Nostalgia Pergi ke Hong Kong. Saya pernah ke Hong Kong sebanyak tiga kali. Kali pertama tahun 2009 untuk mengisi pelatihan siaran radio bagi Buruh Migran Indonesia (BMI) yang diadakan Radio Perantau Indonesia (RPI) Dompet Dhuafa Hong Kong (DDKH).
Cuma sehari saya di sana. Yang kedua, tahun 2010 untuk tujuan yang sama. Selama sekitar seminggu saya di sana. Yang ketiga, tahun 2012 untuk mengisi pelatihan komunikasi (blogging, public speaking, penyiaran radio), selama 1,5 bulan atau hampir dua bulan.
Foto pertama di bawah ini saya jadikan foto profil semua akun media sosial saya selama bertahun-tahun, hingga 2026 ini. Anda bisa cek di Google dengan mengetik Kang Romel atau Romeltea, lalu pihih Gambar.
Foto ini saat saya di Hongkong Disneyland. Sengaja aja pengen difoto. Foto kedua juga masih di Disneyland.
Foto ketiga ini saat saya jadi khotib Shalat Idulfitri 2012 di Taman Srikandi Hong Kong di Pulau Lantau. Taman ini tempat ngumpul BMI saat liburan (Sabtu/Minggu). Jamaah Shalat Id juga BMI di sana.
Foto berikutnya, di bawah ini, di Taman Victoria, tempat ngumpul BMI juga, bahkan dijuluki "Kampung Jawa" karena dominannya BMI asal Jawa yang berkumpul di sini tiap hari libur, khususnya Minggu.
Ini komunitas penulis yang kemudian saya bimbing jadi reporter DDHK News. Mereka menjadi reporter usai pelatihan komunikasi.
Di sela-sela kesibukan sebagai BMI, mereka menyempatkan diri lipuran dan bikin berita untuk saya edit dan publikasi di website Dompet Dhuafa Hong Kong yang saya kelola. Saat itu saya jadi Marketing Communication Manager DDHK (2010-2015).
Foto di bawah ini saat saya di Macau (Makau). Siasat buat perpanjangan visa karena sudah sebulan di Hong Kong. Saya ke Macau sore, jalan-jalan malam ditemani BMI di sana, lalu pagi hari kembali ke Hong Kong. Dapat visa lagi 'kan?
Makau adalah salah satu dari 4 wilayah administrasi China. Makau juga disebut "makhao".
Nah, ini dia yang membuat saya nyaris dua bulan di Hong Kong. Pelatihan komunikasi oleh DDHK ini membuat saya harus lama di sana. Pesertanya BMI HK. Sebagian menjadi volunteer reporter DDHK news yang saya kelola.
Foto di bawah ini membuat saya terkesan akan toleransi tinggi warga Hong Kong. Ini gambar saya ketika jadi imam shalat Isya dan tarawih di Pendopo Victoria Park. Berdampingan dengan warga Hong Kong yang sedang main, apa itu ya, main itu lah....! He he. Mereka cuek saya, tidak saling ganggu. Mantap 'kan?
Foto di bawah ini saat ngisi ceramah (tausiah) di sela-sela pelatihan komunikasi. Ini di Victoria Park.
Kesan tentang Hong Kong dan Macau
Bersih, rapi, tertib, disiplin tinggi. Ciri khas negara maju. Warganya sangat beradab dan well educated. Transportasi modern dan anti-macet. Warga Hong Kong banyak jalan kaki dan naik transportasi umum. Saya juga jadi ikutan banyak jalan kaki.
Kota Bandung harus studi banding tentang transportasi umum di sana.
Macau juga demikian. Mirip Hong Kong, namun sepi! Ramainya di Kasino! He hey.... Saya juga sempat masuk Kasino. Kepo aja. Suwer, saya mah gak ikutan judi! Wasalam.
No comments on Nostalgia Pergi ke Hong Kong dan Macau
Post a Comment