Menulis

Manifesto dan Etika Internet (Netiket)

Posted by Romel Tea ● Follow @romeltea ● Like Romeltea Media on Facebook

Manifesto dan Etika Internet
Manifesto dan Etika Internet (Netiket) merupakan "pedoman dasar" bagi pengguna internet  agar aman, nyaman, dan "beradab" saat browsing dan surfing di dunia maya.

Pengertian Manifesto Internet
Manifesto adalah pernyataan terbuka tt tujuan dan pandangan seseorang atau suatu kelompok (KBBI).

Manifesto Internet (Internet Manifesto) merupakan pernyataan sekelompok blogger Jerman berisi panduan ringkas dan praktis untuk memahami dunia internet  sebagai "new media" atau sarana baru komunikasi dan penyebarluasan informasi.

Manifesto ini berisi dasar-dasar atau pengetahuan dasar (basic knowledge) seputar media internet.

Pengertian Etiket
Etika Internet (Netiket, Netiquette) adalah etika komunikasi atau "adab" (sopan-santun) dalam berkomunikasi di internet.

Netiket bisa kita sebut sebagai “adab pergaulan di dunia maya”. Yang melanggar netiket bisa dibilang "tidak beradab" (uncivilized people).

17 Poin Manifesto Internet 

Manifesto Internet adalah "pernyataan terbuka tentang internet" ini disusun dan dideklarasikan oleh sejumlah blogger Jerman tahun 2009.


Manifesto Internet sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa, namun belum ada yang menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia. Di situs resmi Internet Manifesto, belum ada menu “Bahasa Indonesia” atau “Indonesian”.

Internet Manifesto lebih merupakan "panduan bagi wartawan" (journalist guide) untuk memahami internet agar mampu mempublikasikan berita di dunia maya dengan baik dan efektif. Pasalnya, sebagai new media, media internet sama sekali berbeda dengan media konvensional --media cetak (printed media) dan elektronik (electronic media --radio, televisi, film).

Ada 17 poin deklarasi, diawali dengan penegasan bahwa internet itu berbeda dengan media-media konvensional:  "The Internet is different."

Ruang publik, istilah, dan keterampilan yang dibutuhkan  juga berbeda. Jurnalis internet pun menempuh proses atau metode yang berbeda dalam memproduksi dan menyebarkan berita.

Internet diibaratkan “kerajaan media ukuran saku” (a pocket-sized media empire). Masyarakat saat ini adalah masyarakat internet. Wikipedia atau YouTube sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Soal kebebasan, disebutkan, kebebasan Internet tidak dapat diganggu-gugat. Memblokir akses ke Internet dinilai “membahayakan aliran bebas informasi” dan merusak “hak dasar tentang menentukan informasi sendiri”.

Internet adalah kemenangan informasi. Saat ini setiap orang, melalui internet, dapat menginformasikan diri mereka lebih baik dari sebelumnya.

Internet meningkatkan jurnalisme. Melalui internet, jurnalisme dapat memenuhi peran sosial-pendidikan dalam cara baru.

Konten internet itu “abadi”. Internet membangun. Online, teks, suara, dan gambar tidak lagi harus bersifat sementara. Mereka tetap ada sehingga membangun sebuah “arsip sejarah kontemporer”.

Internet Manifesto juga mengingatkan dan menegaskan, “kualitas tetap kualitas yang paling penting”. Prinsip jurnalisme harus tetap ditegakkan.

Internet Manifesto ini diakhiri dengan pernyataan All for all. Semua untuk semua. Pengguna saling bertukar informasi, saling koreksi, dan berinteraksi. “Not the journalists who know it all are in demand, but those who communicate and investigate.

Internet Manifesto versi bahasa Inggis dan bahasa lainnya dapat dibaca di laman resmi Internet Manifesto

10 Poin Etika Internet (Netiket)

etika etiket
Dalam literatur komunikasi kita mengenal etika komunikasi. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan etika sebagai “ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak)”.

Etika sering disebut juga dengan “etiket” (étikét), yaitu ”tata cara (adat sopan santun, dsb) dalam masyarakat beradab dl memelihara hubungan baik antara sesama manusianya” (KBBI).

Kita bisa memaknai etika komunikasi dengan “sopan-santun atau tatakrama dalam berkomunikasi” atau “cara berkomunikasi yang baik”.

Etika komunikasi di internet dikenal dengan istilah Netiquette –kependekan dari “Network Etiquette” atau “Internet Etiquette”.

Netiquette (Inggris) atau Netiket (Indonesia) dapat dimaknai sebagai “sopan-santun dalam berkomunikasi di internet, seperti dalam chatting, kirim pesan, menulis status facebook, “berkicau” di twitter, menulis di blog (website), dan berkomentar di situs berita”.

Etika komunikasi di internet pada dasarnya sama dengan etika berkomunikasi di “dunia nyata” dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur, menggunakan kata-kata yang baik (sopan), ramah, serta berbicara jelas dan mudah dimengerti.

Salah satu rujukan netiket adalah artikelVirginia Shea (Netiquette, by Virginia Shea, published by Albion Books, San Francisco (info@albion.com). ©1994 Virginia Shea) berjudul The Core Rule of Netiquette.

Shea memberikan 10 peraturan ketika berinteraksi di dunia maya. Intinya sama dengan etika komunikasi dalam dunia nyata, seperti jangan menyakiti, jangan menyinggung perasaan, berbicara efektif, jangan sungkan minta maaf jika keliru, dan sebagainya.

Berikut ini etika komunikasi di internet atau –dalam istilah Shea– peraturan inti etika berinternet (netiquette/netiket).

Core Rule of Netiquette
1. Remember the human.
Jangan lupa, orang yang membaca email atau posting Anda adalah manusia juga yang punya perasaan –bisa tersinggung atau sakit hati. Jadi, jangan menyakiti hati orang lain. Jangan kirim email atau posting yang sekiranya mempermalukan.

2. Adhere to the same standards of behavior online that you follow in real life.
Standar etika komunikasi internet sama saja dengan etika komunikasi di dunia nyata, seperti etis, menghargai pendapat orang lain, dan jangan dan melanggar hukum (breaking the law is bad Netiquette).

3. Know where you are in cyberspace.
Setiap situs atau forum online biasanya punya aturan main. Maka, taati aturan itu. Baca dulu aturan sebelum gabung. “Intai dulu sebelum melompat” (Lurk before you leap). Sadari Anda ada di forum apa dan bagaimana.

4. Respect other people’s time and bandwidth.
Posting pesan yang sesuai dengan grup diskusi. Jangan ajukan pertanyaan bodoh. Baca dokumen FAQ (Frequently Asked Questions) atau “Yang Sering Ditanyakan” (YSD).

Jangan posting hal yang sekiranya sudah diketahui anggota grup (don’t waste expert readers’ time by posting basic information).

Jika Anda tidak setuju dengan sebuah forum online, jangan buang waktu dengan “menggugat” mereka. Tinggalkan saja! (If you disagree with the premise of a particular discussion group, don’t waste the time and bandwidth of the members by telling them how stupid they are. Just stay away).

5. Make yourself look good online.
Cek grammar dan ejaan (tata bahasa) sebelum posting. Pahami yang Anda katakan dan pastikan ia masuk akal. Know what you’re talking about and make sense.

6. Share expert knowledge.
Bagi pengetahuan dan wawasan Anda.Sedekah ilmu! Jawab pertanyaan yang ada jika Anda tahu.

7. Help keep flame wars under control.
Kendalikan emosi Anda! Jangan posting apa pun dalam keadaan marah! Jangan posting atau kirim komentar yang bernada amarah tinggi! Ada pepatah:

Sesuatu yang dimulai dengan rasa marah akan menghasilkan penyesalan. Jangan ragu minta maaf jika Anda keliru atau menginggung perasaan orang lain.

8. Respect other people’s privacy.
Hargai privasi orang. Jangan baca email, pesan, atau inboks pribadi orang lain. Don’t read other people’s private email.

9. Don’t abuse your power. 
Jangan menyalahgunakan kekuasaan. Jangan korupsi! Makin besar kekuasaan yang Anda mikiki, kian penting bagaimana menggunakannya. The more power you have, the more important it is that you use it well.

10. Be forgiving of other people’s mistakes. 
Jika orang lain salah, maafin aja….!

Kepatuhan atau pelanggaran atas Etika Internet di atas akan menjadi "cermin beradab-tidaknya" seseorang di dunia maya, mungkin juga sekaligus cermin moralitas dan perilakunya di dunia nyata.

Secara teknis, netiket juga termasuk cara penulisan, seperti "jangan gunakan huruf tebal semua (all caps) di judul" karena kata-kata dengan semua huruf tebal bermakna "teriak".

Mengikuti Prinsip dan Teknik Menulsi di Media Online juga termasuk bagian dari pengalaman manifesto dan etika internet. Wasalam. (www.romelteamedia.com).*

Author:

I am a Blogger, Media Practisioner, and Practical Communication Trainer. I share my own knowledges, experiences, and skills about practical communication - writing, speaking, blogging - and my hobbies and concerns. Visit my official website Romeltea.

Previous
« Prev Post
0 Komentar untuk "Manifesto dan Etika Internet (Netiket)"

You comment, I'll visit back your blog. If you have one. Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.