Teknik Dasar Public Speaking - Cara Memulai, Menyampaikan, dan Mengakhiri Pidato

Follow @romel_tea
Teknik Dasar Public Speaking
Teknik Dasar Public Speaking - Cara Memulai, Menyampaikan Isi Pidato, dan Menutup Pembicaraan

Public Speaking adalah berbicara di depan orang banyak. Yang termasuk Public Speaking adalah pidato, ceramah, sambutan, presentasi, mengajar, khotbah Jumat, orasi, juga berbicara di forum raoat atau diskusi.

Banyak orang takut berbicara di depan umum. Umumnya merasa gugup atau grogi, takut salah, malu, dan sebagainya.

Public Speaking hakikatnya menyampaikan pesan, ide, pemikirna, informasi, atau perasaan. Teori-teori public speaking menyebutkan, tujuan public speaking ada empat:
  1. Menyampaikan Informasi (To Inform) 
  2. Memengaruhi  (To Influence)
  3. Mengajak atau Membujuk (To Persuade)
  4. Mendidik (To Educate)

Teknik Dasar Public Speaking

 Teknik dasar Public Speaking yang diulas ringkas dalam artikel ini meliputi cara membuka atau memulai, menyampaikan, dan mengakhiri sebuah public speaking dengan baik dan tepat.

1. Start of Fire

Teknik membuka pidato dengan "menggebrak" dan memunculkan mood pribadi ataupun audiens untuk memulai berbicara.

Arti harfiah "Start of Fire" adalah bagaimana kita menyulut api (semangat/antusiasme) agar para audiens memfokuskan perhatiannya pada pembicaraan kita.

Pembukaan Public Speaking harus mampu merebut perhatian pendengar, bisa dengan cerita inspirasi, pertanyaan retoris, fakta yang mencengangkan, dan sebagainya.

2. Build a Bridge

Sebelum masuk pada materi pokok kita perlu mengantarkan pendengar pada perumpamaan, cerita aktual yang sedang hangat di masyarakat, supaya mampu menarik dan mempertahankan perhatian lebih jauh. Ini kita upayakan sebagai bahan perantara masuk pada materi pokok yang akan kita bicarakan.

"Build a Bridge" adalah bagaimana kita membuat jembatan pembicaraan dari pembukaan dengan gebrakan menuju kepada materi pokok yang akan kita sampaikan.

3. For Instance

Sebagai pembicara, kita menguraikan dan membahas materi pokok, pada tahapan ini. Penyampaian isi materi juga akan lebih bagus jika Anda sampaikan dengan contoh-contoh nyata.

Karenanya, bagian ini disebut dengan for instance, artinya "contoh-contoh yang konkret". Kemampuan menguasai materi, luasnya ilmu pengetahuan, dan kemampuan berempati akan sangat menentukan pada bagian ini.

4. So What

Biasanya, untuk mengakhiri pembicaraan seorang pembicara menutup dengan langkah-langkah tindak lanjut,  follow up.

Ada beberapa pilihan: bisa melalui sebuah pesan, sebuah harapan, poin-poin penting ataupun simpulan. Dengan mudah kita sepakati, pembicaraan akan berakhir dengan sempurna. Yaitu, ada pembukaan dan penutupan.

5. Practice!

Latihan adalah kunci sukses public speaking. Dengan berlatih, kita akan terbiasa. Karena terbiasa, maka rasa gugup atau grogi akan lenyap! Ingat pepatah: alah bisa karena biasa!

Latihan merupakan cara ampuh mengatasi gugup atau grogi. Latihan bisa dilakukan sendiri di depan cermin, di depan kucing, rajin beropini di radio atau televisi, ikut berbicara di rapat RT/RW atau rapat kantor, dsb.

6. Preparation.

Persiapan. Ini kunci sukses lainnya sekaligus kunci mengatasi gugup/grogi.

Siapkan fisik, mental, dan materi pembicaraan Anda. Siapkan semaksimal mungkin. Kuasai materi! Penguasaan materi adalah kunci kelancaran public speaking.

Demikian  Teknik Dasar Public Speaking - Cara Memulai, Menyampaikan, dan Mengakhiri Pidato yang saya sadur dari sebuah sumber bahasa Inggris yang sudah broken link (makanya tidak dicantumkan). Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Thanks for reading Teknik Dasar Public Speaking - Cara Memulai, Menyampaikan, dan Mengakhiri Pidato | Tags:

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Related Posts

Your Comments

You comment, I'll visit back your blog. If you have one. Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.