Menulis

Judul dan Isi Berita Beda (Contoh Kasus)

Posted by Romel Tea ● Follow @romeltea ● Like Romeltea Media on Facebook

Judul dan Isi Berita Beda (Contoh Kasus)
WARTAWAN, biasanya wartawan media kecil dan amatiran, suka bikin judul berita sensasional. Parahnya, kalau judul dan isinya beda!

Ini bisa dibilang amatiran pisan dan bahkan bisa dianggap "kebohongan publik".

Ini contoh judul berita dan isinya yang 'gak sama. Saya kutip lengkap deh:

Danurwindo Bantah Dihubungi Persib Bandung
Dec 19, 2014 at 17:55 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Persib Bandung belum pasti mengikat Danurwindo sebagai pelatih Firman Utina untuk tampil di playoff Liga Champions Asia (LCA) 2015-16. Danurwindo hingga kini belum dihubungi manajemen Persib.

Sebagai juara Liga Super Indonesia (ISL) 2014, Maung Bandung mendapat satu jatah tampil di LCA melalui babak play-off. Persib bakal menantang tim asal Vietnam, Hanoi T&T.

Pelatih yang musim lalu mengantarkan Persib menjuarai ISL, Djajang Nurjaman dipastikan tidak bisa memimpin Maung Bandung di pentas LCA. Pasalnya, Djajang hanya mengantongi lisensi C AFC. Sementara, pelatih yang boleh menangani tim di LCA harus berlisensi A AFC.

Karena itu, manajemen Maung Bandung langsung mencari pelatih pendamping Djadjang. Pelatih kondang Danurwindo disebut kian merapat ke Persib.

"Untuk pelatih, Danurwindo kami tengah bicarakan. Bila tidak ada masalah, dia bisa kami rekrut. Danurwindo memang kami tunjuk memegang akademi di Persib,” beber manajer Persib, Umuh Muchtar.

Menurut manajer berusia 63 tahun itu antusias, Danurwindo bisa melatih Maung Bandung bersama Djanur. "Sampai saat ini baru satu dulu, mengarah ke Danur. Kami sudah komunikasi dan dia sudah menyatakan kesiapan. Saya juga sudah bicarakan dengan manajemen," tutup Umuh.*


Silakan baca lagi dengan cermat. Adakah BANTAHAN DANURWINDO dalam isi berita itu? Kagak ade coy!

Isi berita sebenarnya cuma ada di alinea pertama kalimat terakhir: "Danurwindo hingga kini belum dihubungi manajemen Persib." Itu pun bertentangan dengan alinea terakhir: "...Kami sudah komunikasi dan dia sudah menyatakan kesiapan. Saya juga sudah bicarakan dengan manajemen," tutup Umuh."

Nah lho! Kumaha ieu teh? Jelas... berita di atas melanggar kaidah penulisan judul dalam karya jurnalistik: harus mencerminkan isi. Judul di atas tidak mencerminkan isi.

Judul berita di atas juga mengingatkan kita pada gaya "koran kuning" (yellowpapers) yang memang suka bikin judul sensasional biar dibaca. 

Judul-judul media online belakangan ini memang Kian Menyebalkan!

Baca Juga:

Eh... apakah posting ini bisa dianggap "pencemaran nama baik" bagi situs tersebut? Bukan... ini kritik konstruktif sekaligus koreksi bagi media & wartawan tersebut. Let's be professional journalist! (www.romelteamedia.com).*

Author:

I am a Blogger, Media Practisioner, and Practical Communication Trainer. I share my own knowledges, experiences, and skills about practical communication - writing, speaking, blogging - and my hobbies and concerns. Visit my official website Romeltea.

Previous
« Prev Post
1 Komentar untuk "Judul dan Isi Berita Beda (Contoh Kasus)"

terimakasih Pak artikelnya sangat mengispiratif...

You comment, I'll visit back your blog. If you have one. Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.