Skill Dasar Jurnalistik: Cara Menulis Berita yang Baik

Follow @romel_tea
Berita (news) adalah produk utama jurnalistik sekaligus karya utama jurnalis (wartawan). Anda tidak bisa menjadi jurnalis yang baik tanpa landasan yang kuat dalam dasar-dasar jurnalistik. 

Skill Dasar Jurnalistik: Cara Menulis Berita yang Baik

Menulis berita tidak sekadar melaporkan peristiwa. Sebelum menulis dan melaporkan peristiwa di media massa, seorang wartawan harus memperhatikan hal-hal mendasar dalam penulisan berita.

Setelah 35 tahun dalam jurnalisme dan satu dekade dalam pendidikan jurnalisme, Rick Dunham dari Global Business Journalism membagikan 10 hal mendasar dalam cara menulis berita  berikut ini. 

Kata-kata yang bergaris miring tambahan dari saya.

10 Hal Penting dalam Menulis Berita

1. Kebenaran (the truth)

Jurnalisme bukanlah apa-apa tanpa landasan kebenaran yang kokoh. Tulisan Anda harus akurat. Tetapi akurasi saja tidak cukup: Cerita Anda harus benar. 

Jika Anda secara akurat melaporkan pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan, Anda merugikan audiens Anda. 

Untuk mencapai kebenaran dalam konteks jurnalistik ini, Anda harus melakukan cek dan cek ulang kebenaran data dan fakta serta memastikan sumber terpercaya. Dalam jurnalistik ini disebut disiplin verifikasi.

Inti jurnalisme adalah disiplin untuk melakukan verifikasi. Seorang wartawan akan terlihat profesional ketika ia mampu memverifikasikan informasi. Ia mampu mencari berbagai saksi, menyingkap sebanyak mungkin sumber, atau bertanya berbagai pihak untuk komentar, semua mengisyaratkan adanya standar yang profesional.

Elemen Jurnalisme yang pertama menyebutkan "Journalism’s first obligation is to the truth".

2. Kejelasan (clarity)

Pastikan audiens Anda mengerti dengan jelas apa yang Anda katakan. Kata-kata yang Anda gunakan harus menyampaikan makna yang Anda maksudkan. 

Jadilah spesifik. Gunakan suara aktif. Masukkan angka ke dalam konteks – terutama angka besar. Hindari kalimat yang panjang dan terputus-putus yang dibelenggu dengan klausa dependen yang membingungkan.

Wartawan memiliki gaya bahasa sendiri yaitu bahasa jurnalistik. Ciri utama bahasa jurnalistik adalah lugas, sederhana, dan ringkas atau hemat kata. Hindari jargon dan istilah teknis-akademis yang hanya dipahami kalangan tertentu.

3. Kelengkapan (completeness)

Pastikan Anda telah memasukkan semua detail yang paling penting dan relevan. Pastikan Anda menempatkan fakta-fakta utama dari cerita ke dalam konteks. 

Jangan hanya melaporkan "apa yang baru" – sebutkan "apa selanjutnya" atau "mengapa". Jangan sertakan detail yang tidak relevan dan tidak penting. Tapi pastikan Anda tidak menyesatkan audiens Anda melalui kelalaian.

Kelengkapan berita bisa dipenuhi dengan memasukkan semua unsur berita 5W1H plus What Nex. Apa yang terjadi, siapa yang terlibat, kapan, di mana, mengapa, bagaimana, dan apa selanjutnya (misalnya dampaknya).

4. Bercerita yang menarik (Compelling storytelling)

Anda bersaing untuk mendapatkan perhatian audiens Anda di dunia informasi yang berantakan. Pembaca mudah terganggu, terutama saat mereka membaca cerita Anda di perangkat seluler. 

Untuk menjaga perhatian mereka, cerita Anda harus lebih baik dari yang baik. Tidak ada pengganti untuk "mendongeng" (storytelling) yang menarik. 

Pikat pembaca dari kalimat pertama. Tunjukkan dengan cepat mengapa cerita itu menarik dan penting. Pastikan bahwa informasi baru dan detail yang kuat ada di bagian atas cerita. Semua kutipan Anda harus menambah nilai. Cerita harus bergerak cepat. Setiap kalimat harus memperkaya pengalaman pembaca.

5. Tulisan ketat (Tight writing)

Seperti yang ditulis Strunk and White lebih dari seabad yang lalu, "Abaikan kata-kata yang tidak perlu!" Singkat. 

Jaga agar kalimat Anda tetap pendek. Buat paragraf pertama Anda singkat (biasanya di bawah 35 kata). Hindari kata keterangan dan kata sifat yang berlebihan. Jika ragu, tinggalkan. 

Tapi ingat ini: Tulisan yang padat tidak berarti mengabaikan detail penting atau poin analitis. Itu berarti memangkas yang biasa-biasa saja untuk menyisakan lebih banyak ruang untuk yang luar biasa.

6. Presisi (precision)

Gunakan kata yang tepat untuk menyampaikan makna yang tepat. Hindari kata kerja yang tidak jelas seperti "memiliki," "menjadi," "melakukan" atau "mendapatkan" jika Anda bisa lebih spesifik. 

Hindari kata-kata yang terlalu umum seperti "beberapa" atau "banyak". Jika Anda memiliki masalah dengan pilihan kata yang tepat, Anda perlu memperluas kosakata bahasa Anda.

7. Ketepatan waktu (timelineness)

Anda selalu menginginkan "pasak waktu" (time peg) untuk berita Anda. Tentang berita terkini, itu mudah: Berita sedang terjadi sekarang dan saya menulis tentangnya. 

Tetapi fitur berita dan proyek perusahaan harus tepat waktu sekarang. Anda dapat "mengencangkan" cerita Anda ke tanggal peringatan, acara mendatang, atau perilisan buku atau film. Selalu dapat menjawab pertanyaan ini: "Mengapa cerita ini menarik bagi audiens saya saat ini?"

8. Keadilan, keseimbangan dan tanggung jawab (Fairness, balance and responsibility)

Etika adalah nilai inti jurnalisme. Cerita Anda, bahkan opini, harus adil (fair). Anda harus menyediakan konteks untuk berita terkini. 

Berbagai sudut pandang harus dipertimbangkan, meskipun Anda tidak memiliki kewajiban untuk memberikan ruang yang sama kepada semua orang. 

"Sasaran" dari sebuah cerita kritis harus diberi kesempatan untuk merespon sebelum dipublikasikan. Keadilan terkadang mencakup pengungkapan kebenaran dan pengecekan fakta. 

Adalah tanggung jawab Anda untuk melaporkan kebenaran, bukan mengulangi pernyataan orang-orang berkuasa.

9. Transparansi dan kejujuran (Transparency and honesty)

Anda harus lurus dengan audiens Anda jika Anda berharap mereka mempercayai Anda. Jangan mencuri materi dari orang lain. 

Atribusikan dengan benar semua materi (fakta dan kutipan) yang Anda temukan di platform lain. Hindari konflik kepentingan. Jangan pernah mengambil uang atau hadiah sebagai imbalan untuk menulis cerita (atau tidak menulis cerita).

10. Pelaporan nyata (real reporting)

Jangan berharap untuk menulis laporan lengkap jika Anda belum melakukan pelaporan langsung. Pandemi bukanlah alasan: Anda berutang kepada pembaca Anda untuk mengumpulkan fakta sendiri. 

Jangan hanya mengulangi apa yang Anda lihat dalam laporan atau siaran pers. Jangan "mengkurasi" karya terbaik jurnalis lain. 

Di masa lalu, terlibat dalam apa yang disebut orang tua sebagai "pelaporan sepatu-kulit." Hari ini, Anda mungkin mengenakan sandal di kantor rumah Anda. Tetapi mulai bekerja dan lakukan pelaporan nyata!

Demikian 10 prinsip atau hal mendasar dalam penulisan berita. Semuanya terkait kaidah dan kode etik jurnalistik.

Dasar-Dasar dan Cara Menulis Berita

Berikut ini teknik menulis berita sekaligus dasar-dasarnya yang saya sadur dari artikel "News Writing Fundamentals" di laman Writing Center

Pelaporan (reporting)

Salah satu perbedaan paling mendasar antara jurnalisme dan bentuk tulisan lainnya adalah cara jurnalis memperoleh informasi yang mereka tulis. 

Wartawan memperoleh informasi melalui berbagai teknik pelaporan (teknik reportase), yang dapat mencakup wawancara sumber, melihat melalui dokumen pemerintah, meneliti artikel lama, dan mengamati peristiwa secara langsung.

Penulisan berita yang baik dimulai dengan pelaporan yang baik dan akurat. Wartawan melakukan pelayanan publik bagi warga negara dengan menyajikan fakta yang sebenarnya dalam artikel yang jujur ​​dan lugas.

Nilai Berita (news values)

Wartawan biasanya menggunakan enam nilai untuk menentukan seberapa layak berita suatu berita atau elemen suatu berita. 

Mengetahui nilai berita dapat membantu seorang jurnalis membuat banyak keputusan, termasuk:
  • Informasi apa yang harus diberikan pertama kali dalam artikel berita, dan di lede (lead, teras)?
  • Artikel mana yang akan ditampilkan di halaman depan surat kabar
  • Pertanyaan apa yang harus diajukan dalam wawancara?
Keenam nilai berita tersebut adalah:
  1. Ketepatan waktu (Timelineness). Peristiwa terbaru memiliki nilai berita yang lebih tinggi daripada yang kurang baru.
  2. Kedekatan (Proximity). Cerita yang terjadi di kampung halaman atau komunitas seseorang lebih layak diberitakan daripada yang terjadi jauh.
  3. Keterkenalan (Prominence). Orang-orang terkenal dan orang-orang di mata publik memiliki nilai berita yang lebih tinggi daripada warga biasa.
  4. Keunikan/keanehan (Uniqueness/oddity). Sebuah cerita dengan twist aneh atau kejadian aneh. "Manusia menggigit anjing" bukannya "anjing menggigit manusia."
  5. Dampak (Impact). Cerita yang berdampak pada banyak orang mungkin lebih bernilai berita daripada yang berdampak pada lebih sedikit orang.
  6. Konflik (Conflict). "Jika berdarah, itu mengarah." Cerita dengan perselisihan, apakah itu kekerasan yang sebenarnya atau bukan, lebih menarik.
Kelayakan berita suatu berita ditentukan oleh keseimbangan enam nilai ini. Tidak ada formula pasti untuk memutuskan seberapa layak sebuah berita, tetapi secara umum, semakin banyak dari enam nilai ini yang dipenuhi oleh sebuah berita, semakin layak berita itu.

Pencemaran Naba Baik (Libel)

Libel atau pencemaran nama baik didefinisikan sebagai pencemaran nama baik yang dipublikasikan terhadap karakter seseorang berdasarkan fakta yang menyesatkan atau tidak akurat. 

Wartawan sering mengalami masalah pencemaran nama baik karena tugas mereka adalah menulis artikel yang jujur ​​tentang orang-orang yang mungkin tidak selalu menyanjung.

Meskipun kita hidup di negara dengan pers yang bebas, jurnalis tidak dapat menulis apa pun yang mereka inginkan. 

Wartawan tidak berhak menyatakan sesuatu tentang seseorang yang dapat merusak reputasi mereka dan itu tidak benar.

Salah satu cara termudah untuk melindungi diri dari libel adalah memastikan untuk selalu melakukan pelaporan yang akurat dan mengaitkan semua informasi dalam sebuah artikel. 

Jika Anda menulis sesuatu tentang seseorang yang Anda tidak yakin, tanyakan pada diri sendiri apakah itu benar, dan bagaimana Anda tahu itu benar. 

Desas-desus, gosip, dan informasi yang Anda terima dari sumber anonim atau tidak dapat dipercaya semuanya berbahaya untuk dilaporkan, dan mereka dapat membuat Anda berisiko terkena kasus pencemaran nama baik.

Teras Berita, Lede

Lede (atau lead) berita adalah kalimat pertama, biasanya ditulis sebagai satu paragraf, yang menceritakan informasi terpenting dari berita tersebut. 

Saat menulis lede, akan sangat membantu jika menggunakan strategi “beritahu teman”. Bayangkan Anda harus menyimpulkan kepada seorang teman, dalam satu kalimat, tentang apa cerita Anda. 

Bagaimana Anda akan menyimpulkan dengan cepat apa yang terjadi? Sebuah lede cerita menjawab "Lima W" dalam urutan tertentu: Siapa? Apa? Kapan? Di mana? Mengapa?

Sebagai contoh:

Departemen Kepolisian Atlanta akan mengadakan upacara peringatan hari Rabu di Gereja Kristus Suci di Buckhead untuk perwira yang gugur Lt. James Montgomery.

WHO: Departemen Kepolisian Atlanta
APA: akan mengadakan upacara peringatan
KAPAN: Rabu
DI MANA: Gereja Kristus Suci di Buckhead
MENGAPA: untuk perwira yang gugur Lt. James Montgomery

Contoh lain:

Gwinnett County Public Schools dianugerahi $250.000 pada Rabu pagi sebagai finalis untuk apa yang dianggap sebagai Hadiah Nobel untuk pendidikan publik.

Seorang pria memukul seorang tentara cadangan di depan Morrow Cracker Barrel, meneriakkan hinaan rasial padanya saat dia menendang kepalanya, kata polisi Morrow.

Piramida terbalik, Inverted Pyramid

Berita ditulis dalam struktur yang dikenal sebagai "piramida terbalik". Dalam format piramida terbalik, informasi yang paling layak diberitakan berada di awal cerita dan informasi yang paling tidak layak diberitakan berada di akhir.

Setelah Anda menulis cerita Anda, urutkan informasi berikut dari yang paling penting hingga yang paling tidak penting. Tidak ada kesimpulan formal dalam artikel jurnalisme seperti yang ada dalam esai atau makalah analisis.

Informasi pengaitan (Attributing information)

SEMUA informasi dalam artikel berita HARUS dikaitkan dengan sumber tempat pelapor mendapatkan informasinya. Semua data, fakta, apalagi opini atau pernyataan harus disebutkan sumbernya.

Reporter harus menunjukkan dalam naskah beritanya dari mana bahan diperoleh – dari wawancara, dokumen pengadilan, sensus, situs web, dll. 

Kutipan langsung dan parafrase dapat digunakan untuk mengaitkan informasi yang diperoleh dalam wawancara dengan sumber.

Sebagai contoh:

Menurut laporan polisi, tersangka mengancam kasir dengan pistol sebelum melarikan diri dengan uang.

Dalam laporan pemerintah setebal 500 halaman, para penyelidik melaporkan bukti bahwa tentara telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Mengintegrasikan kutipan (Integrating quotes)

Saat pertama kali sebuah sumber diperkenalkan dalam sebuah berita, Anda harus menggunakan nama lengkap dan judul sumber tersebut. Setelah referensi awal ini, gunakan nama belakang atau nama depan saja.

Sebagai contoh:

“Vaksin flu babi adalah kemajuan luar biasa dalam pengobatan modern,” kata Sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan Kathleen Sebelius.

Saat menghubungkan kutipan langsung, selalu gunakan kata kerja "berkata"dan tidak pernah ada kata kerja lain seperti “menjelaskan”, “berbisik”, dll. Juga lebih umum menggunakan format “kata XXX” daripada “kata XXX”.

Sebagai contoh:

"Krisis perumahan tumbuh di luar kendali," kata Bernanke.

Bahkan ketika informasi dari suatu sumber tidak digunakan dalam kutipan langsung dan diparafrasekan, informasi itu tetap harus dikaitkan dengan sumber itu.

Sebagai contoh:

Bernanke mengatakan resesi mungkin sudah berakhir. Resesi kemungkinan besar akan mulai surut dalam enam sampai delapan bulan, kata Bernanke.

Demikian dasar-dasar jurnalistik berupa cara menulis berita jurnalistik yang baik dan benar, sesuai dengan kaidah jurnalistik dan etika pemberitaan.*

Thanks for reading Skill Dasar Jurnalistik: Cara Menulis Berita yang Baik | Tags: | Follow Romeltea on Twitter

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Related Posts

Your Comments

0 komentar on Skill Dasar Jurnalistik: Cara Menulis Berita yang Baik

Post a Comment

Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.