Pengertian Jurnalisme Warganet: Citizen Journalism Era Internet

Pengertian Jurnalisme Warganet: Citizen Journalism Era Internet Credit: dc4mf.org Jurnalisme Warganet ( Netizen Journalism ) adalah pr...

Pengertian Media Baru (New Media)

0 Follow @romel_tea
Pengertian Media Baru (New Media)
Pengertian Media Baru (New Media).

MENDEFINISIKAN media baru tidak mudah. Demikian Bailey Socha and Barbara Eber-Schmid dari New Media Institute. "Defining New Media Isn't Easy," katanya.

Meski keduanya mengartikan media baru sebagai "segala macam barang yang terkait dengan internet, teknologi, gambar, dan suara", namun dalam kenyataannya definisi media baru berubah setiap hari dan akan terus demikian.

"Media Baru adalah istilah abad ke-21 yang digunakan untuk mendefinisikan semua yang terkait dengan internet dan interaksi antara teknologi, gambar dan suara. Bahkan, definisi media baru berubah setiap hari, dan akan terus berkembang".

"New Media is a 21st Century catchall term used to define all that is related to the internet and the interplay between technology, images and sound. In fact, the definition of new media changes daily, and will continue to do so."

Media baru adalah media yang baru muncul setelah media konvensional atau media lama. Media konvensional adalah media cetak dan elektronik (radio, televisi, film).


Media baru yaitu media yang tersaji di internet, yakni media siber (media daring/media online) atau situs web, serta media sosial. Aplikasi WhatsApp dan Line juga termasuk media baru.

Pengertian Media Baru (New Media)


Versi Wikipedia dengan rujukan Flew (2005). New Media : An Introduction. 2nd Edition, Oxford University Press: New York, media baru ( new media) merupakan sebuah terminologi untuk menjelaskan konvergensi antara teknologi komunikasi digital yang terkomputerisasi serta terhubung ke dalam jaringan. Contoh dari media yang sangat merepresentasikan media baru adalah Internet.

Baca Juga: Pengertian Media Online

Ciri Media Baru

Pakar komunkasi Denis McQuail dalam buku Teori Komunikasi Massa (2011) menjelaskan, ciri utama media baru yaitu:
  • Adanya saling keterhubungan (interkonektivitas)
  • Aksesnya terhadap khalayak individu sebagai penerima maupun pengirim pesan
  • Interaktivitasnya
  • Kegunaan yang beragam sebagai karakter yang  terbuka
  • Sifatnya yang ada di mana-mana

Jenis-Jenis Media Baru

Laman  Southeastern University menyebutkan 5 jenis media baru sebagai berikut:
  1. Blog
  2. Virtual Reality
  3. Social Media
  4. Online Newspaper
  5. Digital Games

Media Baru dalam Komunikasi Massa

Media Baru dalam Komunikasi Massa
Dulu, sebelum kehadiran dan perkembangan internet (media online), komunikasi massa hanya bisa berlangsung secara satu arah (one way communication) melalui suratkabar, majalah, televisi, radio, dan film.

Meski ada interaktivitas di televisi dan radio, namun tidak secepat dan semudah interaksi di media online --sharing, commenting, liking, dan bahkan bullying.

Kehadira media baru, utamanya blog dan media sosial, memungkinkan semua orang memproduksi dan menyebarluaskan informasi yang dulu hanya bisa dilakukan wartawan melalui media massa konvensional.

Kini, di era media baru, semua orang bisa menjadi wartawan (dalam pengertian teknis), bahkan membuat kanal penyebaran informasi sendiri dengan kemudahan membuat situs web atau blog.

Media baru juga memudahkan praktisi humas dan marketing officer untuk mengiklankan produk atau jasa dan klarifikasi isu.

Era media baru juga memungkinkan wartawan memiliki media publikasi sendiri dalam konsep Stand-Alone Journalism.

Demikian ulasan ringkas tentang media baru. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Cara Mempercepat Loading Blog

0 Follow @romel_tea
Cara Mempercepat Loading Blog - Untuk Tingkatkan SEO dan Percepat Indeks Google

Kecepatan tampilan (fast loading) menjadi perhatian utama para blogger. Pasalnya, Google dan mesin pencari lainnya menegaskan pentingnya kecepatan (speed) ini untuk indeks.

Cara Mempercepat Loading Blog



Penentu utama kecepatan loading blog ada dua:
  1. Gambar (Image/Foto)
  2. Kode/Script
Karenanya, untuk mempercepat loading blog, gunakan gambar ukuran kecil (file size) dan minimalkan penggunaan kode/script, termasuk minimalkan pemasangan widget di sidebar blog.

Untuk mengecilkan ukuran gambar, kita bisa gunakan onlinte tool Image Optimizer. Pilih gambar dengan ukuran paling kecil, namun pertimbangkan juga kecerahan gambar. Jangan pilih yang buram (blur).

Untuk mengurangi script, minimalkan pemasangan widget. Hindari pemasangan widget yang tak perlu. Widget yang perlu a.l. Recent Post, Popular Post, dan Label. Bisa ditambah dengan widget Page Facebook.

Cara Mempercepat Loading Blog

1. CSS Minify

Selain cara di atas, mempercepat loading blog bisa dengan cara merapikan kode CSS. Kita bisa gunakan CSS Minifier. Copas kode dari template ke sana dan copas balik.

2. Memasang Javascript Lazyload

Kode ini untuk menunda tampilan gambar sehingga blog akan tampil lebih cepat. Kode lazyload banyak beredar di kalangan blogger. Tinggal Googling aja dengan kata kunci "memasang lazyload".

3. Kurangi Render-blocking

Kode JavaScript and CSS yang disimpan di hosting lain --selain blogger, misalnya di yourjavascript.com-- akan melambatkan loading blog. Sebaiknya simpan langsung kode-kode tersebut di template.

Desain template blog yang cepat, ringan, atau fast loading biasanya sederhana (simple). Template gaya majalah (magazine style) dipastikan berat karena berisi kode-kode yang membangun tampilan gaya majalahnya.

Anda bisa cek Koleksi Template Blog Simple Fast Loading.

Fakta mayoritas pengguna internet menggunakan mobile devices (HP/SmartPhone) juga menjadi pertimbangan utama. Seindah apa pun desain template, jika dibuka di HP, akan "begitu-begitu" aja, sesuai dengan ukuran layar HP.

Untuk mengecek kecepatan loading bisa gunakan Google PageSpeed Insight.

Cara Mempercepat Loading Blog


Demikian sekadar berbagi tentang cara mempercepat loading blog. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Wawancara Jurnalistik: Wabah Kata Tanya 'Seperti Apa' di Kalangan Reporter TV

0 Follow @romel_tea
Wawancara Jurnalistik: Wabah Kata Tanya 'Seperti Apa' di Kalangan Reporter TV
BELAKANGAN ini kata tanya "Seperti Apa" mewabah di kalangan news presenter - reporter TV dalam wawancara jurnalistik.

Silakan simak program berita di TV, khususnya yang dilengkapi laporan langsung.

Biasanya muncul pernyataan news presenter kepada reporter, juga reporter kepada narasumber, seperti ini:
  • Persiapannya seperti apa?
  • Seperti apa suasana di sana?
  • Seperti apa pandangan Anda?
  • Seperti apa keseruannya? Simak tayangan berikut ini!
  • Bisa dijelaskan, seperti adap ledakan yang terjadi?
Teman saya, seorang wartawan radio, rupanya juga merasa "risih" dengan fenomena pertanyaan "seperti apa". Di akun Facebooknya ia menulis:



Frasa “seperti apa” bukan pertanyaan yang baik dan benar, tidak tepat, keliru, salah, juga tidak logis. Kata tanya “seperti apa” --dalam bahasa Inggris: like what-- tidak ada dalam kamus jurnalistik mana pun.

Baca deh:

Yang benar (sesuai dengan kaidah jurnalistik) dan logis (sesuai dengan kaidah tata bahasa), pertanyaan wawancara dimulai dengan kata “Bagaimana”, “Kenapa”, atau unsur berita lainnya yang terangkum dalam formula 5W+1H:
  •     What = Apa. Apa yang terjadi? Peristiwa apa?
  •     Who = Siapa. Siapa pelakunya? Siapa korbannya? Siapa yang terlibat?
  •     When = Kapan. Kapan terjadi? Waktu kejadian.
  •     Where = Di Mana. Lokasi kejadian.
  •     Why = Kenapa. Penyebab kejadian, latar belakang peristiwa, tujuan acara.
  •     How = Bagaimana kejadiannya? Detail peristiwa.

Kata atau frasa “seperti apa” tidak tepat digunakan dalam wawancara karena pertanyaan “seperti apa” artinya meminta narasumber untuk mengibaratkan atau mengumpakan.

Dalam kamus bahasa, seperti artinya serupa dengan, sebagai, atau semacam. Jadi, jika narasumber menjawab “seperti yang Anda bayangkan”, “seperti yang dulu”, atau “seperti mata dewa”, maka sang news source tidak salah.

Saya tidak tahu, siapa yang memulai atau yang mengajari para reporter TV itu untuk mengajukan pertanyaan dalam wawancara jurnalistik dengan kata tanya "seperti apa".

Dugaan saya, itu latah, ikut-ikutan, dilakukan seorang reporter, lalu diikuti repoter lainnya. Jadilah frasa "seperti apa" menjadi "kata kunci" sekaligus pembuka dalam wawancara jurnalistik "zaman now". Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Cara Memindahkan Tulisan dari File MS Word ke Blog

0 Follow @romel_tea
Cara Memindahkan Tulisan dari File MS Word ke Blog

Cara Memindahkan Tulisan dari File MS Word ke Blog
TIPS Cara Memindahkan Tulisan dari File MS Word ke Blog ini saya buat karena banyak menemukan postingan yang dicopas langsung dari file Microsoft Office (MS) Word ke blog.

Bahkan, ada juga yang tanya, bagaimana cara memindahkan artikel yang sudah jadi, ada di komputer dalam bentuk file MS Word, ke blogger.

Yang tanya biasanya baru membuat blog alias newbie blogger. Jika Anda belum punya blog, silakan buka Cara Membuat Blog.

Harus diingat, format teks atau tulisan MS Word dan blog berbeda. Copas langsung tulisan dari file words ke blog akan membuat tampilan naskah tidak normal, tidak sesuai dengan format teks yang sudah diatur di kode CSS template blog.

Misalnya, mestinya jenis hurufnya (font) Arial. Jika langsung copas dari MS Word, akan menjadi Times atau Times New Roman sebagaimana umumnya jenis huruf tulisan di word.

Selain itu, di halaman depan blog biasanya summary atau ringkasan (snippet) tidak akan muncul. Yang tampil malah kode aneh seperti “Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 ...

Nah, jika di homepage blog Anda muncul tulisan “Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 ...”  itu, maka salah satu penyebabnya --penyebab utama-- karena itu tadi, copas langsung dari file MS Word.

Cara #1 Memindahkan Tulisan dari File MS Word ke Blog

Berikut ini cara Cara Memindahkan Tulisan dari File MS Word ke Blog agar tampilan tulisan sesuai dengan standar format naskah di website (Baca: Cara Menulis di Website).

1. Buka file MS Word
2. Buka Notepad

Aplikasi Notepad ada di folder Accessories OS Windows.

Buka Notepad

 3. Copas tulisan di file MS Word tadi ke Notepad
4. Rapikan naskah di Notepad, terutama buatkan spasi atau jarak antar-alinea.
5. Pastikan alinea pendek (maksimal lima barus per alinea).

Setelah langkah kelima selesai:

1. Buka dan login ke Blogger
2. Klik New Post (Entri Baru)

 Klik New Post (Entri Baru)



3. Copas judul tulisan di Notepad tadi ke kolom judul posting
4. Copas isi tulisan di Notepad tadi ke kolom konten
5. Cek, edit, dan Publish!

Cara #2 Memindahkan Tulisan dari File MS Word ke Blog

Jika merasa ribet dengan langkah di atas, Anda bisa copas langsung tulisan dari file MS Word ke blogger. Namun, usai copas lalukan langkah ini:

1. Select All (Ctrl+A)
2. Klik menu Remove Fomatting di kanan atas

Remove Fomatting


3. Rapikan tulisan Anda'
4. Publish!

Cara #3 Memindahkan Tulisan dari File MS Word ke Blog

Cara lain Memindahkan Tulisan dari File MS Word ke Blog adalah dengan menggunakan tool online.

1. Buka laman Convert Word Document to Clean HTML
2. Buka file MS Word Anda
3. Copas teks di file word tadi ke laman Convert Word Document to Clean HTML

Convert Word Document to Clean HTML


4. Klik "Convert to Clean HTML"
5. Copas ke blog.

Demikian  Cara Memindahkan Tulisan dari File MS Word ke Blog yang baik dan benar dengan mudah dan cepat. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Jurnalisme Blog - Tips Menulis di Blog ala Wartawan

0 Follow @romel_tea
Jurnalisme Blog
Jurnalisme Blog - Tips Menulis di Blog ala Wartawan.

SAYA sudah bahas tentang jurnalisme blog (blog journalism) sebelumnya di posting "Menimbang Journalisme Blog".

Saya juga sudah share soal jurnalime blog ini di Kompasiana, "blog asal ada" yang jarang pisan diupdate :)

Kali ini saya ingin mempertegas pengertian jurnalisme blog sekaligus berbagi tips menulis di blog ala wartawan. Artinya, membuat posting di blog berupa karya jurnalistik layaknya tulisan wartawan profesional di media massa.

Bagi saya, jurnalisme blog adalah praktik jurnalistik di blog, yakni website pribadi yang dibuat di situs-situs penyedia blog gratis, seperti blogger dan wordpress.

Dengan tips di bawah ini, para blogger (pemilik, admin, atau author) bisa menggunakan gaya menulis seperti wartawan di blognya sehingga enak dibaca, mudah dimengerti, terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana halnya karya jurnalistik.

Jurnalisme Blog - Tips Menulis di Blog ala Wartawan

Tips jurnalistik untuk blogging ini saya sadur dari Hongkiat plus penambahan agar lebih jelas atau details.

Agar tulisan kita di blog seperti karya jurnalistik, maka postingnya hendaklah memperhatikan enam hal berikut ini:

  1. The Inverted Pyramid: Headlines & Leads
  2. Brevity & Clarity
  3. Distinguishing Opinions from Facts
  4. Fact Verification
  5. Editing & Re-writing
  6. Ethics
Keenam hal itu yang menjadi standar jurnalistik atau pedoman wartawan dalam menulis berita di media.

The Inverted Pyramid: Headlines & Leads

Kemukakan fakta/data terpenting di judul (head) dan awal tulisan (lead). Yang kurang penting di bagian bawah, bahkan gak usah ditulis sama sekali!

Prinsip ini mirip dengan Teknik SEO di dunia blogging, yakni tentang pencantuman dan kepadatan kata kunci (keywords density) di judul, awal tulisan, di tengah, dan di akhir naskah.

Brevity & Clarity

Ringkas dan jelas. Gak usah panjang-panjang, to the point aja! Jangan lupa, tulis yang jelas, terang, mudah dipahami.


Distinguishing Opinions from Facts

Pisahkan fakta dan opini pribadi/subjektif. Fakta disampaikan apa adanya. Opini itu pendapat pribadi. Dalam jurnalistik ada ungkapan fact is sacre. Fakta itu suci, sakral, gak boleh diusik.


Fact Verification

Cek dan ricek apakah fakta itu benar adanya atau hanya isu, gosip, rumor. Bener gak faktanya demikian.

Editing & Re-writing

Edit dan tulis ulang naskah, biar faktanya benar dan pemilihan kata dan kalimatnya juga benar.

Ethics

Taati kode etik, seperti membedakan fakta dan opini, berimbang, fair, sebutkan sumber jika kutip data, jangan copas tanpa menyebutkan sumber!

Itu dia Jurnalisme Blog - Tips Menulis di Blog ala Wartawan. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*