Pengertian Koran, Sejarah, dan Perannya dalam Perkembangan Media Massa

Follow @romel_tea
Pengertian Koran, Sejarah, dan Perannya dalam Perkembangan Media Massa

Judul postingan ini, "Pengertian Koran dan Sejarahnya bagi Perkembangan Media Massa", bernuansa "akademis". Mirip judul makalah ya?

Saya terinspirasi membuat postingan tentang koran ini setelah melihat ada "koran" di Bandung yang membuka lowongan kerja. "Koran" ini ternyata situs berita, meski menggunakan nama "koran", yaitu Koran XXXX.

Istilah "koran" identik dengan kertas atau surat kabar. Namun, saat ini istilah koran tidak selalu berarti surat kabar atau harian. Ia juga bisa digunakan untuk nama situs berita --media online, media siber, atau media digital.

Sebelum ada media digital seperti radio, televisi, dan kini website dan aplikasi (internet), koran menjadi sumber utama informasi. Tiap pagi kita menunggu datangnya koran langganan dan membacanya sambil minum kopi.

Koran adalah media massa pertama di dunia. Dalam literatur komunikasi massa, cikal-bakal koran merujuk pada Acta Diurna pada zaman Romawi kuno --papan pengumuman berisi informasi tulis tangan.

Acta Diurna ini pula yang melahirkan istilah jurnalistik, jurnalis, dan wartawan.

Kini, di era internet, banyak koran atau media cetak yang gulung tikar alias berhenti terbit. Wartawan pun kini lebih banyak bekerja di media online atau situs berita.

Pengertian Koran

Koran adalah jenis media cetak yang menurunkan format tabloid dan majalah. Selain media cetak (print media), kita juga mengenal dua jenis media lainnya, yaitu media elektronik atau media penyiaran (radio, televisi) dan media online (media siber, situs berita).

Secara bahasa, koran artinya lembaran-lembaran kertas bertuliskan kabar (berita) dan sebagainya, terbagi dalam kolom-kolom (8–9 kolom), terbit setiap hari atau secara periodik; surat kabar; harian. (KBBI)

Kata koran berasal dari bahasa Belanda yaitu “krant”, dan dari bahasa Perancis yaitu “courant yang artinya surat kabar. Dalam bahasa Inggris, koran biasa disebut newspaper (kertas berita).

"Koran atau surat kabar adalah terbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas berbiaya rendah yang disebut kertas koran, yang berisi berita-berita terkini dalam berbagai topik. Topiknya bisa berupa bahasan politik, kriminalitas, olahraga, tajuk rencana, atau cuaca. Surat kabar juga biasa berisi karikatur yang biasanya dijadikan bahan sindiran lewat gambar berkenaan dengan masalah-masalah tertentu, komik, TTS dan hiburan lainnya." (Wikipedia)

Karakteristik Media Massa

Sebuah koran atau surat kabar dan format media lainnya bisa diseeut media massa jika memenuhi kriteria sebagaimana dikemukakan Karl Batwizch (dalam M.Yoserizal Saragih, 2018).

1. Publisitas

Surat kabar diterbitkan untuk publik, untuk masyarakat umum atau siapa saja. Siapa pun boleh membeli dan membaca isinya bertujuan untuk diketahui masyarakat umum.

2. Periodisitas

Koran terbit pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Periode terbit, jarak antara dua terbitan bersifat tetap dan teratur. Misalnya, surat kabar harian sore terbit pada sore hari, kecuali hari libur.

3. Aktualitas

Sebuah surat kabar isinya harus aktual dan belum pernah dimuat sebelumnya, yang dimaksud dengan aktual adalah hal-hal baru yang belum pernah dimuat sebelumnya.

4. Universalitas

Isi dari surat kabar tidak mengenai satu persoalan saja, misalnya tidak hanya mengenai olahraga, isinya mengenai semua persoalan yang menjadi perhatian manusia seperti pendidikan, politik, sosial, budaya, hukum, ekonomi, kriminalitas dan lain sebagainya.

5. Kontinuitas

Isi dari surat kabar harus berkesinambungan, yang dimaksud dengan kesinambungan dalam surat kabar adalah keterkaitan antara berita yang dimuat.

Sejarah Koran

Sejarah telah mencatat keberadaan surat kabar dimulai sejak ditemukannya mesin cetak oleh Johann Guternberg di Jerman.

Berkat kehadiran mesin cetak ini pula lahirnya istilah pers yang merujuk pada media massa.

Pada tahun 1828 di Jakarta diterbitkan Javasche Courant yang isinya memuat berita resmi pemerintahan. Lalu di Surabaya pada tahun 1835 terbit Soerabajasch Advertentiebland.

Koran pertama masih berupa lembaran berita yang ditulis tangan, dipasang di tempat umum, bernama Acta Diurna dari masa Romawi kuno (59 SM). Sedangkan koran cetak pertama adalah Di Bao (Ti-pao) tahun 700an di Cina. Metode Pencetakannya menggunakan balok kayu, yang dipahat aksara cina.

Bentuk koran berikutnya masih amat sederhana: Newsletter dan buku berita, di tahun 1400an. Beritanya kebih banyak berkaitan dengan dunia bisnis para bankir dan pedagang eropa. 

Selanjutnya, newsletter dan buku berita berkembang menjadi lembar berita (newsheet) tahun 1500an. Notizie Scritte (pemberitahuan tertulis) yang terbit di Venesia, Italia. termasuk jenis lembar berita itu. "Koran" lembaran ini biasanya dipasang di banyak tempat umum, tetapi yang ingin membacanya harus membayar 1 gazzeta. Dari sanalah mucul istilah gazzeta yang menunjuk koran.

Terbitnya koran-koran di Eropa di awali dengan temuan mesin cetak Johann Gutenberg pada pertengahan abad XV yang memudahkan proses produksi. 

Awalnya lembar berita yang terbit tidak teratur dan memuat cuma satu peristiwa, kemudian berevolusi dengan terbit teratur seperti yang dilakukan mingguan Avisa Relation oder Zeitung, sejak 1609 di Strasbourg, jerman. Rupanya awal XVII menjadi abad penting lahirnya banyak koran di Eropa. 

Tapi, mingguan Frankfurter Journal (1615) yang dikelola Egenolph Emmel di Frankfrut, Jerman, umum dipandang sebagai koran pertama di dunia. Sampai kemudian lahir Leipziger Zeitung (1660) juga di Jerman, yang mula-mula mingguan, kemudai menjadi harian, Inilah koran harian pertama di dunia.

Demikian pengertian koran, sejarah, dan perannya dalam perkembangan media massa. Jangan lupakan koran karena berkat koran kini hadir situs berita dan media sosial.*

Thanks for reading Pengertian Koran, Sejarah, dan Perannya dalam Perkembangan Media Massa | Tags: | Follow Romeltea on Twitter

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Related Posts

Your Comments

0 komentar on Pengertian Koran, Sejarah, dan Perannya dalam Perkembangan Media Massa

Post a Comment

Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.