Menulis

Jangan Klik Clickbait - Judul Berita yang Menjebak!

Posted by Romel Tea ● Follow @romeltea ● Like Romeltea Media on Facebook

Judul  berita clickbait memanipulasi & menipu pembaca. Isi beritanya gak penting, biasa-biasa saja, bukan jurnalistik yang baik. Abaikan clickbait! Just SAY NO TO CLICKBAIT!

say no to clickbait
ABAIKAN, jangan klik, link atau tautan judul berita yang menjebak. Judul berita media online (situs berita) berupa "umpan klik", "jebakan klik", atau Clickbait bertebaran di media sosial, terutama Facebook dan Twitter.

Judul berita yang menjebak (clickbait) adalah modus media online untuk meningkatkan traffik, pengunjung, atau pageviews.

Ciri khas judul berita berupa click bait yaitu menggunakan kata "inilah" atau "ini dia" dan menyembunyikan fakta atau isi berita di bagian judul.

Tujuan click bait, apalagi kalau bukan beruaha membuat pembaca "penasaran" sehingga meng-klik tautan judul berita tersebut.

Judul berita clickbait yang umumnya menjebak itu adalah gaya jurnalistik masa kini (online) atau digital journalism/cyber journalism akibat persaingan ketat di internet.

Rachel Parker dari Resonace menggambarkan click bait sebagai umpan pancing dan ikan. Seperti dalam gambar ilustrasi, wartawan digambarkan memancing (baca: menipu) ikan dan sang ikan tidak lain adalah kita, pembaca! (Just Say No” to Click Bait).

Parker menyebut clickbait sebagai "trik murahan untuk klik" dan kita harus mengatakan No to Clikckbait (Cheap Tricks for Clicks: Why You Should “Just Say No” to Click Bait).

Pengertian Clickbait

The Oxford English Dictionary mendefinisikan clickbait sebagai "konten di internet (media online) yang bertujuan utama menarik perhatian dan mendorong pengunjung untuk mengklik sebuah link halaman situs tertentu".

Josh Bentin dari Harvard’s Neiman Journalism Lab mengartikan clickbait sebagai "sesuatu yang saya tidak duka di internet" (things I don't like on the Internet).

Berikut ini contoh-contoh berita media onlineberupa clickbait:
  • Ditetapkan Jadi Tersangka Pembangunan Stadion, YAS Berkomentar Begini (Tribun Jabar)
  • Jadi Tersangka Korupsi Stadion Gede Bage, Ini Komentar Sekretaris Dinas (Kompas)
  • Ridwan Kamil Copot Pejabat Ini karena Tersangkut Korupsi (Harian Aceh)
  • Ini Setumpuk Izin yang Dilanggar PT Summarecon (Inilah Koran)
  • Dituding Buruk Layani Pasien BPJS, Ini Jawaban RS Imanuel Lampung (Kompas).
Nilay Patel dari Verge dalam wawancara dengan Poynter menjelaskan, kebanyakan clickbait mengecewakan karena menjanjikan nilai yang tidak sesuai dengan gambaran pembaca. Dengan kata lain, clickbait itu judul berita "PHP", Pemberi Harapan Palsu!

Khalid El-Arini dari Facebook menjelaskan: pembaca tidak ingin dikelabui oleh judul; sebaliknya, mereka ingin mendapatkan informasi dari judul-judul itu (readers don’t want to be tricked by headlines; instead, they want to be informed by them. (BuzzFeed)

Isi berita dengan judul berupa clikbait umumnya berita yang tidak begitu penting, bahkan sudah basi, tidak aktual lagi, kurang menarik. Dengan cara dijadikan judul yang menjebak itulah isi berita terkesan menarik dan update!

"Kejadian abad lalu sekalipun, bisa menjadi berita (info baru) jika diubah menjadi Clickbait," tulis Metia. "...famous events of the 20th century would work if the headlines were turned into clickbait).

Bukan Hal Baru

Sebenarnya clickbait bukan hal baru. Click bait berasal dari media lama, bukan website, yaitu dari gaya penyiaran berita dan televisi yang disebut Tease.

Tease adalah ungkapan kalimat yang disampaikan presenter sebelum jeda iklan agar penonton/pendengar stay tune alias "tidak ke mana-mana". Misalnya, "usai jeda iklan berikut ini, sejumlah informasi menarik lain akan hadir untuk Anda, jadi tetaplah bersama kami!".

Clickbait: Polusi (dan Sampah?) di Media Sosial

Bisa dikatakan, judul berita yang menjebak (clickbait) lebih merupakan sampah polusi di media sosial atau internet. Selain memanipulasi bahkan menipu pembaca, clickbait juga tidak akan membuat orang membagi (share) link itu.

"You can trick someone to click, but you can’t trick someone to share!" kata Buzzfeed. "Clickbait adalah bentuk polusi di mana pun ia berada, apakah di homepage twitter Anda ataupun feed Facebook".

"Masalah clickbait adalah pembaca selalu dimanipulasi," kata Jake Beckman kepada Emily Shire dari The Daily Beast (Poynter).

Judul berita clickbait, dengan demikian, adalah bentuk penganiayaan sekaligus pemaksaan kepada kita agar mengklik berita terbut. Maka... abaikan saja agar trend clickbait yang merugikan pembaca itu memudar dan hilang!

Gerakan Anti-Clickbait 

Belum banyak pengamat media atau pembaca yang mengkeritisi soal clickbait ini. Dewan Pers atau lembaga edukasi media pun tampak "tidak peduli" soal berkembangnya "kebiasaan buruk" membuat judul berita clickbait di kalangan media online ini.

Di belahan dunia "sono" sudah muncul gerakan anti-clickbait via twitter dengan akun @SavedYouAClick. Gerakan ini berusaha menghentikan pertumbuhan clickbait.

"Judul berita clickbait tidak selalu tapi pembaca selalu dimanipulasi," kata Jake Beckman, admin @SavedYouAClick, yang memilih tagline “saving you from clickbait” (menyelamatkan Anda dari clickbait).

"Judul clickbait didasarkan pada premis bahwa pembaca diperlakukan sebagai orang bodoh," kata Beckman. "Celakanya, tren penipuan dan manipulasi terhadap pembaca ini menjadi standar berita online," katranya. (Daily Beast).

KESIMPULAN

  • Clickbait adalah "modus" media online untuk meningkatkan traffic atau pengunjung websitenya karena jumlah kunjunganlah sumber utama pendapatan (income). more traffic = more advertising revenue = survival.
  • Clickbait biasanya digunakan untuk berita yang tidak menarik, basi, bukan hal baru, dan isi beritanya "biasa-biasa saja", bahkan tidak ada info baru dalam berita itu.
  • Clickbait merupakan polusi di internet khususnya media sosial.
  • Clickbait merusak masa depan jurnalistik karena menganiaya pembaca --manipulasi, bahkan "menipu".
  • Jurnalistik yang baik menyampaikan informasi, bukan meminta (baca: mengemis) pembaca untuk mengklik link judul berita.
  • Clickbait menjadikan jurnalisme sebagai "tricking people into pushing buttons".
  • Clickbait adalah persuasive headlines dan "judul iklan".
  • Kejadian abad lalu sekalipun bisa menjadi berita (info baru) jika diubah menjadi Clickbait.
Setelah memahami clickbait yang merupakan praktik buruk jurnalistik tersebut, maka agar tidak berkembang, para pembaca media online harus mengabaikannya. Jangan Klik Link Judul Berita yang Menjebak (Clickbait)! Wasalam.  (http://www.romelteamedia.com).*

Baca Juga:
1. Judul Berita Media Online Menyebalkan
2. Modus Situs Berita Menarik Pembaca
3. Trend Judul Kata Penunjuk & Kata Seru
4. Ironi Level Tertinggi Jurnalisme

Referensi:
Just Say No” to Click Bait
Why Buzzfeed Doesn't Do Clickbait
Real Problem with Clickbait
Saving us from Clickbait: Anti-Clickbait Movement
Psychology of the Clickbait
In Defence of Clickbait

Author:

I am a Blogger, Media Practisioner, and Practical Communication Trainer. I share my own knowledges, experiences, and skills about practical communication - writing, speaking, blogging - and my hobbies and concerns. Visit my official website Romeltea.

Previous
« Prev Post
3 Komentar untuk "Jangan Klik Clickbait - Judul Berita yang Menjebak!"

Bgmn kalau judul tulisan itu isinya betul berita yang informatif, dibutuhkan oleh sebagian masyarakat? Judulnya nyaris atau mungkin termasuk clickbait. Tks sblmnya Kang Romel.

Googling aja dengan kata kuncinya, klik judul berita yang baik di media lain :) Makasih kunjungannya Pak Gede.....

Izin re-share ya pak. Sumbernya sudah saya sertakan pula, backlink dari blog abal-abal hehe :)

You comment, I'll visit back your blog. If you have one. Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.