Humas Tak Lagi Butuh Wartawan

Follow @romel_tea
"Maaf wartawan, kami tidak membutuhkanmu lagi" (Sorry Journalists, We Don’t Need You Anymore). Demikian ditulis laman Social Media Explorer.

Postingan tersebut, setidaknya dari sisi judul, senada dengan ungkapan yang saya katakan dalam sebuah pelatihan humas online. Saya bilang, humas sekarang tidak lagi membutuhkan wartawan.

Humas Tak Lagi Butuh Wartawan

Pernyataan "humas tidak lagi butuh wartawan" memang terkesan ekstrem banget. Masa sih tidak butuh? Bukannya dalam tugas kehumasan ada konsep hubungan media (media relations)?

Maksud saya, Humas "tidak terlalu" memerlukan bantuan wartawan, untuk publikasi siaran pers (press release).

Pasalnya, era internet sekarang setiap lembaga memiki situs web dan akun media sosial. Hal itu membuat humas dengan mudah dan cepat mempublikasikan siaran pers atau informasi lain seputar layanan baru, kebijakan baru, atau kegiatan lembaga teraktual.

Humas, dengan demikian, tidak lagi bergantung kepada wartawan atau media komersial untuk publikasi. Hubungan media (media relations) pun tidak seintensif masa lalu.

Postingan Social Media Explorer, "Maaf Jurnalis, Kami Tidak Membutuhkan Anda Lagi'" diawali dengan mengemukakan fakta pendukung sebagai berikut:
  • Langganan koran berbayar terus menurun dengan 2-3 persen setiap enam bulan sejak 2005.
  • Beberapa surat kabar harian utama, termasuk Atlanta Journal-Constitution, Miami Herald, dan Dallas Morning News mengalami penurunan curam dalam langganan pada tahun 2007. 
  • Pemirsa untuk berita malam telah berkurang satu juta pemirsa per tahun selama 25 tahun berturut-turut (Nielsen Media Research).
  • 2007 menampilkan minggu yang paling jarang ditonton dalam sejarah rekaman untuk empat jaringan televisi besar (Associated Press).

Era internet memunculkan "big data". Jurnalisme warga berkembang pesat. Blog-blog pribadi menyajikan beragam informasi dan ulasan. Semua orang bisa bicara di media sosial.

Thomas Jefferson pernah berkata, "Kebebasan kita tergantung pada kebebasan pers." Nah, pers sekarang, secara resmi bebas untuk mencari pekerjaan. Kita memiliki blogger dan tidak lagi membutuhkan Anda, jurnalis!

"We’ve got bloggers in newspaper-esque format and no longer have a need for you, you  journalists!"

Banyak posting blog yang ditulis oleh para pakar dan pemikir berkualifikasi penuh pada topik masing-masing.

Argumentasi Social Media Explorer lebih pada "humas tidak lagi butuh berita yang dibuat wartawan" karena banjir informasi atau kehadiran "big data". Humas bisa menggunakan Lansiran Google untuk media monitoring, tak harus langganan koran atau membeli konten berbayar.

"Humas Tak Lagi Butuh Wartawan" versi saya adalah karena humas sekarang adalah humas online, cyber public relation, yang bisa mengerakan tiga tugas sekaligus: kehumasan, marketing, dan layanan pelanggan (customer service).

Jika humas benar-benar mengoptimalkan website dan media sosialnya, maka mereka tidak lagi membutuhkan wartawan atau media komersial. Publikasi siaran pers atau informasi produk dan layanan baru bisa dimuat di website/media sosial sendiri.

Untuk memaksimalkan humas online, laman PR Week menegaskan, praktisi humas saat ini harus menguasai keterampilan jurnalistik sebagaimana wartawan profesional, karena setiap lembaga memiliki media sendiri, tanpa harus bergantung kepada media komersial.

Jadi, humas tidak lagi butu wartawan jika media online lembaga (situs dan media sosial) dikelola dengan baik. Humas pun tidak perlu lagi "takut" kepada wartawan gadungan yang suka "memelas dan memeras" (minta duit).

Ditambah dengan pengelolaan media internal --seperti inhouse magazine dan buletin-- yang baik, humas akan benar-benar tidak butuh wartawan. Konsep hubungan media dalam kehumasan akan tinggal kenangan.

10 Keterampilan Humas Profesional

Dalam diskusi tentang kurikulum humas di sebuah kampus, saya mengatakan, secara teknis, tugas humas dan wartawan itu sama di era internet kini. Karenanya, keterampilan humas juga harus sama dengan keterampilan wartawan.

Saya merujuk pada keterampilan yang wajib dimiliki humas dalam PR Daily yaitu:

1- Advertising copywriting
2- Video editing/production
3- Mobile
4- Social content creation/curation
5- Analytics
6- SEO
7- Speed to information
8- Programming skills
9- Managing virtual team
10- Blogger outreach

Baca Juga: Humas Wajib Bisa Menulis dan Kelola Media Sosial

Humas bukan saja harus terampil menulis dan berbicara, tapi juga mampu mengelola kampanye periklanan media sosial, membuat video dan audio, mengeksplorasi media baru, menggunakan mobile, menciptakan konten media sosial, kemampuan analisis dengan memanfaatkan online tools seperti Google Analytics, serta memahami dan menerapkan SEO dalam menulis konten di website lembaga. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Thanks for reading Humas Tak Lagi Butuh Wartawan | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Related Posts

Your Comments

0 komentar on Humas Tak Lagi Butuh Wartawan

Post a Comment

Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.