May 15, 2020

Pengertian Jurnalisme Advokasi

By Romeltea | Published: May 15, 2020

Pengertian Jurnalisme Advokasi
Jurnalisme Advokasi merupakan "genre" jurnalistik dari sisi sudut pandang dan "pemihakan".

Saya sering mengatakan, tidak ada media yang netral atau tidak berpihak. Yang ada adalah independensi media.

Media bebas menentukan sikap atau keberpihakan, namun tetap faktual, tidak memanipulasi fakta, dan menaati kode etik jurnalistik.

Berikut ini ulasan ringkas tentang jurnalisme advokasi.

Pengertian Jurnalisme Advokasi

Secara bahasa, advokasi artinya "pembelaan" (KBBI).

Dalam konteks perubahan sosial, advokasi dimaknai sebagai upaya yang sistematis untuk mengubah atau memengaruhi suatu perubahan kebijakan maupun kondisi darisituasi yang tidak adil menjadi adil.

Jurnalisme advokasi adalah praktik jurnalistik dengan sudut pandang pemberitaan lugas dan tegas dalam membela atau menolak sesuatu. (Dan Gillmor, Arizona State University).

Jurnalisme dengan sengaja dan transparan mengadopsi sudut pandang non-objektif, untuk tujuan sosial dan politik. (Aji Jakarta).

Morris Janowitz dalam The Handbook of Journalism Studies mengatakan, jurnalistik advokasi lebih banyak berperan dalam menyuarakan dan mewakili kelompok tertentu yang tidak tergabung dalam lingkaran kekuasaan.

Kelompok seperti ini --di luar kekuasaan-- biasanya luput dari pemberitaan, relatif tidak mendapatkan tempat di media, dan termasuk kelompok marginal.

Jurnalisme advokasi juga hadir untuk membela kepentingan politik dan bisnis pihak tertentu.

Morris Janowitz (Jorgensen & Hanitzsch) menyebutkan jurnalisme advokasi menempatkan seorng wartawan atau jurnalis dalam posisi sebagai interpreter dan partisan aktif yang berbicara “atas nama” kelompok-kelompok tertentu khususnya kelompokkelompok yang terabaikan “oleh para juru bicara yang menguasai media”. 

Pada jurnalisme advokasi, seorang jurnalis ditempatkan dalam posisi mewakili kepentingan-kepentingan tertentu dan lebih didorong oleh keinginan untuk mengimbangi ketidakseimbangan dan ketidakadilan kekuasaan yang terjadi dalam masyarakat termasuk di dalamnya ketidakadilan gender. 

Saat melaksanaan tugas-tugas jurnalismenya, para jurnalis advokasi lebih dilandasi oleh semangat dan dorongan-dorongan untuk melakukan reformasi layaknya „seorang reformis‟ untuk mempromosikan suatu perspektif atau cara pandang yang seringkali salah ditafsirkan atau ditampilkan di media massa. (Irmawati, Qodriansyah, Melihat Perempuan dari Balik Meja Redaksi. Makassar: 2016).

Dalam praktiknya, jurnalisme advokasi merupakan kegiatan jurnalistik yang berusaha memasukkan opini kedalam berita. Tiap reportase, tanpa mengingkari fakta, diarahkan untuk membentuk opini publik.

Agenda Media dan Agenda Setting

Jurnalisme Advokasi terkait erat dengan Agenda Media dan Agenda Setting. 

Dalam buku Kamus Jurnalistik (Simbiosa Rekatama Media, 2008) saya mengartikan keduanya sebagai berikut:

1. Agenda Media 

Agenda media adalah rencana atau target yang ingin dicapai oleh sebuah media massa melalui pemberitaan atau ekspose suatu isu atau peristiwa. 

Setiap media massa mempunyai misi atau tujuan dalam memberitakan sebuah peristiwa atau ekspos sebuah isu. Misalnya membentuk opini publik atau membentuk persepsi khalayak tentang apa yang dianggap penting.

2. Agenda Setting

Agenda Setting adalah proses yang dilalui media massa dalam menentukan apa yang akan diberitakan sehingga dapat dipikirkan dan bahkan dikhawatirkan oleh publik; 

Agenda setting adalah Teori Maxwell McCombs dan Donald L. Shaw (1972/1973) yang mengatakan “the media (mainly the news media) aren’t always successful at telling us what to think, but they are quite successful at telling us what to think about”, sehingga apa yang dianggap penting oleh media akan dianggap penting pula oleh kita (publik) dan apa yang dilupakan media akan luput pula dari perhatian kita.

Agenda media akan memengaruhi agenda publik.

Baca Juga: Jurnalisme Buruh

Demikian ulasan ringkas tentang Jurnalisme Advokasi. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Previous
« Prev Post
Author Image

Romeltea
Romeltea adalah onair dan online name Asep Syamsul M. Romli aka Kang Romel. Praktisi Media, Blogger, Trainer Komunikasi from Bandung, Indonesia. Follow me: facebook twitter instagram linkedin youtube

Recommended Posts

Related Posts

Show comments
Hide comments

No comments on Pengertian Jurnalisme Advokasi

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *