Tips Persiapan Public Speaking Agar Pidato Lancar

Follow @romel_tea
Tips Persiapan Public Speaking Agar Pidato Lancar

Tips Persiapan Public Speaking Agar Pidato Lancar
BAGI yang suah terbiasa, public speaking, pidato, atau berbicara di depan umum, bukan masalah, meski yang sudah terbiasa pun kadang mengalami masalah, terutama grogi (gugup).

Karenanya, dibutuhkan hal terpenting sebelum public speaking, yaitu persiapan.

Para ahli sepakat, kunci sukses public speaking adalah persiapan, baik fisik, mental, maupun materi (topik).

Pepatah mengatakan, siapa yang tidak melakukan persiapan, maka hakikatnya ia sedang siap-siap untuk gagal. Who doesn't prepare he prepares to fail.

Persiapan yang baik akan menumbuhkan rasa percaya diri. Percaya diri menumbuhkan ketenangan. Ketenangan inilah yang akan membuat pidato lancar jaya, mengalir, dan sukses.

Tiga Persiapan Public Speaking

1. Membangun Percaya Diri (Self Confident)

Hal yang paling penting dalam persiapan kita untuk berbicara di depan publik adalah membangun rasa percaya diri dan mengendalikan rasa takut dan emosi kita.

Banyak pakar komunikasi yang mengatakan, persiapan mental jauh lebih penting daripada persiapan materi atau bahan pembicaraan.

Persiapan materi juga sangat mempengaruhi kesiapan mental. Kesiapan mental yang positif merupakan syarat mutlak bagi kita dalam berbicara di depan publik.

Pastikan juga bahwa kita beristirahat dan tidur yang cukup menjelang waktu kita berbicara di depan publik dan majulah dengan sikap optimis dan sukses.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam menyampaikan pesan kepada publik:

Kualitas Suara

Kualitas suara kita merupakan faktor kunci yang menentukan apakah audien memperhatikan kita maupun pesan yang kita sampaikan.

Pastikan suara anda cukup keras dan jelas, terdengar, bahkan oleh audiens yang duduk paling jauh dari kita sekalipun.

Jika tersedia, selalu gunakan pengeras suara (loudspeaker), meskipun kita merasa suara kita sudah cukup keras.

Cobalah dengan berlatih mendengarkan suara kita sendiri. Caranya dengan menutup mata, berbicaralah, kemudian perhatikan kualitas, kekuatan dan kejelasan suara kita.

Suara kita merupakan aset kita yang paling berharga dalam berkomunikasi secara lisan. Oleh karena itu memelihara kualitas suara dan berlatih secara kontinu merupakan keharusan jika kita ingin menjadi pembicara publik yang sukses.

Jika suara kita kurang bagus, kita dapat mencari pelatih suara profesional atau mengikuti kursus atau pendidikan (seperti misalnya di Institut Kesenian Jakarta) untuk meningkatkan kualitas suara kita. Apalagi misalnya kita bercita-cita jadi presenter, pembicara publik, MC dan sebagainya. kita harus benar-benar memperhatikan kualitas suara kita.

Bahasa
Bahasa dan kata-kata yang kita gunakan merupakan faktor kunci lain yang menentukan kemampuan komunikasi public speaking.

Bahasa yang baik dan tepat dapat membantu memperjelas dan meningkatkan kualitas presentasi atau pembicaraan kita. Oleh karena itu perlu sekali bagi kita untuk memperhatikan kata-kata dan bahasa yang kita pilih.

Pikirkanlah kata-kata yang akan kita gunakan, karena kemampuan berbahasa yang buruk akan tercermin pada kualitas penyampaian pesan kita. Hindari menggunakan kata-kata yang tidak perlu, seperti: apa itu, e, dll.

Jangan mengucapkan kata-kata "maaf" jika kita salah ucap! Cukup ulangi sekali lagi kalimat tersebut dengan benar.

Penampilan
Penampilan adalah kesan pertama. Jadi kita harus pastikan bahwa pada saat kita maju atau berdiri untuk berbicara, audiens kita memperoleh kesan yang baik terhadap kita.

Pastikan penampilan kita membawa pesan yang positif, dan kita kelihatan lebih baik dan merasa lebih baik. Gunakan pakaian yang sesuai dengan suasana pertemuan, dan sesuai dengan jenis pakaian yang digunakan oleh para audiens lainnya.

2. Persiapan Mental

Kesiapan mental untuk berbicara di depan publik dibangun dengan mengurangi ketegangan fisik. Caranya, dengan cara melakukan senam ringan atau peregangan (stretching).

Kita tidak dapat menurunkan ketegangan mental sebelum kita mengendorkan otot-otot tubuh kita yang tegang.

Psikolog Amerika, Dr. Richard Gillett, mengatakan, hampir tidak mungkin masuk ke kondisi alpha (kondisi gelombang otak atau mental yang relaks) tanpa mengendorkan otot-otot tubuh.

Rileks biasa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Memegang ujung kaki sambil berdiri membungkuk selama 10 detik. 
  2. Tarik napas yang panjang dan dalam, tahan beberapa detik, kemudian keluarkan napas pelan-pelan. 
Sempatkan minum segelas air putih untuk mempersiapkan vokal kita.

Cara lain yang efektif untuk membangun kesiapan mental adalah dengan datang ke tempat pertemuan lebih awal.

Dengan demikian, kita dapat mengetahui suasana dan keadaan terlebih dahulu. Selanjutnya kita bisa mencari dukungan (back up support) dari orang-orang yang kita kenal maupun kenalan baru serta dari mereka yang mengharapkan kita sukses dalam presentasi nantinya. Mengobrollah dengan mereka sebelum presentasi dimulai.

Berikut adalah beberapa prinsip dalam mempersiapkan mental kita sebelum berbicara di depan publik:
  • Berbicara di depan publik bukanlah hal yang sangat menegangkan. Dunia tidak runtuh jika Anda tidak melakukannya dengan baik. Tidak akan ada hal yang buruk yang akan terjadi setelah presentasi atau penyampaian anda. Jadi tenang dan relaks saja.
  • Kita tidak perlu menjadi orang yang sempurna, cerdas ataupun brilian untuk berbicara di depan publik.
  • Siapkan 2-3 poin pembicaraan atau pertanyaan, karena audiens anda akan sulit untuk mengingat atau memperhatikan lebih dari tiga hal dalam satu waktu.
  • Kita harus memiliki tujuan atau sasaran yang jelas dan terarah.
  • Kita tidak perlu menganggap diri kita adalah seorang pembicara publik. Tujuan kita adalah menyampaikan pesan (message) kita kepada hadirin.
  •  Kita tidak perlu harus dapat sepenuhya menguasai seluruh hadirin. Biarkan saja kalau ada beberapa yang tidak menaruh perhatian. Fokuskan perhatian kita pada mereka yang tertarik dan mendengarkan presentasi kita.
  • Kita harus ingat bahwa sebagian besar hadirin menginginkan kita berhasil dalam presentasi atau penyampaian pesan kita. 
3. Persiapan Materi

Dalam mempersiapkan public speaking, selain persiapan mental, persiapan materi juga harus dilakukan dengan baik dan benar. Karena kesiapan materi atau pesan yang akan kita sampaikan akan sangat mempengaruhi kesiapan kita secara mental. Hal yang paling penting adalah kesiapan pendengar atau audiens untuk menerima pesan kita.

Biasanya kita harus menyampaikan pokok-pokok pemikiran atau ringkasan dari apa yang mau kita sampaikan sehingga audiens juga memiliki kesiapan mental untuk menerima pesan tersebut. Paling tidak agenda atau outline bahan pembicaraan kita sudah jauh-jauh hari kita sampaikan terlebih dulu.

Hal yang pertama dalam mempersiapkan materi adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai materi yang akan kita sampaikan baik dari buku-buku referensi, tulisan atau publikasi lainnya. 

Kita juga perlu memperoleh informasi tentang audiens kita, baik tingkatan umur, maupun pendidikan, pengalaman, bidang keahlian, minat dan sebagainya. Sehingga kita bisa berbicara dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh audiens kita.

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu kita perhatikan dalam mengembangkan topik atau materi:
  1. Perkayalah topik dan bacaan yang telah kita lakukan dengan hal yang uptodate dan riil terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman kita, maupun pengalaman orang lain adalah bahan yang menarik untuk kita angkat.
  2. Hilangkan bagian-bagian yang dirasakan membuat kita tidak fokus, menimbulkan keragu-raguan atau melebihi jadwal waktu yang tersedia untuk kita.*
Demikian Tips Persiapan Public Speaking Agar Pidato Lancar. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Thanks for reading Tips Persiapan Public Speaking Agar Pidato Lancar | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Related Posts

Your Comments

You comment, I'll visit back your blog. If you have one. Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.