkan saya pada beberapa kali pelatihan di Tasikmalaya. Saya pernah mengisi pelatihan jurnalistik bertema "Jangan Takut Sama Wartawan" di depan puluhan guru. Pelatihan digelar karena maraknya pemerasan terhadap guru oleh oknum wartawan ata wartawan abal-abal.

Saya juga pernah mengisi pelatihan jurnalistik di depan ratusan kepala desa se-Kabupaten Tasikmalaya. Temanya sih pelatihan pembuatan media, namun tetap saja banyak pertanyaan seputar cara menghadapi wartawan.

Baca Juga: Cara Menghadapi Wartawan Gadungan

Jenis-Jenis Wartawan

Di pelatihan tersebut, juga banyak pelatihan jurnalistik lainnya, saya sering mengemukakan jenis-jenis wartawan dengan penekanan pada jenis wartawan profesional.

Wartawan profesional adalah wartawan sesungguhnya alias wartawan beneran. Ia bekerja di sebuah media resmi (berbadan hukum), digaji sesuai UMK, dan menaati kode etik jurnalistik, menaati UU Pers, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Etika profesi wartawan melarang jurnalis menerima dan meminta imbalan apa pun dalam bertugas. Wartawan dilarang menyalahgunakan profesi untuk kepentingan pribadinya. Wartawan amplop jelas bukan wartawan profesional karena ia melanggar kode etik.

Saya jamin wartawan media besar seperti Republika, Kompas, Detikcom, Pikiran Rakyat, dan lainnya akan menaati kode etik demi kredibilitas pribadi dan medianya.

Wartawan profesional tidak akan memelas minta-minta (minta duit, minta ongkos, minta buat biaya cetak/operasional) dengan alasan, misalnya, gajinya kecil atau medianya kecil.

Wartawan pro juga tidak akan memeras seperti kasus di Madiun di atas karena bukan saja melanggar kode etik, tapi juga sudah memasuki wilayah hukum pidana (kriminal).

Jadi, sekarang ini ada wartawan profesional, wartawan pemelas, dan wartawan pemeras. Yang dua terakhir ini BUKAN WARTAWAN alias wartawan abal-abal, wartawan palsu, wartawan gadungan, yang sering juga disebut wartawan bodrex.

Cara Menghadapi Wartawan

Saya sarankan semua pihak membaca UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Saya juga imbau semua pihak membaca Kode Etik Jurnalistik.

Dengan pegangan kedua dokumen itu, Anda bisa tahu cara menghadapi wartawan, terutama wartawan pemelas dan wartawan pemeras yang sering dikeluhkan masyarakat.

Di berbagai forum pelatihan, jika ada pertanyaan soal cara menghadapi wartawan, saya bisanya mengemukakan ide sebagai berikut:
  1. Secara umum, perlakukan wartawan "jenis apa pun" layaknya tamu yang harus dihormati dan "jamu" dengan minimal kasih minum.
  2. Tanyakan identitas (ID Card) dan keperluannya datang ke tempat Anda. Siapkan dokumen atau informasi yang dibutuhkannya, misalnya konfirmasi atau cek dan ricek.
  3. Jika ragu, kontak redaksi medianya via telepon. Jika medianya "beneran", pasti akan ada jawaban.
  4. Wartawan profesional akan datang untuk wawancara atau liputan saja, tidak akan minta duit atau imbalan.
Menghadapi Wartawan Pemelas

Wartawan pemelas, yaitu wartawan yang minta ongkos atau minta duit, dipastikan ia wartawan abal-abal. Medianya mungkin juga media tidak resmi (tidak bebadan hukum). Mungkin juga tidak ada alamat redaksi atau kantornya.

Saya sering bilang, jika ada wartawan yang "mengemis" seperti itu, minta saja identitasnya, KTP-nya, lalu buatkan surat pengantar ke Lembaga Sosial atau Lembaga Zakat terdekat, agar ia diberi santunan atau sedekah dari uang Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) umat.

Menghadapi Wartawan Pemeras

Menghadapi Wartawan Pemeras, lakukan langkah hukum seperti dilakukan guru SD di Madiun yang melaporkannya ke polisi.

Pemerasan adalah kriminal, tindak pidana. Jangan takut diberitakan buruk, karena Anda punya Hak Jawab yang dijamin UU Pers. Di KUHP juga ada pasal pencemaran nama baik.

Wartawan pemelas dan pemeras alias wartawan abal-abal biasanya datang hanya di acara tertentu. Wartawan model begini (pemelas/pemeras) tidak akan meliput aksi demo guru honorer, misalnya, atau acara-acara yang "tidak ada duitnya".

Biasanya, wartawan abal-abal (gadungan/bodrex) datang di acara seminar, pelantikan, atau bahkan teu hujan teu angin tiba-tiba saja datang ke sebuah kantor atau seorang narasumber. UUMD, Ujung-Ujungna Minta Duit!

Menurut kepala sekolah dan kepala desa yang pernah ikut pelatihan dengan saya, wartawan pemeras dan pemelas biasanya datang ke sekolah/desa jika ada dana bantuan cair (BOS/Bantuan Desa).

Untuk kasus ini, saya punya cerita bagus. Teman saya, sesama penyiar, yang ibunya kepala sekolah, pernah cerita. Ibunya ini didatangi wartawan abal-abal, minta "jatah" dana BOS. 

Ibu Kepsek lantas bilang, silakan saja tanda tangan dan sebutkan untuk dana apa, karena penggunaan dana BOS harus transparan, siapa yang menggunakan dan untuk apa. Sang wartawan gadungan tadi pun mundur teratur.

Demikian sekadar berbagi tentang cara menyikapi wartawan. Intinya, wartawan jenis apa pun layani dengan baik. 

Jika memelas, rekomendasikan ke lembaga sosial atau lembaga zakat agar diberi santunan. Jika memeras, jangan ragu melaporkannya ke pihak berwajib. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Buku Jurnalistik Online Edisi II Lebih Lengkap, Termasuk Soal Hoax dan Umpan Klik

0 Follow @romel_tea
BUKU Jurnalistik Online Edisi II sudah terbit. Buku jurnalistik online terbitan Nuansa Cendekia ini isinya lebih lengkap dari edisi pertama yang terbit 2012.

Buku Jurnalistik Online Edisi II


Dalam edisi kedua yang terbitnya "tidak saya ketahui" termasuk soal hoaks (hoax) dan umpan klik (clickbait) yang ngetren di kalangan jurnalis media online.

Di edisi pertama saya belum memasukkan perkembangan terbaru Jurnalistik Online. Soal format posting atau display naskah juga belum sempat saya bahas.

Di buku Jurnalistik Online Edisi kedua ini, semuanya sudah saya masukkan. Buku pun lebih tebal. Ada tambaan sekitar lima bab.

Edisi pertama dulu disusun agak terburu-buru kejar target. Bahkan, penerbit sampai "lupa" memasukkan daftar pustaka sebagai rujukan saya dalam menyusun buku tersebut.

Apa yang baru?

Di edisi kedua ini, saya tambahkan delapan bahasan baru:

  1. Menulis untuk Web
  2. Desain Media Online
  3. Jurnalisme Media Sosial
  4. Tren Pemberitaan Online - Clickbait Journalism
  5. Kredibilitas Media Online
  6. Kualifikasi Jurnalis Online
  7. Breaking News di Media Siber
  8. Serba-Serbi Media Online

Lebih lengkap 'kan?

Buku Jurnalistik Online Edisi II


Anda bisa mendapatkan buku Jurnalistik Online Edisi II ini melalui website resmi penerbitnya, www.nuansa.co, atau di toko buku terdekat. Harganya hanya Rp55.000. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*