Dasar-Dasar MC: Cara Menjadi Pemandu Acara

Follow @romel_tea
MC (baca: emsi) adalah singkatan dari Master of Ceremony. MC dipahami sebagai orang yang memandu atau membawakan acara. Karenanya, MC dikenal pula dengan sebutan pemandu acara atau pembawa acara.

Dasar-dasar MC ini akan membahas cara menjadi pemandu acara, meliputi pengertian, syarat, tugas, dan teknik MC serta teknik vokal.


Dalam bahasa Indonesia, MC disebut pembawa acara, pranatacara, atau pewara. Namun, ada perbedaan istilah untuk pemandu acara di masing-masing jenis acara.
  • Pemandu acara siaran radio disebut Penyiar.
  • Pemandu acara siaran televsi disebut Presenter atau Host.
  • Pemandu acara formal, misalnya upacara atau pelantikan pejabat, disebut Pembawa Acara (PA).
  • Pemandu acara informal, misalnya hiburan, konser musik, pelatihan, disebut MC.
  • Pemandu acara diskusi, debat, atau dialog disebut moderator.
  • Pemandu lomba balap, misalnya balap motor, disebut announcer atau komentator.
  • Pemandu pengunjung di "audio land" dalam acara pameran atau pusat perbelanjaan, mal, dan minimarket disebut announcer.
Meski berbeda-beda sebutan, namun tugas pokoknya sama: memandu jalannya acara dan bertanggung jawab atas kelancaran dan suksesnya suatu acara. Postingan ini fokus membahas dasar-dasar MC: cara menjadi pemandu acara.

Dasar-Dasar MC

Pengertian MC

Berikut ini pengertian Master dan Ceremony menurut Kamus Bahasa Inggris:
master kb. 1 tuan rumah. 2 nakhoda (of a ship). 3 pemilik. 4 jagoan (at a skill, sport). 5 pelukis ulung (seperti Rembrandt). 6 tuan, ndoro (anak laki-laki yang belum dewasa), orang yang mempunyai kekuasaan. -kkt. menguasai (a subject, o's temper).

ceremony kb. (j. -nies) 1 upacara. 2 formalitas, cara tata tertib. to stand on c. formil-formilan, berpegang teguh pada tatacara, resmi-resmian.

Free Dictionary mengartikan MC sebagai "seseorang yang bertindak sebagai pembawa acara, menyampaikan pidato penyambutan (welcome speech), dan memperkenalkan pembicara".

Dalam bahasa Indonesia, MC disebut pembawa acara, pranatacara, atau pewara.
  • Pembawa acara = pengacara; pewara
  • Pranatacara = pembawa acara; pewara
  • Pewara = pembawa acara dalam suatu upacara, pertemuan, dan sebagainya.
Wikihow mengartikan MC sebagai "Master of upacara (juga dikenal sebagai MC atau pembawa acara) adalah tuan rumah resmi untuk acara, pertunjukan, atau pesta yang dipentaskan.

Biasanya, seorang pembawa acara memperkenalkan pembicara, membuat pengumuman, dan terlibat dengan para penonton untuk menjaga agar agenda upacara tetap berjalan semulus mungkin."

Syarat Jadi MC

Syarat utama menjadi MC adalah lancar berbicara, tidak gagap, tidak gugup. MC juga hendaknya berwawasan luas, good looking, dan mampu beradaptasi dengan situasi.

1. Suara bagus

Ini syarat utama MC. Suara bagus bisa dibentuk dengan latihan dan miking technique dan vocalication technique. Suara MC menjadi suara yang pertama kali didengarkan audiens.

2. Good Looking

MC harus enak dilihat, sedap dipandang. Cantik dan/atau tampan lebih baik. Good Looking bisa "dipoles" dengan busana atau dandanan.

Good looking penting karena seorang MC akan menjadi pusat perhatian seluruh hadirin di sebuah acara.

3. Supel

Seorang MC hendaknya supel, yaikni pandai menyesuaikan diri; pandai bergaul; luwes. Ia harus mudah akrab dengan orang lain karena akan berinteraksi dengan banyak orang dengan beragam latar belakang pendidikan dan budaya.

4. Lancar berbicara

Tugas MC adalah bicara. MC bagian dari public speaking. Ia harus lancar berbicara. Karenanya, penyiar radio atau presenter televisi umumnya piawai juga menjadi MC.

5. Percayaan Diri

MC harus orang yang percaya diri tampil di depan audiens. Kepercayaan diri akan membantu MC menguasai panggung dan audiens serta memudahkannya berinteraksi dan memandu jalannya acara.

6. Santun

MC harus memiliki etika yang baik, ramah dan hormat kepada semua orang. MC adalah tuan rumah (host) acara. Tuan rumah yang baik akan ramah atau santun kepada para tamu (audiens).

7.  Wawasan luas

MC akan membawakan berbagai jenis acara, mengantarkan berbagai jenis topik pembicaraan. MC harus banyak baca, agar banyak tahu, tahu banyak.

8. Menguasai bahasa yang baik dan benar.

MC dituntut mampu mengucapkan setiap kata dan kalimat dari bahasa mana pun dengan baik dan benar, termasuk kosa kata daerah dan asing.

MC juga harus menguasi bahasa informal, slang, bahasa gaul, bahkan bahasa teknis-ilmiah jika memandu acara di kampus atau acara akademis.

9. Kreatif

Seorang MC harus kreatif dan memiliki inisiatif dalam memandu acara sehingga tidak membosankan dan monoton.

Kreatif dan inisiatif juga diperlukan jika ada perubahan situasi dan kondisi yang tak terduga. Seorang MC harus tanggap terhadap perubahan-perubahan tersebut dan harus berpikir cepat dan tepat untuk mengantisipasinya.

10. Sense of humor

Seorang MC harus memiliki rasa humor, humoris, agar mampu menciptakan suasana yang menyenangkan bagi audiens.

Tugas MC

Berikut ini tugas pokok dan fungsi (tupoksi MC).

1. Star Maker

Hal mendasar yang harus dipahami dan disadari MC adalah dirinya merupakan jembatan antara audiens dan pengisi acara.

You are the star maker, not the star! MC pembuat bintang, bukan bintang! MC memang menjadi pusat perhatian, namun gunakan itu untuk menjadikan pengisi acara sebagai bintang, bukan berusaha menjadi bintang dan mengambil alih peran pengisi acara.

2. TIM

Tugas dan peran penting MC sering diringkas dalam istilah TIM (Time, Introducer, Mood Setter) sebagaimana disebutkan dalam Emceeing Basics.

Time  - MC bertanggungjawab memastikan acara berjalan sesuai waktu dan sesuai dengan urutan acara yang ditetapkan. MC adalah the king of the programme karena MC berfungsi sebagai pengendali acara sesuai dengan waktu dan susunan acara.

Introducer -- MC bertugas untuk mengenalkan pembicara atau pengisi acara kepada audiens. Oleh karena itu, mutlak bagi MC mengenal lebih mendalam profil dan latar belakang pengisi acara, seperti nama asli, nama panggilan, profesi, jabatan, tempat dan tanggal lahir, prestasi, dsb.

Mood Setter  -- MC harus mampu menjaga antusiasme, gairah, dan kemeriahan suasana. Jangan biarkan audiens bosan. MC adalah pemimpin audiens yang dapat memberikan “komando” tepuk tangan sebagai apresiasi kepada pengisi acara.

3. Bridging

MC harus mempu merangkai acara demi acara menjadi sebuah satu-kesatuan, menjembatani pembicara ke pembicara lain atau pengisi acara ke pengisi acara yang lain.

Seorang MC harus mampu membuat komentar yang menjadi jembatan antar satu segmen dengan segmen lainnya (bridge/bridging).

Bridging adalah salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki MC agar acara menjadi tetap menarik dan tidak membosankan akibat delay antara satu segmen dengan segmen lainnya.

Tips & Teknik MC

Berikut ini tips dan teknis menjadi MC atau proses memandu acara. Sebagian disadur dari Emcee Lester.

Sebelum hari H, lakukan latihan dan selalu koordinasi dengan panitia acara. Saat pelaksaanaan, berikut ini tips dan teknik MC.

1. Busana, Wardrobe

Kenakan busana dan tata rias yang sesuai dengan jenis acara yang akan dipandunya.

2. Datang lebih awal

Datang di lokasi acara paling tidak satu  jam sebelum pelaksanaan acara guna persiapan fisik, mental, dan teknis --seperti pengecekan mikrofon (voice check, mike-test) dan posisi MC dan pembicara.

3. Siapkan Kartu MC

Siapkan cue-card (kartu MC), kira-kira setengah halaman kertas kuarto, untuk pedoman acara yang akan dipandu, berisi susunan acara, profil pengisi acara, dan kertas kosong untuk "corat-coret" sebagai bahan improvisasi dan menghidupkan acara.

4. Beri sinyal

Signal to start! Kalimat pertama MC dalam sebuah acara adalah menyampaikan kepada audiens bahwa acara akan dimulai. Misalnya: "Mohon perhatian, acara akan segera dimulai...!"

5. Kenalkan diri 

Anda akan terkejut, tetapi banyak pembawa acara tidak ingat untuk memperkenalkan diri. Jika Anda tidak atau lupa untuk memperkenalkan diri sebelum dimulainya acara, ini akan meninggalkan lubang yang mengganggu dalam pemahaman audiens Anda tentang proses acara.

Mereka melihat Anda, tetapi tidak tahu siapa Anda, atau mengapa Anda dipilih untuk peran sentral ini dalam acara tersebut.

Jadi, saat Anda berbicara di atas panggung, mereka mungkin bertanya-tanya mengapa Anda naik ke panggung untuk memulai.

Jika Anda sangat yakin bahwa semua orang di audiens Anda sudah mengenal Anda, tetap saja kenalkan diri Anda. Mungkin ada teman, kolega, tamu istimewa, dan pasangan di antara audiens Anda yang tidak mengenal Anda.

6. Kontak mata 

Jika audiens Anda adalah kelompok besar, selalu lihat ke atas dan sapu mata Anda ke arah audiens.

Kiat yang membantu adalah menganggap audiens duduk dalam formasi “Z”. Mulailah dengan kiri atas audiens selama beberapa detik (sambil melihat ke atas dari skrip Anda, jika ada) sebelum melihat ke kanan selama beberapa detik, kemudian pindah ke kiri bawah diikuti oleh kanan bawah.

Anda dapat mematahkan "Z" dengan mulai dari tengah atau belakang ruangan untuk memvariasikan kontak mata Anda. Ini akan terlihat seperti Anda berbicara kepada seluruh audiens.

7. Membuka & Menutup Acara

Tugas pokok MC antara lain membuka acara dengan salam, menyambut hadirin, menyebutkan nama dan tujuan acara, susunan acara, serta aturan acara (jika ada).

Contoh Pembukaan MC

MC juga yang menjaga kelancaran acara dari awal hingga akhir, dan menutup acara dengan menyampaikan terima kasih kepada hadirin, panitia, pengisi acara, dan minta maaf, jika perlu "menyimpulkan" acara.

8. Ringkas!

MC harus berbicara seringkas mungkin. Jangan kebanyakan ngomong. Apalagi jika niatnya ingin "unjuk diri" (show off). Ingat, Anda adalah "pembuat bintang, bukan bintang!".

Teknik Vokal MC

Teknik vokal artinya mengeluarkan suara terbaik. Sebaiknya seorang MC memiliki vokal atau suara yang baik dan berkarakter. Gunakan suara asli, natural, tidak dibuat-buat, layaknya penyiar radio dan presenter televisi.

Teknik vokal MC meliputi:
  • Intonasi : MC harus pandai mengolah nada kalimat menjadi berirama dan tidak datar.
  • Artikulasi : MC harus memiliki kualitas penyebutan kata dan kalimat yang baik atau artikulasi.
  • Speed : MC harus mampu mengatur speed/tempo atau cepat-lambatnya kata dan kalimat yang diucapkan.
  • Power : MC harus memiliki kemampuan mengeluarkan kekuatan suara tanpa harus berteriak.
  • Asentuasi : MC harus pandai memilih dan melakukan penekanan terhadap kata atau kalimat yang menjadi fokus atau pokok perhatian atau untuk diperhatikan oleh audience.
  • Timbre : MC harus mampu mengeluarkan suara yang ekspresif yang akan mudah mempengaruhi audience.
  • Tone: MC harus mampu mengatur tinggi rendah suara agar audience tidak merasa bosan.
  • Phrasering : MC dalam berbicara sebaiknya memberikan jeda agar dimengerti.

Teknik vokal untuk mc from Romel Tea

Demikian Dasar-Dasar MC: Cara Menjadi Pemandu Acara. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Thanks for reading Dasar-Dasar MC: Cara Menjadi Pemandu Acara | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Related Posts

Your Comments

1 komentar on Dasar-Dasar MC: Cara Menjadi Pemandu Acara

  1. Kalo ngomong soal MC saya nyerah aja bung... Tapi coba saya baca aja artikelnya bung diatas, ok makasih,,

    ReplyDelete

Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.