Jurnalistik Surat Kabar (Newspaper Journalism): Pengertian dan Karakteristik

Follow @romel_tea
Hormatilah surat kabar karena kehadirannya menjadi fondasi jurnalistik yang berkembang dengan kemunculan jurnalisme penyiaran (radio & televisi) dan jurnalisme online.

Jurnalisme Surat Kabar (Newspaper Journalism)

Jurnalistik surat kabar (jurnalisme koran, jurnalisme cetak) ibarat Internet Explorer (IE). Tanpa IE, kita tidak bisa unduh dan pasang Google Chrome, Mozilla Firefox, dan browser "zaman now" lainya.

Sebagai penghormatan kepada jurnalisme surat kabar, saya coba menyusun "risalah" jurnalisik surat kabar (newspaper journalism) ini.

Jurnalisme Surat Kabar merupaan bagian dari Jurnalisme Cetak.

Lagi pula, jurnalisme cetak,  yang kini tergerus jurnalisme internet, tidak akan mati, karena masih banyak pembaca setianya.

Media Cetak Masih Diminati

Dilansir Sindonews, media cetak masih diminati. Survei Nielsen Consumer & Media View (CMV) 2017 menunjukkan, penetrasi media cetak di Tanah Air yang mencapai 8% atau dibaca oleh 4,5 juta orang. 

Alasan utama para pembaca masih memilih koran adalah karena nilai beritanya yang dapat dipercaya. Elemen trust terhadap konten berpengaruh terhadap iklan sehingga keberadaan koran sebagai media beriklan sangat penting untuk produk yang mengutamakan unsur trust, misalnya produk perbankan dan asuransi.

Kaum milenial juga masih membaca koran. Hasil survei, para pembaca media cetak  adalah konsumen dari rentang usia 20-49 tahun (74%), memilki pekerjaan sebagai karyawan (32%), dan mayoritas pembacanya berasal dari Kelas Atas (54%).

Fakta itu menunjukkan pembaca media cetak masih produktif dan dari kalangan yang mapan.

Pengertian Jurnalistik Surat Kabar

Jurnalistik surat kabar (newspaper journalism) adalah praktik jurnalistik di media cetak surat kabar.

Menurut Onong Uchjana Effendy, surat kabar adalah lembaran tercetak yang memuat laporan yang terjadi di masyarakat dengan cirri-ciri terbit secara periodik, bersifat umum, isinya termasa dan aktual mengenai apa saja dan di mana saja di seluruh dunia untuk diketahui pembaca (Effendy, 1993:241).

Surat kabar adalah jenis media cetak dengan ukuran kertas paling besar. Surat kabar disebut juga koran, harian, dan harian umum.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, surat kabar sinonim dengan "koran" atau "harian" yang diartikan sebagai "lembaran-lembaran kertas bertuliskan kabar (berita) dan sebagainya terbagi dikolom-kolom (8-9 kolom), terbit setiap hari secara periodik".
  • Surat kabar adalah lembaran-lembaran kertas bertuliskan berita dan sebagainya; koran
  • Koran adalah lembaran(-lembaran) kertas bertuliskan kabar (berita) dan sebagainya, terbagi dalam kolom-kolom (8–9 kolom), terbit setiap hari atau secara periodik; surat kabar; harian.
Istilah "koran" berasal dari bahasa Belanda Krant atau dari bahasa Prancis, courant.

Surat kabar disebut juga harian (daily) karena biasanya terbit tiap hari (harian). Surat kabar juga sering disebut harian umum karena isinya yang beragam topik -- sosial, politik, ekonomi, budaya, hiburan, olah raga, bisnis, dll.

Dalam bahasa Inggris, koran disebut newspaper. Secara harfiyah newspaper artinya "kertas berita", yakni lembaran kertas berisi berita dan informasi lainnya.

Menurut kamus Merriam-Webster, "newspaper" atau "newsprint" adalah "sebuah kertas yang dicetak dan didistribusikan biasanya harian atau mingguan dan yang berisi berita, artikel opini, feature, dan iklan".

(a paper that is printed and distributed usually daily or weekly and that contains news, articles of opinion, features, and advertising).


Jurnalistik Surat Kabar
Surat Kabar

Karakteristik Surat Kabar

Surat kabar memiliki karakteristik sebagai berikut.

1. Kertas lebar.

Surat kabar merupakan media cetak dengan format atau ukuran kertas paling lebar dibandingkan media cetak lain --tabloid, majalah, buku, buletin, newsletter. Ukuran kertas koran biasa disebut broadsheet.

Ukuran kertas surat kabar yang banyak digunakan ialah 330,5mm x 550mm atau 29 x 42 cm hingga 42 X 58 cm. Ukuran lainnya lebih kecil, misalnya 347.5 mm x 580 mm dan 352 x 540 mm

Lebar kertas tabloid biasanya setengah koran. Ukuran majalah setengahnya tabloid dan ukuran buku/newsletter setetengah tabloid.

2. Informasi beragam

Isi koran berupa ragam informasi meliputi seluruh aspek kehidupan manusia, mulai berita politik, ekonomi, bisnis, sosial, budaya, kriminalitas, hiburan, pendidikan, hingga berita olah raga.

3. Terbit berkala.

Surat kabar biasanya terbit tiap hari (harian), namun ada juga yang mingguan, dwi mingguan, atau seminggu dua kali.

4. Cover

Surat kabar memiliki halaman depan (front page) berupa cover sebagai halaman utama. Isi cover beragam informasi, namun memasuki halaman dua dan seterusnya, informasi atau berita dikelompokkan dalam nama rubrik, misalnya rubrik ekonomi, politik, hiburan, dsb.

5. Headline

Surat kabar memiliki berita utama (headline) di halaman depan (cover), dengan ukuran huruf paling besar di antara judul lain yang disajikan.

6. Proses panjang

Proses pemberitaan surat kabar melalui proses panjang, mulai dari perencanaan isi, penulisan, penyuntingan, desain tata telak (layout), percetakan, pengepakan (packing), dan distribusi untuk sampai ke pembaca.

7. Tidak real time.

Berita yang ada di suratkabar adalah informasi peristiwa yang sudah terjadi, umumnya kejadian kemarin (sehari sebelumnya), dan tidak bisa menyampaikan berita secara real time seperti halnya radio, televisi, dan media online.

8. Keterbatasan ruang.

Surat kabar memiliki keterbatasan ruang atau kolom untuk menyampaikan informasi. Jumlah kata, berita, kalimat, dan foto atau elemen lain, dibatasi ukuran dan jumlah halaman.

Karenanya, surat kabar menerapkan bahasa jurnalistik secara ketat, agar bisa menyampaikan info sebanyak-banyaknya dengan kata-kata sesedikit mungkin.

9. Mengenal deadline

Surat kabar umumnya dicetak malam hari. Redaksi biasanya memberikan tenggat waktu (deadline) di jam tertentu, misalnya pukul 00.00, sebagai batas waktu akhir penyerahan naskah berita.

Demikian pengertian dan karakteristik jurnalisme surat kabar, jurnalisme koran, atau newspaper journalism. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Thanks for reading Jurnalistik Surat Kabar (Newspaper Journalism): Pengertian dan Karakteristik | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Related Posts

Your Comments

0 komentar on Jurnalistik Surat Kabar (Newspaper Journalism): Pengertian dan Karakteristik

Post a Comment

Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.