Menulis

Pengertian & Penulisan Wallahu A’lam

Posted by Romel Tea ● Follow @romeltea ● Like Romeltea Media on Facebook

Wallahu A’lam
Wallahu a'lam artinya "Dan Allah Lebih Tahu atau Mahatahu" sebagai penegasan bahwa kebenaran mutlak hanya dari Allah SWT.
 
ARTIKEL atau tulisan tentang keislaman biasaya diakhiri dengan kata, kalimat, ungkapan, atau istilah Wallahu a’lam bish-shawabi 

Wallahu a'lam artinya “Dan Allah lebih tahu" atau "Dan Allah Yang Maha Mengetahui". Bish-shawabi artinya "yang benar/yang sebenarnya" dari kata shawabi yang artinya benar/kebenaran.

Penulisan wallahu a'lam bish-shawabi di akhir artikel itu guna menunjukkan atau menegaskan Allah-lah yang lebih tahu tentang kebenaran isu/masalah yang dibahas.

Penulisan wallahu a'lam juga menunjukkan sikap tawadhu' (rendah hati) dan pengakuan bahwa kebenaran yang dituliskan itu relatif, nisbi, karena kebenaran mutlak hanya dari Allah SWT yang Mahatahu.
 wallahu a'lam bish-shawabi

Anda yang sering atau sudah terbiasa membaca artikel keislaman, tentu sudah tidak merasa asing dengan istilah tersebut.

Cara Penulisan Wallahu a'lam
Banyak penulis yang keliru dalam penulisan wallahu a'lam, yaitu:
  1. Keliru dalam penempatan koma di atas (') setelah huruf a: wallahu 'alam)
  2. Keliru karea tidak menggunakan tanpa koma di atas (wallahu alam).
Penulisan wallahu a'lam yang benar adalah wallahu a'lam (menggunakan tanda koma di atas setelah huruf  a atau sebelum huruf “l”.

Wallahu a’lam, Wallahu ‘alam, dan Wallahu alam memiliki makna yang berbeda:
  1. Wallahu a’lam artinya “Dan Allah Mahatahu/Maha Mengetahui atau Lebih Tahu”.
  2. Wallahu ‘alam artinya “Dan Allah itu alam”
  3. Wallahu alam artinya --nah, ini saya tidak tahu, apa artinya alam (alif fatah, lam fatah, dan mim).
Asal kata a'lam ( أعلم) adalah ‘alima yang artinya tahu. Dari kata dasar ‘alima itu kemudian terbentuk kata  
  • ‘ilman (isim mashdar) yang artinya ilmu/pengetahuan
  • ‘alimun (fa’il) yakni orang berilmu
  • ma’lumun (pemberitahuan, maklumat)
  • a’lamu atau a’lam yag artinya "lebih tahu". 
Bandingkan, misalnya, dengan kata fadhola [utama] --> afdhol [lebih utama]; karoma [mulia] --> akrom [lebih mulia]; hasan [baik] --> ahsan [lebih baik]; kabir [besa] --> akbar [lebih besar/mahabesar].
Transliterasi Huruf 'Ain
Tanda petik tunggal atau koma di atas (‘) dalam a’lam itu transliterasi bahasa Indonesia untuk huruf ‘ain (ع) dalam bahasa Arab --seperti Jum’ah, Ka’bah, Bid’ah, Ma’ruf, dan sebagainya.

Kata a’lam artinya “lebih tahu”. Jadi, kian jelas ‘kan, penulisan yang benar: Wallahu a’lam, bukan Wallahu ‘alam dan bukan pula Wallahu alam.

Tentu, kesalahan penulisan itu tidak disengaja, salah kaprah aja alias kesalahan yang sering dilakukan, secara sadar atau tidak sadar, merasa benar –padahal salah—karena tidak ada yang mengoreksi. Saya yakin, maksudnya Wallahu a’lam, “Dan Allah Mahatahu”.

Demikian Pengertian & Penulisan Wallahu A’lam Bish-Shawabi. Semoga kita berhati-hati dan kian paham.  Wallahu a'lam bish-shawabi. (http://www.romelteamedia.com).*

Author:

I am a Blogger, Media Practisioner, and Practical Communication Trainer. I share my own knowledges, experiences, and skills about practical communication - writing, speaking, blogging - and my hobbies and concerns. Visit my official website Romeltea.

Previous
« Prev Post
36 Komentar untuk "Pengertian & Penulisan Wallahu A’lam"
Uqbah Ibn Nafi
delete

Tanks bgt artikelnya. udah tambah 1 ilmu.

many thanks.... and what's the meaning of bish-shawabi? thanks...

(*) ash-shawâb = benar/sesuai. Jadi, wallahu a'lam bish shawab/shawabi artinya = Hanya Allah yang Mahatahu kebenarannya/kesesuaiannya...

thanx's a lot.. aku ngak jadi salah nulis nya..

barokallahu fiik
artikelnya cukup bagus,,,, tapi ana gak percaya kalo antum gak pinter bahasa arab,,,,heheheh salam kenal akh
semoga ilmunya semakin bertambah dan bermanfaat

wah.. mkasi y..
sy baru tau nih.. ^^
salam kenal..

wah, tambah satu ilmu.. makasih. saya juga lagi berusaha untuk menulis yang benar biar gak ada salah kaprah ato salah interpretasi dan persepsi

Makasih banyak mas ilmu dan koreksinya... semoga bisa memberikan manfaat sehingga penulisan dan arti yg kita maksudkan tidak salah lagi...

salam ta'ruf ustaz.. minta izin ingin mengambil penulisan ini utk dikongsi dgn kwn2 sy.. syukran jazilan..

Trima kasih, mas. Smoga amal ilmu yg baik ini mendpt balasan dri Allah SWT.....

titatitadidinding
delete

wah terima kasih... hampir saya salah tulis

terima kasih banyak infonya..... mohon ijin share biar teman - teman semua juga mengetahuinya dan tidak salah menuliskannya......terima kasih

betul betul betul ; telah membetulkan kebiasaan salahku

betul betul betul ; telah membetulkan kebiasaan salahku terima kasih

alhamdulillah...terima kasih infonya

Harap baca link berikut. Semoga bisa diambil hikmah ..
http://media.isnet.org/sufi/Sejo/KangSuto.html

benar sekali, Kawan...
salah menulis berarti salah arti.....

Terimakasih banyak..

thanks for sharing. alhamdulillah.

syukron tulisannya...
sekalian mawu nanya nich....
klo cara ketik bahasa arab yg d alh bahasakan ke dalam bahasa indo gmn???
misal "amanah", biasanya dalam penulisannya ada garis nya tuh d atas a sesudah huruf "m"
cara ketiknya di word gmn
mohon bantuannya...., low ada panduannya yg lengkap..
heheheh

'alam ('a dibaca pendek) = bendera
'ālam ('a dibaca panjang) = alam (segala sesuatu selain Allah)

Ga ngaruh, yang paling benar itu ya dengan bahasa dan tulisan Al-Quran, ini saya dapat di ponpes ketika ada santri yg debat masalah nulis sms salam, antara Asyallamuallaikum ato Assalamu allaikum? jawab ulama saya "yang benar ya pake tulisan dan bahasa Al-Quran" bukan latin, klo dialihfungsikan ke tulisan latin ini hanya jadi istilah fungsi arti saja tetapi hukum tajwidnya pun sufah hilang, jadi mo nulis disingkatpun ga masalah~

izin diberikan, laksanakan! ^_^

setau ana yg bener 'alam kok. karena dengan ' di depan a berarti urutannya ain,laf, mim. sedangkan a'lam urutan abjadnya alif, 'ain(sukun), laf, mim. dan ana coba search 'alam memang artinya adalah 'tahu' dan juga di asmaulhusna pun untuk Allah Maha Tahu adalah al-'aliim denga urutan abjad alif, lam(sukun), 'ain, laf, ya(sukun), mim.

yang kita bahasa adalah lafadz A'LAMU = Lebih Tahu, sebagaimana lafadz ... antum a'lamu biumuri dunyaakum = kalian lebih tahu dalam urusan dunia kalian (hadist), jadi bukan kata dasar 'ALIMA (tahu). Syukron komentarnya....

Memang letak tanda baca itu sangat berpengaruh terhadap cara membaca dan arti dari kata itu sendiri. selama ini saya ragu menuliskan antara Wallahu a'lam dan Wallahu' alam... takut salah baca dan salah arti... terima kasih atas infonya..
salam

makasih atas pengkajiannya ...
Ini sangat bermanfa'at untuk q ... ;)

terima kasih atas perkongsian ilmu. wassalam

Terima kasih infonya pak.
Salam kenal.

syukron ilmunya pak, sedikit banyak insyaAllah bermanfaat
sy izin copy kaligrafinya yah ^^

Alhamdulillah nggak pernah salah untuk nulis ini. Mas, coba deh buat artikel tentang "Berbicara tentang agama, tapi tidak ada hadis, sama saja seperti fitnah".

Soalnya, saya pernah mendengar temen ngomongin begituan. Cukup membuat saya tertegun, termenung, dan terdiam beribu bahasa meng-artikan maksud kalimatnnya. Selama di pengajian, saya belum tau terkait informasi tersebut.

Hadits bukan satu-satunya sumber ajaran Islam. Sumber agama Islam itu ada tiga: Al-Quran, Al-Hadits/Sunnah, dan Ijma' Ulama. Jadi, hadits bukan segalanya saat bicara agama, masih ada sumber lain....

Sip mantap mas romel. Thanks mas atas informasinya..

Sama-sama, senang telah berkongsi

Alhamdulillah. Artikelnya bagus, sangat bermanfaat.

You comment, I'll visit back your blog. If you have one. Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.