Teknik Menulis Berita

Follow @romel_tea

ANDA pemula dalam penulisan berita? Bingung bagaimana cara menulis berita? Ini dia cara, tips, atau teknik menulis berita untuk pemula.

Teknik Menulis Berita

Ulasan ringkas dan praktis tentang cara membuat berita ini akan dimulai dari pengertian berita. Diakhiri dengan panduan teknis menulis berita standar dalam jurnalistik, yaitu menulis berita lempang atau berita langsung (straight news)

Pengertian Berita

Berita (news) adalah laporan peristiwa aktual. Ada kejadian, acara, insiden, pelantikan, atau kegiatan apa pun, lalu diinformasikan kepada publik. Itulah berita.

Laporan peristiwa ini harus "apa adanya". Hanya berisi laporan atau informasi data dan fakta kejadian, meliputi apa, siapa, kapan, di mana, kenapa, dan bagaimana --akan dibahas di subjudul Unsur Berita. 

Ada banyak definisi atau pengertian berita yang dirumuskan para ahli, praktisi, dan akademisi. Namun, intinya berita adalah informasi tentang peristiwa terbaru (recent events) atau kejadian terkini (current affairs).

Secara bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan berita sebagai laporan; kabar; cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat.

Dalam buku Here’s the News yang dihimpun oleh Paul De Maeseneer, berita didefinisikan sebagai informasi baru tentang kejadian yang baru, penting, dan bermakna (signifikan) yang berpengaruh pada para pendengarnya serta relevan dan layak dinikmati oleh mereka.

Dalam literatur jurnalistik, kita menemukan beberapa prinsip atau pedoman umum dalam menulis berita: 
  1. Faktual -- peristiwa yang diberitakan benar-benar terjadi, tidak fiktif, ada data dan faktanya.
  2. Isi berita bukan opini, pendapat, atau gagasan penulis berita (wartawan). Kode etik jurnalistik menegaskan "tidak mencampurkan fakta dan opini". 
  3. Aktual -- kejadian yang diberitatakan masih segar, hangat, baru terjadi, kejadian hari ini, bukan kejadian lampau. 
  4. Objektif -- dalam pengertian sesuai keadaan yang terjadi, tanpa ada pengaruh pendapat pribadi. 
  5. Unsur berita -- isi atau naskah berita memuat unsur 5W+1H (what, where, when, who, why, dan how) atau apa, di mana, kapan, siapa, kenapa, dan bagaimana.

Berita sebagai Karya Jurnalistik

Berita adalah produk utama jurnalistik atau jurnalisme. Produk lainnya adalah feature (karangan khas) dan artikel.

Jurnalistik adalah proses, aktivitas, dan teknik mengumpulkan (data/fakta peristiwa), menulis, menyunting, dan mempublikasikannya melalui media massa, baik media cetak, media elektronik, maupun media online (media siber/situs berita).

Jurnalisme atau jurnalistik dipahami sebagai kegiatan menghimpun berita, mencari fakta, dan melaporkan peristiwa.

"Memberitakan" atau melaporkan peristiwa adalah tugas utama jurnalis (wartawan), khususnya reporter, koresponden, atau kontributor.

Selain berupa teks (naskah/tulisan), berita juga bisa dibuat dalam format audio, video, dan grafis (infografis).

Di era media online, berita tidak harus berupa teks (tulisan), tapi juga bisa berupa gambar (foto), audio, dan video. Wartawan bisa memutuskan format mana yang lebih cocok untuk melaporkan peristiwa yang diliputnya.

Namun, apa pun format yang dipilih, teks (tulisan) selalu diperlukan. Gambar atau foto memerlukan caption (keterangan gambar/foto). Video juga memerlukan judul dan deskripsi. 

Dalam jurnalistik dikenal banyak jenis berita, di antaranya berita langsung (straight news), berita ringan (soft news), berita opini (opinion news), dan berita investigasi (investigative news). 

Dalam postingan ini kita fokus ke berita langsung yang biasa mendominasi halaman depan sebuah media, termasuk situs berita (media siber).

Nilai Berita

Berita adalah laporan peristiwa. Namun, tidak semua peristiwa layak diberitakan (fit to print, fit to post, fit to broadcast).

Sebuah peristiwa atau kejadian layak diberitakan atau memenuhi standar untuk dilaporkan kepada publik melalui media masaa jika memenuhi salah satu nilai berita (news value) sebagai berikut:

1. Magnitude, pengaruh

Nilai berita magnitude artinya seberapa luas pengaruh suatu peristiwa bagi publik atau masyarakat luas. Contoh: kenaikan harga BBM. Luasnya pengaruh suatu berita bagi masyarakat menentukan apakah berita bernilai atau tidak.

2. Significance, penting

Nilai berita significance artinya menyangkut kepentingan (importance) orang banyak. Seberapa penting arti suatu peristiwa bagi publik atau apakah peristiwa itu penting diketahui masyarakat. Contoh: wabah penyakit, kenaikan harga sembako.

3.  Timeliness, aktualitas.

Nilai berita timeliness disebut juga actuality, immediacy, dan newnews yang artinya kebaruan, yakni baru saja terjadi. Contohnya, peristiwa akan dan sedang berlangsung, sudah terjadi semenit, sejam, atau maksimal sehari yang lalu.

Kebaruan adalah sesuatu yang terbaru. Presiden yang baru dilantik, walikota yng baru diangkat, artis yang baru melahirkan, pejabat yang baru masuk penjara, semua itu merupakan peristiwa bernilai berita.

Semakin aktual sebuah berita, semakin tinggi pula nilai berita tersebut. Terdapat tiga kategori aktual:
  1. Aktual kalender – contoh peringatan hari besar nasional.
  2. Aktual waktu – contoh quick count hasil pemilihan.
  3. Aktual masalah — contoh kasus pembunuhan yang belum terungkap.

4. Proximity, kedekatan

Nilai berita kedekatan yaitu kedekatan peristiwa terhadap khalayak secara geografis, psikologis, dan ideologis.
  • Geografis – lokasi kejadian.
  • Psikologis – keterikatan budaya (kultural), pikiran, perasaan, kesukaan, atau kejiwaan seseorang dengan suatu objek peristiwa atau berita.
  • Ideologis – kedekatan keyakinan, sama-sama Muslim misalnya.

5. Prominence, ketokohan

Peristiwa yang melibatkan public figure, artis, pejabat, atau idola masyarakat selalu menarik. Semakin terkenal sesorang, maka beritanya akan semakin bernilai.

6. Impact, dampak 

Semakna dengan nilai berita nomor 1 dan 2. Seberapa besar dampak suatu kejadian; seberapa banyak orang yang terkena dampak, seberapa luas, seberapa lama pula dampak tersebut dirasakan.

Semakin besar dampak dari suatu peristiwa, maka akan semakin tinggi pula nilai beritanya, misalnya banjir, terorisme, atau kejadian berdampak luas lainnya.

7. Conflict, konflik

Peristiwa ketegangan, perang, kericuhan, selalu menarik, termasuk konflik antara artis atau politisi dan konflik antarnegara.

8. Human Interest

Peristiwa yang menyentuh perasaan kemanusiaan (human touch), misalnya perbudakan dan penganiayaan, perjuangan bangsa yang masih dijajah (Palestina), atau peritsiwa apa pun yang dapat menimbulkan efek emosi dan menimbilkan simpati.

9. Unusualness, keanehan

Disebut juga oddity, uniqueness. Keluarbiasaan, keunikan, ketidaklaziman, ketidakumumam.

Hal yang unik, tidak lazim, aneh, tidak biasa. Manusia cenderung ingin tahu tentang segala hal yang unik dan aneh. Hal-hal yang belum pernah atau tak bias ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan menarik perhatian.

Anjing menggigit orang itu biasa, tapi orang menggigit anjing itu luar biasa alias aneh. Seorang wanita melahirkan bayi kembar lima juga unik.

10. Sex, seks

Ada ungkapan, semua tulisan/berita membosankan, kecuali tentang seks. Peristiwa seksual selalu menarik karena menyangkut salah satu kebutuhan dasar dan fitrah manusia. Contohnya perkosaan, perselingkuhan, prostitusi, pelecehan, dan tindakan asusila lainnya.

Selain ke-10 nilai berita di atas, ada juga istilah-istilah nilai berita lain yang artinya senada dengan nilai-nilai berita di atas.
  • Suprising (kejutan): peristiwa yang mengejutkan, tidak disangka–sangka.
  • Suspense (ketegangan): konflik
  • Sympathy (simpati): menimbulkan simpati
  • Immediacy (kesegeraan): aktual
  • Consequence (konsekuensi): dampak, akibat, pengaruh
  • Trend: viral, trending
  • Humor: hal lucu.

Unsur Berita: 5W1H

Unsur artinya bagian atau elemen. Unsur berita adalah bagian-bagian informasi yang ada dalam sebuah berita beruta fakta atau data.

Sebuah berita, terutama berita lempang (straight news), menyajikan informasi atau data yang terangkum dalam unsur berita 5W+1H.
  1. Who (siapa)
  2. What (apa)
  3. Where (di mana)
  4. When (kapan)
  5. Why (kenapa)
  6. How (bagaimana).
Contoh Unsur Berita 5W1H

Pemerintah (WHO) melarang mudik lebaran 2021 pada 6-17 Mei 2021 (WHAT). Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan risiko penularan Covid-19. (WHY)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan angka penularan dan kematian Covid-19 masih tinggi terutama pasca libur panjang.

"Cuti bersama idul fitri satu hari ada, tapi enggak boleh ada aktivitas mudik. Pemberian bansos akan diberikan," kata Muhadjir di Jakarta (WHERE), Jumat (26/3). (WHEN)

Naskah berita umumnya diawali dengan unsur WHO dan WHAT. Unsur berita lainnya, khususnya WHY dan HOW, ada dalam tubuh atau isi berita.

Unsur WHY sering juga dimuncul di awal kalimat, seperti “Untuk mengurangi pengangguran (WHY), pemerintah (WHO) menggulirkan program pelatihan wirausaha (WHAT).

Unsur Berita 5W1H

Teknik Reportase

Sebelum membuat berita, wartawan harus mengumpulkan bahannya lebih dahulu yang terangkum dalam unsur berita 5W1H.

Pengumpulan bahan berita (news gathering) ini disebut reportase. Teknik reportase terdiri dari tiga:

1. Observasi

Observasi yaitu pengamatan langsung ke tempat kejadian atau lokasi peristiwa. Wartawan datang ke lokasi acara atau peristiwa, melihat langsung data dan faktanya, lalu mencatatnya untuk nanti dilaporkan atau diberitakan.

2. Wawancara

Wawancara --dalam hal ini wawancara berita (news interview) atau wawancara jurnalistik-- yaitu bertanya untuk mendapatkan informasi. 

Aktivitas jurnalistik atau reportase, termasuk observasi, hampir selalu melibatkan wawancara. Jurnalis atau wartawan memerlukan informasi tambahan kepada narasumber (pelaku, korban, saksi, dll.), misalnya tentang waktu kejadian, motif, tujuan kegiatan, dsb.

3. Riset data.

Riset data  --disebut juga studi literatur atau studi pustaka-- yaitu reportase berupa mencari fakta/data melalui arsip berita, buku sejarah, referensi, atau dokumentasi tentang suatu masalah atau peristiwa.

Wartawan memerlukan data akurat tentang nama, tanggal, istilah, dll. Di era digital, reportase riset data juga bisa dilakukan secara online, yaitu dengan membuka website dan media sosial.

Bahasa Jurnalistik

Bahasa jurnalistik adalah gaya bahasa khas wartawan dalam menulis berita. 

Disebut juga bahasa pers, bahasa media, atau bahasa surat kabar (newspaper language), karakteristik utama bahasa jurnalistik adalah:
  1. Ringkas, hemat kata
  2. Lugas
  3. Langsung ke pokok (to the point) atau tidak bertele-tele
  4. Sederhana (mudah dipahami)
  5. Menggunakan kata-kata yang umum digunakan
  6. Menghindari kata-kata klise dan mubazir.
Baca Selengkapnya: Bahasa Jurnalistik

Struktur Berita

Struktur berita terdiri dari 
  1. Judul (head)
  2. Teras (lead)
  3. Isi (Body)
Judul berita hendaknya berupa kalimat aktif, ringkas, dan menggambarkan isi berita. Teras yaitu alinea pertama isi berita. 

Isi berita berupa detail atau rincian peristiwa. Di bagian ini pula kutipan langsung disajikan. Kutipan berfungsi memperkuat atau memperjelas informasi yang disajikan.

Dalam menulis berita, khususnya teras, dikenal formula piramida terbalik, yaitu menyajikan informasi yang paling penting di bagian awal -- beberapa paragraf awal. Bagian yang dianggap kurang penting pada bagian akhir berita. 

Di media online atau situs berita, struktur berita secara lengkap terdiri dari:
  1. Head Line 
  2. By Line
  3. Date Line
  4. Place Line
  5. Lead
  6. Body
Perhatikan screenshot naskah berita berikut ini. Dari contoh ini juga kita bisa mempelajari penulisan judul, teras, dan tubuh berita.

Struktur Berita

Teknis Menulis Berita

Cara menulis berita ini mengacu pada struktur berita, yaitu penulisan judul, teras, dan isi berita.

1. Menulis Judul Berita

Judul berita adalah bagian teratas naskah berita dengan ukuran huruf (font) yang umumnya paling besar dalam naskah berita.

Judul berita hendaknya berupa kalimat aktif, ringkas, dan menggambarkan isi. Cara termudah menulis judul adalah mengawalinya dengan unsur Who (Siapa).

Contoh judul berita:

  • Polri Resmi Berlakukan Tilang Elektronik Mulai 23 April
  • Pelindo III targetkan Terminal Multipurpose Labuan Bajo rampung April
  • Jepang pertimbangkan pangkas jumlah pengunjung resmi Olimpiade
  • Menteri Trenggono sosialisasikan inovasi KKP aplikasi Laut Nusantara
  • AS akan keluarkan usul langgengkan program bagi imigram "Pemimpi"
  • Inggris dekati kesepakatan vaksin dengan Uni Eropa
Contoh judul berita di atas --dari laman antaranews.com-- semuanya diawali dengan unsur Who. Untuk pemula, awali judul berita dengan unsur Siapa (pelaku, saksi, korban, nama orang, nama lembaga).

2. Menulis Teras Berita

Teras berita adalah alinea pertama atau bagian awal naskah berita setelah judul. Cara menulis teras paling mudah adalah seperti menulis judul, yakni memulainya dengan menuliskan unsur Who (Siapa).

Contoh teras berita:

  • Polri akan mulai memberlakukan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) mulai 23 April 2021. Hal ini dilakukan demi mewujudkan penegakan hukum yang tegas dan transparan.
  • Inggris hampir mencapai kesepakatan vaksin dengan Uni Eropa (EU) pada akhir pekan ini yang akan menghapus ancaman blok tersebut untuk menghentikan pasokan, The Times melaporkan pada Sabtu.
Cara termudah menulis teras berita adalah dengan menggunakan rumus berikut ini:
  • WHO WHAT WHERE WHEN WHY HOW
  • Siapa Apa Di mana Kapan Kenapa Bagaimana
Biasanya, teras berita hanya memuat unsur WHO, WHAT, WHEN, dan WHERE. Unsur WHEN (waktu kejadian) cukup ditulis nama hari dan tanggal --tanpa didahului dengan kata-kata pada hari atau pada tanggal.

Pilih salah satu format waktu berikut ini dalam naskah berita Anda:
  • Sabtu, 27 Maret 2021
  • Sabtu (27/3/2021)
  • Sabtu (27/3)

3. Menulis Isi Berita

Isi berita (news body) merupakan informasi lanjutan, detail, atau rincian dari fakta atau data yang sudah disampaikan dalam judul dan teras berita.

Biasanya, isi berita berisi unsur WHY dan HOW yang memberikan penjelasan tentang latar belakang, motif, penyebab kejadia, dan kronologi peristiwa.

Jika Anda sudah menulis judul dan teras, maka bagian isi ini akan mudah dituliskan.

Bagaimana? Siap menulis berita? Semoga panduan teknik menulis berita di atas bermanfaat bagi Anda yang belajar menulis berita. Wasalam.*


Thanks for reading Teknik Menulis Berita | Tags: | Follow Romeltea on Twitter

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Related Posts

Your Comments

0 komentar on Teknik Menulis Berita

Post a Comment

Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.