Menulis

Cara Membuat Buletin Jumat

Posted by Romel Tea ● Follow @romeltea ● Like Romeltea Media on Facebook

contoh layout buletin masjid
SAAT ini sudah banyak DKM yang menerbitkan Buletin Jumat, Buletin Dakwah, atau Buletin Masjid tiap hari Jumat untuk dibagikan kepada jamaah Jumat. Tapi, banyak pula pengurus DKM yang "belum sadar media" sehingga tidak merasa perlu menerbitkan buletin jumat.

Tidak sedikit pula manajemen masjid yang ingin menerbitkan buletin dakwah tersebut, tapi 'gak tau caranya atau menghadapi kendala dalam hal SDM pengelolanya.

Buletin adalah media tercetak (printed media) terkecil dari segi ukuran, setelah koran (suratkabar), tabloid, dan majalah. Format buletin biasanya menggunakan kertas ukuran.

Fungsi Buletin Jumat 

Buletin Jumat berfungsi sebagai media komunikasi dan informasi. Komunikasi antara pengurus masjid dengan jamaah, warga sekitar, dan para donatur (muzaki, misalnya).

Buletin dakwah ini juga untuk menyebarluaskan informasi kegiatan dan rekaman ceramah, pengajian, bahkan khotbah jumat, kepada masyarakat sekitar, juga kepada masyarakat yang jauh dari masjid.

Jika ceramah seorang ustadz di masjid hanya bisa didengarkan oleh puluhan atau ratusan orang, maka dengan “sentuhan ilmu jurnalistik” melalui buletin jumat ini, ceramah sang ustadz bisa disebarluaskan kepada ribuan bahkan jutaan orang di luar masjid!

Orang yang tidak sempat atau berhalangan datang ke masjid pun bisa menerima siraman rohani sang ustadz.

Fungsi Buletin Jumat Selengkapnya:
  1. Buletin Jumat berfungsi sebagai media komunikasi dan informasi DKM. Melalui buletin, DKM dapat secara rutin dan transparan mengumumkan keadaan keuangan (dana zakat, infak, dan sedekah) sehingga menambah kepercayaan jamaah.
  2. Pengurus DKM juga dapat menjadikan buletin sebagai media promosi (ekspose) sekaligus undangan bagi berbagai program kegiatan di lingkungan mesjid. Jadi, tidak selalu harus membuat surat undangan jika mengadakan pengajian misalnya.
  3. Penerbitan buletin dapat menambah sumber dana baru bagi mesjid, yakni dengan adanya pemasukan dari iklan. Kru penerbitan buletin dapat mencari iklan, misalnya toko-toko atau warung di sekitar mesjid, tanpa mengurangi nilai religius buletin.
  4. Buletin dapat juga menjadi media komunikasi jamaah. Opini jamaah, misalnya berupa surat pembaca, dapat ditampilkan. Hal ini dapat mendorong dinamika jamaah sekaligus mencapai idealisme mesjid sebagai pusat kegiatan umat Islam sebagaimana zaman Rasulullah Saw.

Cara Membuat Buletin

Cara membuat buletin jumat secara teknis sama dengan membuat buletin pada umumnya.
  1. Bentuk Divisi Media dan Komunikasi. Bisa juga dinamakan "Divisi Humas" atau "Seksi Komunikasi dan Informasi".
  2. Susun manajemen buletin, terdiri dari Dewan Penasihat (Ketua DKM, Ustadz, dan Tokoh Setempat), Pemimpin Redaksi, Editor, Reporter, dan Desainer Grafis/Layouter. Bisa ditambah dengan "Bagian Marketing" yang bertugas menawarkan space iklan kepada warung, toko, atau perusahaan yang ada di sekitiar masjid.
  3. Susun perencanaan isi (konten buletin) dengan menyusun rubrikasi: Artikel Utama, Mutiara Quran dan/atau Hadits, Kata Mutiara Islami, Kilas Info (Data & Agenda Kegiatan Masjid), dan Laporan Keuangan.

SDM Buletin Jumat

Sebagaimana manajemen media pada umumnya, buletin "hanya" memerlukan dua divisi teknis:
  1. Redaksi (Editorial Department) -- bertugas menyiapkan naskah, berita, atau informasi yang akan dimuat di buletin. Skill yang harus dimiliki adalah keterampilan jurnalistik, utamanya menulis berita, artikel, dan transkrip (mencatat "kata demi kata, menuliskan isi ceramah sehingga menjadi sebuah naskah artikel opini). Untuk menyiapkan tim redaksi, pihak DKM bisa mengadakan Pelatihan Jurnalistik.
  2. Desainer Grafis -- bertugas melayout buletin. Skill yang harus dimiliki di tim ini antara lain penguasaan software atau program seperti CorelDraw, PageMaker, InDesign, dan PhotoShop.

Format Isi Buletin Jumat

Buletin dakwah biasanya terdiri dari satu lembar kertas kwarto (A4) atau folio (F4) yang dilipat, kedua halamannya terisi, sehingga menjadi empat halaman.

Isi buletin dakwah/buletin masjid biasanya adalah artikel dakwah –ditulis oleh redaksi atau hasil transkrip penceramah pengajian/khotbah jumat— dan berita kegiatan masjid dan jamaah, plus kutipan ilmu agama Islam.

Sebagaimana media cetak pada umumnya, manajemen buletin dakwah dimulai dengan penentuan visi-misi (dalam hal ini media komunikasi, informasi, dan dakwah), nama, moto, periode terbit, susunan redaksi/pengelola, dan rubrikasi.

Contoh rubrikasi buletin masjid (lihat juga gambar di atas, klik untuk memperbesar):
  • Halaman 1: Logo/Nama Buletin, Indeks, dan Artikel.
  • Halaman 2 : Lanjutan Artikel Dakwah
  • Halaman 3 : Berita singkat seputar kegiatan masjid dan/atau jamaah masjid
  • Halaman 4 : Kisah-kisah sufistik, kutipan hadits, iklan, dan box redaksi. 
Demikian Cara Membuat Buletin Jumat, Buletin Masjid, atau Buletin Dakwah. Semoga menginspirasi pengurus DKM masjid mana pun di dunia ini yang "belum sadar media".

Butuh bantuan membuat buletin masjid? Kontak saja: romeltea@yahoo.com ! Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Referensi: 
Asep Syamsul M. Romli, “Jurnalistik Dakwah: Visi dan Misi Dakwah Bil Qolam”, Penerbit Rosdakarya, Bandung 2003

Author:

I am a Blogger, Media Practisioner, and Practical Communication Trainer. I share my own knowledges, experiences, and skills about practical communication - writing, speaking, blogging - and my hobbies and concerns. Visit my official website Romeltea.

Previous
« Prev Post
4 Komentar untuk "Cara Membuat Buletin Jumat"

Assalamualaikum.
Saya mau bertanya pak, apakah lumrah bila kita memasukan iklan ke dalam salah satu space atau konten dalam sebuah buletin? Bukankah space dalam buletin itu terbatas pak? Kenapa tidak kita isi dengan kolom informasi, jadwal2 tertentu, atau hal lainnya yang berkaitan dengan ideologi buletin tersebut?
Karena sebelum2nya saya belum pernah melihat buletin yang di dalamnya ada iklannya pak. Kalo di majalah atau tabloid saya sering liat ada iklannya pak.
Sebelummnya terimakasih pak. Wassalam.
Ridho M Firdaus / KPI C VI UIN BDG

Wa'alaikum salam..... LUMRAH banget, setiap media berhak memasukkan iklan karena iklan merupakan income utama media guna menunjang biaya operasional.... Buletin USWAH Pusdai Jabar dulu, yang selama bertahun2 saya kelola, juga banyak iklan, gak masalah, bahkan menambah kredibilitas buletin tersebut..... Sok atuh bikin buletin jumat di masjid di daerah ente....

Terima kasih. Informasinya membantu sekali buat saya. Yang berkeinginan punya blog sendiri.

bikin blog tinggal klik aja blogger.com :)

You comment, I'll visit back your blog. If you have one. Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.