Materi Pelatihan Kehumasan, Training Public Relations

Follow @romel_tea

Materi Pelatihan Kehumasan, Jurnalistik Web, dan Manajemen Konten


SEBUAH
Event Organizer (EO) di Jakarta pelatihan mengundang saya jadi pemateri pelatihan kehumasan atau humas (hubungan masyarakat).

Dalam training Public Relations (PR) dengan format "Inhouse Training" di sebuah lembaga pemerintah itu, saya diminta membahas tema atau materi sebagai berikut:

  1. Memanfaatkan Media Sosial dalam Kehumasan 
  2. Mengenali Berita dan Karakteristiknya
  3. Teknik Mencari Berita (News Gathering) 
  4. Manajemen Konten dan Jurnalistik Web.

Memanfaatkan Media Sosial dalam Kehumasan 

Materi pertama jelas merupakan humas online. Saya sudah menulis bukunya, Humas Online: Panduan Praktis Cyber PR.

Semoga peserta yang nota bene humas lembaga pemerintah sudah membaca Pedoman Umum Tata Kelola Kehumasan di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Terkait materi "Memanfaatkan Media Sosial dalam Kehumasan", sudah ada panduan resmi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara yaitu Permen-PAN RB No. 83 Tahun 2021 tentang Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah.

Jadi, tentang pemanfaatan medsos ini, saya tinggal ajak peserta berdiskusi atau sharing tentang teknis pelaksanaannya. Sudah jelas banget panduannya kok!

"Humas Pemerintah harus mampu memanfaatkan media sosial untuk meraih perhatian dan dukungan khalayak luas serta tidak lagi semata-mata bertahan dengan cara-cara komunikasi yang konvensional."

"Dalam melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, humas pemerintah menggunakan berbagai bentuk media komunikasi berbasis internet, seperti situs, portal berita, blog, dan media sosial."

Intinya, humas pemerintah harus mengoptimalkan situs web lembaga dan media sosial dalam melaksanakan kehumasan. 

Teknisnya antara lain corporate blogging --berupa blog yang menyatu dengan web utama ataupun situs tersendiri-- dan update status media sosial.

Dari blogging inilah terkait materi pelatihan kehumasan berikutnya, yaitu Mengenali Berita dan Karakteristiknya, Teknik Mencari Berita (News Gathering), dan Manajemen Konten dan Jurnalistik Web.

Mengenali Berita dan Karakteristiknya

Sering banget saya menulis tentang berita dan karakteristiknya, di antaranya Pengertian Berita. Ada juga Jenis-Jenis Berita.

Tinjauan Pustaka sebuah karya ilmiah ini juga mengutip buku saya, Jurnalistik Praktis untuk Pemula, tentang pengertian berita.

Ringkasnya, berita adalah laporan peristiwa yang memiliki nilai berita (aktual, faktual, penting dan menarik). 

Laporan disusun menggunakan bahasa jurnalistik, dengan format piramida terbalik, mengandung unsur berita 5W1H, dan disusun sesuai dengan jenis berita yang dipilih --umumnya berupa berita langsung (straight news).

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berita diartikan sebagai laporan; kabar; cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat.

Karakteristik berita antara lain berisi informasi atau data/fakta sebuah kejadian, tanpa opini atau penilaian penulis berita (wartawan).

Mengutip Kompas, ciri-ciri atau karakteristik teks berita adalah sebagai berikut:
  1. Objektif. Maksudnya sesuai keadaan yang terjadi tanpa ada pengaruh pendapat pribadi. 
  2. Berdasarkan fakta dan bukan pendapat atau opini penulis. 
  3. Judul berita mewakili keseluruhan isi berita 
  4. Bahasa yang dipakai efektif, mudah dipahami, lengkap, dan memikat pembaca. 
  5. Informasi atas suatu peristiwa disampaikan secara urut atau kronologis. 
  6. Data dalam teks fakta disajikan lengkap, sesuai konteks, dan dapat dibuktikan kebenarannya oleh semua orang. 
  7. Memuat unsur 5W+1H (what, where, when, who, why, dan how).

Teknik Mencari Berita (News Gathering) 

Materi ini bisa ditemukan di posting Pengertian dan Teknik Reportase. Cara mencari berita dalam jurnalistik disebuh "pengumpulan berita" (news gathering) atau "memburu berita" (news hunting).

Mencari berita merupakan tahap kedua dalam proses pembuatan berita (news processing):
  1. News Planning: perencanaan berita, rapat redaksi, rapat proyeksi, penugasan, rencana peliputan.
  2. News Gathering: peliputan.
  3. News Writing: penulisan berita.
  4. News Editing: penyuntingan naskah berita.
  5. News Publishing: pemuatan, penayangan, posting, atau publikasi berita.
Tekni reportase atau news gathering secara garis besar ada tiga:
  1. Observasi: pengamatan langsung di tempat kejadian.
  2. Wawancara: menggali informasi dari narasumber atau sumber berita.
  3. Riset Data: studi pustaka, mencari referensi, membuka arsip atau dokumen.

Manajemen Konten dan Jurnalistik Web

Materi keempat ini dibagi dua bagian, Manajemen Konten dan Jurnalistik Web.

1. Manajemen Konten

Manajemen Konten (content management) merupakan bagian dari Manajemen Media Online. Manajemen konten adalah pengelolaan isi situs web dan media sosial.

Content Marketing termasuk manajemen konten. 

Kamus Bisnis mengartikan manajemen konten sebagai berikut:

"Manajemen konten (content management) adalah proses dan alur kerja yang terlibat dalam pengaturan, pengelompokan, dan penataan sumber daya informasi sehingga mereka dapat disimpan, dipublikasikan, dan digunakan kembali dalam berbagai cara." 

"Sebuah sistem manajemen konten (content management system/CMS) digunakan untuk mengumpulkan, mengelola dan mempublikasikan konten, menyimpan konten baik sebagai komponen atau seluruh dokumen, dengan tetap menjaga hubungan antar komponen. CMS juga dapat memberikan kontrol atas revisi konten."

Konten sebuah website secara garis besar terdiri dari tulisan, gambar, dan video. Berikut ini jenis-jenis konten website:
    1. Teks/tulisan
    2. Gambar/image/picture/photo
    3. Suara/audio/podcast
    4. Video
    5. Grafis/infografis
    6. Tautan/links
    Desain web berupa tata letak (layout) juga bagian dari manajemen konten web. Wesbmaster atas arahan Content Director juga menyusun kategori, tags, dan menu konten website.

    2. Jurnalistik Web

    Jurnalistik web adalah istilah lain jurnalistik online. Jurnalistik web disebut juga jurnalisme internet, jurnalisme daring (online journalism), dan jurnalistik digital.

    Jurnalistik web adalah praktik jurnalistik di internet yaitu menggunakan situs web sebagai media publikasi karya jurnalistik, terutama berita (news).


    Saya sering banget menulis posting tentang jurnalistik online di blog ini, antara lain:

    Jadi, soal materi atau modul pelatihan kehumasan ini, seperti diminta panitia, insya Allah sudah tersedia. 

    Jika dibahas mendalam per materi, butuh waktu 1-2 hari, plus sehari lagi untuk praktik dan evaluasi (post-test).

    Panitia pelatihan kadang "ingin memberikan banyak materi" buat peserta. Itu bagus. Namun, sebaiknya memang disesuaikan dengan waktu dan terutama kebutuhan peserta. Prioritas materi apa yang dibutuhkan?

    Thanks for reading Materi Pelatihan Kehumasan, Training Public Relations | Tags: | Follow @Romeltea on Twitter

    Next Article
    « Prev Post
    Previous Article
    Next Post »

    Related Posts

    Your Comments

    0 komentar on Materi Pelatihan Kehumasan, Training Public Relations

    Post a Comment

    Komentar SPAM dan LINK AKTIF tidak akan muncul.