Komunikasi Verbal dan Nonverbal: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya

Follow @romel_tea
Pengertian, Perbedaan, dan Contoh Komunikasi Verbal dan Nonverbal.

Komunikasi Verbal dan Nonverbal

VERBAL secara bahasa artinya "secara lisan (bukan tertulis)" (KBBI).

Dalam bahasa Inggris, verbal artinya menyangkut kata-kata, baik lisan (oral) maupun tertulis, meskipun lebih merujuk pada lisan (oral, spoken).

Verbal = of, relating to, or consisting of wordsverbal instructions; of, relating to, or involving words rather than meaning or substance (Merriam-Webster)

Verbal = relating to or in the form of words; ‘the root of the problem is visual rather than verbal’; spoken rather than written; oral (Oxford Dictionary).

Pengertian Komunikasi Verbal

Dalam literatur komunikasi, komunikasi verbal (verbal communication) adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, baik lisan lisan maupun tulisan.

Inti komunikasi verbal adalah "kata-kata", baik dicupakan maupun dituliskan, bahasa lisan dan tulisan.

Dengan demikian, komunikasi verbal (verbal communication) adalah komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol verbal berbentuk kata. Komunikasi verbal tidak selalu berupa komunikasi lisan.

Komunikasi verbal adalah penggunaan bunyi dan kata-kata untuk mengekspresikan diri Anda, terutama berbeda dengan menggunakan gerakan atau perilaku (komunikasi non-verbal). Contoh komunikasi verbal mengatakan "Tidak" ketika seseorang meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin Anda lakukan (Your Dictionary).

Contoh komunikasi verbal adalah percakapan via telepon, SMS, aplikasi pesan WhatsApp, menulis surat, presentasi, siaran radio dan televisi, public speaking, dan presentasi.

Membaca koran, menonton televisi, dan mendengarkan radio serta menulis catatan kuliah pun termasuk komunikasi verbal, karena menyangkut kata-kata yang dibaca dan didengarkan.

Komunikasi verbal sering pula disebut “komunikasi yang terucapkan” (spoken communication), setidaknya menurut situs Skill You Need.

Komunikasi verbal adalah penggunaan kata-kata untuk berbagi informasi dengan orang lain. Karena itu, dapat mencakup komunikasi lisan dan tertulis.

Namun, banyak orang menggunakan istilah ini hanya untuk menggambarkan komunikasi lisan. Elemen komunikasi verbal adalah tentang kata-kata yang Anda pilih, dan bagaimana kata-kata itu didengar dan ditafsirkan.

Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi verbal bisa dipahami sebagai berkomunikasi dengan kata-kata, terutama berbicara (to speak), seperti ngobrol.

Unsur penting dalam komunikasi verbal yaitu bahasa dan kata:
  1. Bahasa adalah sistem lambang bunyi
  2. Kata adalah lambang terkecil dalam bahasa; unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan.
Menurut Skill You Need, komunikasi verbal atau komunikasi lisan yang efektif tergantung pada sejumlah faktor dan tidak dapat dipisahkan dari keterampilan interpersonal penting lainnya, seperti komunikasi nonverbal , keterampilan mendengarkan (listening skills), dan klarifikasi .

Kejelasan bicara (clarity), tetap tenang dan fokus, bersikap sopan, dan mematuhi etiket sangat membantu proses komunikasi verbal yang efektif.

Pengertian Komunikasi Nonverbal

Dari pengertian komuniasi verbal di atas, kita bisa langsung memahami pengertian komunikasi nonverbal dan perbedaannya.

Komunikasi nonverbal (nonverbal communication) adalah komunikasi tanpa kata atau tidak menggunakan kata-kata, melainkan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan kontak mata.

Penggunaan pakaian, gaya potongan rambut, simbol-simbol, serta cara berbicara (intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara) juga termasuk komunikasi nonverbal.

Komunikasi nonverbal melekat pada komunikasi verbal. Dengan kata lain, saat berkomunikasi secara verbal, otomatis komunikasi nonverbal menyertainya.

Bahkan, komunikasi nonverbal lebih dominan dibandingkan komunikasi verbal.

Hasil studi Albert Mahrabian menyatakan, tingkat kepercayaan dari pembicaraan orang hanya 7% berasal dari bahasa verbal, 38% dari vocal suara dan 55% dari ekspresi muka.

Komunikasi Verbal dan Nonverbal

Para ahli komunikasi biasanya mendefinisikan komunikasi nonverbal sebagai komunikasi yang "tidak menggunakan kata-kata".

Bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata.

Contoh komunikasi nonverbal lainnya adalah sentuhan --bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain.

Durasi atau penggunaan waktu juga termasuk komunikasi nonverbal.

Dalam komunikasi nonverbal, gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frasa.

Contohnya, mengangguk untuk mengatakan "ya", memukul meja untuk menunjukkan amarah, senyum untuk menunjukkan rasa senang atau suka.

Jarak dalam komunikasi interpersonal juga masuk kategori komunikasi nonverbal. Jarak dekat menunjukkan keakraban.

Suara-suara pengisi seperti "mm", "e", "o", "um", saat berbicara juga tergolong komunikasi nonveral yang disebut unsur vokalik atau paralanguage.

Isyarat vokalik:
  1. Pitch - nada, tinggi-rendahnya suara. 
  2. Rate - laju, cepat-lambat ketika berbicara. 
  3. Inflection - modulasi suara, perubahan nada bicara. 
  4. Volume - keras - lembut suara
  5. Quality - keunikan resonansi suara, seperti serak, sengau, mengeluh
  6. Pelafalan  kata dan kalimat secara benar atau salah. 
  7. Artikulasi - pengucapan dan ucapan bunyi bahasa. 
  8. Diam - ketiadaan kata-kata.

Fungsi Komunikasi Nonverbal

Mark L.Knapp menyebutkan lima fungsi pesan nonverbal yang dihubungkan dengan pesan verbal:
  1. Repetisi -- mengulangi, misalnya menganggukkan kepala ketika mengatakan "ya" atau menggelengkan kepala ketika mengatakan "tidak".
  2. Subtitusi -- menggantikan kata-kata, misalnya menggoyangkan tangan dengan telapak tangan mengarah ke depan sebagai kata pengganti "tidak".
  3. Kontradiksi -- membantah atau bertentangan dengan perilaku verbal dan bisa memberikan makna lain terhadap pesan verbal . Misalnya, Anda memuji prestasi teman sambil mencibirkan bibir.
  4. Aksentuasi -- menekankan atau melengkapi, misalnya menggunakan gerakan tangan, nada suara yang melambat.
  5. Komplemen -- meregulasi,misalnya melihat jam tangan.

Demikian ulasan ringkas tentang Komunikasi Verbal dan Nonverbal: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya. Wasalam. (www.romelteamedia.com).

Referensi: Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Rosdakarya; Onong Uchyana Effendi, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009).

Thanks for reading Komunikasi Verbal dan Nonverbal: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Related Posts

Your Comments

0 komentar on Komunikasi Verbal dan Nonverbal: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya

Post a Comment

Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.